Apa yang Membuat Kalian Bertahan Hidup?
(The Waiting Is Almost Over: 02)
Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi (J. Donald Walters)
Aku berdiri di kantor sebuah harian di kota Serang, Banten. Lengang, tak begitu ramai, tapi tidak sepi. Hanya ada orang lalu lalang keluar masuk halaman kantor. Mungkin reporter yang hendak belanja berita. Beberapa orang mengernyitkan mata ketika memandangku. Mungkin pikirnya: turis domestik dari mana nih kok nyasar ke kantor koran.
Di ruang depan, sambil meletakkan ranselku yang tinggi, aku tersenyum pada seorang perempuan berparas manis. Ia sudah hendak membalas tersenyum manis pula, tapi buru-buru mengernyitkan mata demi mendapati penampilanku.
“Mari cari siapa, Mas?” sapanya dilembut-lembutkan.
“Kang Kisink Lativa ada?”
“Oh, rasanya tadi udah pulang dari liputan. Sebentar saya panggilkan ya. Silahkan duduk, Mas.”
“Terima kasih.”
“Oya, saya harus memberitahu Kang Kisink dicari oleh siapa ya?”
Aku tersenyum mendapat pertanyaan itu. “Tolong katakan saja: ada temannya dari Bandung.”
Dan perempuan manis itu tampak cemberut sembari menekan beberapa nomor di telpon.
Tak berapa lama muncul lelaki gondrong dari dalam ruangan.
“Dan?!”
“Hei!” aku tersenyum.
“Apa-apaan kamu?” ia tampak terbelalak.
“Apanya yang apa-apaan? Mbok ya disuruh duduk kek. Atau diajak makan siang di mana gitu. Kok malah bengong.”
“Kamu…”
“Kenapa aku?”
“Kamu bawa ransel, sepatu gunung, ya ampun!”
Aku hanya tersenyum melihat matanya menyapu habis penampilanku. “Apa yang aneh? Bukankah aku selalu begini?” ujarku yang lantas melihat penampilanku juga.
“Iya, tapi kamu seperti mau melakukan perjalanan jauh.”
“Yup!”
“Jadi apa yang kamu tulis di blog itu bener?”
“Yup!”
“Gila kamu!”
“Tak ada yang gila bagi seorang lelaki, Kawan.” ucapku tersenyum.
“Tapi, kamu keluar kerja, hendak menyusuri bumi Indonesia. Di saat orang berpikir mapan, kamu malah keluar dari titik itu.”
“Bukankah Siddhartha Gautama pun begitu, eh? Sudahlah. Aku lapar. Aku pingin makan. Kamu sudah makan? Kalau sudah, temani aku ya. Kamu sudah selesai liputan kan?”
Ranselku dibawa masuk oleh Kisink ke dalam. Tak berapa lama kami menyeberang jalan, pergi ke warung depan kantor tempat Kisink sehari-hari kerja.
Rupanya Kisink sudah makan. Jadinya ia memilih menyeruput kopi saja sembari mengepulkan asap rokok yang disebul-sebul nikmat.
Aku makan dengan lahapnya. Pagi tadi begitu tiba di kota Serang, aku belum makan sama sekali. Kisink tertawa geli melihat caraku makan.
“Mau kemana kamu, Dan?”
“Seperti yang kamu baca di blog.”
“Kamu serius?”
“Kapan aku berandai-andai?”
Aku masih terus menikmati pesta makan siangku dengan lahap. Tapi ekor mataku menangkap Kisink menggeleng-gelengkan kepala.
“Mau sampai kapan?”
“Apanya?”
“Kamu melakukan perjalanan?”
“Sampai aku puas.”
“Tapi ingat umurmu.”
“Aku menemuimu tidak untuk minta nasihatmu, Sink. Aku datang karena kangen pingin ngobrol-ngobrol sama kamu.”
“Iya, tapi kamu pergi tahunan lamanya. Akan kamu lewati tahun-tahun itu dengan kesendirian? Sampai kapan kamu sendiri?”
“Selamanya!”
“Hei, ngaco kamu! Lantas kapan kamu nikah?”
“Nikah? Ha-ha-ha-ha…” aku menyudahi makan siangku. Meneguk es teh manis dan menyulut sebatang rokok. “Puffhh… panas betul kotamu ini.”
“Hei, kapan kamu nikah?”
“Hmmm…”
“Aku tak percaya kau tak memiliki gambaran seorang perempuan yang begitu kau rindukan kehadirannya. Aku tahu dia ada.”
“Mungkin aku takkan nikah.”
“Ayolah… jangan kayak anak kecil. Kamu akan terlunta-lunta selama perjalananmu nanti.”
Aku memandangi kendaraan yang berseliweran di jalanan. Melihat orang lalu lalang. Tiba-tiba mataku menangkap seorang tua memanggul dua batang tangga terbuat dari bambu. Terlalu sering aku mendapati pemandangan seperti itu. Seorang tua dengan tangga bambu di pundaknya. Berjalan berkilo-kilo jauhnya.
Berapa harga satu tangga bambu? Dia hanya membawa dua. Seberapa sering orang membutuhkan tangga bambu dalam sehari? Apakah setiap hari orang butuh tangga bambu? Kalau pun laku dua-dua dalam sehari, berapa yang dia dapatkan?
Tapi dia tetap terus berjalan dan berjualan tangga bambu. Setiap hari. Mungkin dia juga menikah. Mungkin sudah punya anak cucu. Tapi dia tetap terus berjalan dan berjualan. Karena itulah yang dapat dia lakukan. Ada sesuatu yang dia kerjakan.
“Kamu akan terlunta-lunta selama perjalananmu nanti.” ulang Kisink mengagetkanku dari lamunan.
“Apa bedanya seperti selama ini…” ucapku lirih tanpa melihat mata Kisink.
“Kamu tidak bahagia dengan hidupmu, Dan?”
“Aku bahagia.”
“Tapi kamu selalu tampak gelisah.”
“Hmm… ya. Aku memang selalu gelisah.”
“Menjadi traveler bukan solusi, Dan. Kamu akan semakin gelisah dan kesepian.”
“Paling tidak kompensasiku positif.”
“Tapi setiap traveler juga merindukan pulang.”
“Yup.”
“Lalu apa yang bakal kau dapatkan? Sementara itu semua orang juga menjalani hidupnya.”
“Apa maksudmu?”
“Jangan pura-pura tidak tahu. Setiap pembaca yang jeli selalu bisa menangkap makna tersembunyi dari setiap tulisanmu di blog.”
“Lantas?”
“Kamu seperti sedang di persimpangan jalan. Kamu mendambakan sebuah cinta. Orang menyangka semua itu bisa dengan mudah kamu raih. Tinggal mengedipkan mata. Tapi tidak pada kenyataannya. Kamu terus saja gelisah.”
“Hmmffhhh…” aku menghembuskan asap rokok keluar dari mulut bersamaan dengan nafas yang mendengus dari hidung.
Kupandangi mata Kisink. Keserap apa yang sudah ia katakan. Mungkin dia benar, aku memang sedang gelisah. Apakah ia menangkap hal itu dari tulisan-tulisanku yang terpantul di blog? Aku tidak tahu. Ia bagaikan sahabat lama yang telah mengenalku begitu dalam. Padahal kami justru baru saling kenal di blog. Meski sudah sejak jauh hari kami hanya saling tahu nama karena sama-sama penulis buku.
“Aku nggak mau menghalangi perjalananmu. Kalau kamu pikir kamu butuh traveling, lakukan saja. Asal kamu tahu tujuanmu. Tapi ingat, Dan, hidup tetap terus berjalan.”
“Yup.”
“Tidur di mana kamu malam ini?”
Aku hampir bersorak girang. Sebetulnya aku tahu ke mana arah pertanyaannya. Kalau mau, aku bisa menginap di rumahnya. Tapi malam ini aku ingin mengunjungi teman lama. Aku hendak menginap di sana saja. Karena sudah lama tak bertemu.
“Oke, telpon aku kalau ada apa-apa. Siang ini aku mesti membuat laporan liputan. Maklum, harian.” ujarnya tertawa mohon pengertian.
“Aku paham. Aku toh hanya minta ditemani makan siang dan memang ingin menemuimu sebelum perjalananku semakin jauh.”
“Sebagai sesama blogger?”
“Sebagai sesama blogger!” kami tertawa bersama.
Ransel sudah kugendong. Aku mulai melangkah meninggalkan halaman kantor harian itu. Kisink mengantar sampai gerbang depan.
“Kamu nggak mampir ke Ranah Dunia? Menemui Mas Gege?”
“Besok pagi mungkin.”
“Kamu juga akan mampir ke Kendal nanti?”
“Yup.”
“Salam buat Pak Samali ya.”
“Akan kusampaikan.”
“Hati-hati, Dan. Tetap menulis di setiap kota yang memungkinkan.”
“Akan kulakukan.”
“Kami pasti merindukan tulisan-tulisanmu. Udah lama nggak ada postingan baru tuh. Orang menunggu-nunggu.”
“Halaaahhh… apaan sih.” aku tertawa ngakak.
Kami berjabatan tangan dan saling genggam. Sorot mata kami memancarkan persahabatan. Lantas aku menyeret ransel dan meninggalkan Kisink yang masih berdiri di sana.
Tiba-tiba dari kejauhan ia terteriak:
“Istriku masih mengandung anakku yang kedua. Nanti ketika kamu pulang, anakku sudah bisa berlari-lari mengejar omnya yang bandel!!!” teriaknya lantang.
Aku hanya tertawa. Tapi aku merenungi kalimatnya.
15 Januari 2008 | 17.24 wib


iya, pertamax habis!
bingung mw komen apa..
saya mendoakan saja semoga diberi kemudahan dalam perjalanannya..dan tetap menulis ya bang..
omoshiroi, terakhir menulis El Meler (Film)
ada apa ini? sampean mau kmana ini? waduh tumben aq sedih mbaca postingan sampean
Kak Daniel..
apa semua itu benar?
Apa yang bisa membuat kita bertahan hidup? mungkin cita-cita, cinta, semangat, atau mungkin juga karena kita punya tujuan hidup..
(
Kalau aku mungkin tidak memiliki semua itu
apa sih bagusnya hidup? Aku sering tulis kata itu
btw aku akan doakan kakak, semoga mendapatkan apa yg dicari, semoga kakak selalu ingat pada Allah dan mendapat selalu perlindungan dari-Nya
amieen..
keren, goniel! rasanya seolah-olah si tokoh “aku” berjalan-jalan mengelilingi kampung blagu, menemui para bloger di setiap kota persinggahannya. di setiap pertemuan itu pula akan muncul perbincangan imajiner yang sebenarnya merupakan kontemplasi penulis. (uhuy! sok tau banget! dasar deh aku lebay)
kali ini dia ke serang, selanjutnya ke mana? perlu teman? mau menikmati pertunjukan bagus di suatu kota mungkin? will be very much obliged!
Wow…
keputusan yang hebat, DM…
Aku tunggu di Surabaya, ya.. tapi jangan nitip nyuciin baju kotor, lho… dan di Setarbak nggak terima orang yang belum mandi.. so, mandi-mandi dulu sebelum ketemu aku, okay?
*emang sapa yang mau nemuin elu, La… wekekekekek*
Take care!
Jangan lupa update terus blognya, yah….
Lala, terakhir menulis and if he dies…
Dan…
Hati hati di jalan
Kalo nyebrang nengok nengok.
jangan nyopet di bus
Jangan buang sampah sembarangan
Jangan ngutang kalo makan di jalan ya
Inget inget blog ini.
Inget inget mbak mbak yang ngefans sama kamu….iya..yang depannya A..belakangnya juga A…
Belum telpon telponan dia udah bertualang….dasar bolang!!!
@DM
Kalau menurut kamu tokoh Dan ini dahsyat….di mataku tokoh Dan ini cuma Nekad…
Bedakan itu DM!
But honestly….
Ceritera ini (yang entah benar entah tidak) Boleh lah….
*penasaran.com*
yessy muchtar, terakhir menulis Public Affair….
Weh, lagi mau mengembara toh? Selamat menemukan makna hidup jika begitu.
dana, terakhir menulis Hadiah Dari Surga
wah kok aku sepemikiran dnegan mbak dokter deh…
danny sudah mencatat semua teman bloggernya untuk dijadikan tokoh dalam cerita postingnya itu.
Aku cuma ingin tahu kapan danny sampainya ke Tokyo ya? Duluan mana Sydney atau Tokyo….. (Ataua Sydney jadi pelabuhan terakhir kah?hihihi )
Kita taruhan yuk mbak Dok hehehehhe
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Stroberi – Ichigo
hati2 dijalan……….
jgn lupa pulang, heuheu………
Myryani, terakhir menulis Hujan,,,,
Mas sendiri yang tentukan tujuan…..
Saat sauh sudah dibuang
sepertinya mudah….namun tak akan pernah mudah
saat mas hanya ikuti aliran air
Jika waktunya kapal tautkan jangkar
disitu mas berhenti dan putuskan dimana mas harus bersandar
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
Kegelisahan itu mudah terbaca
pertautan antara keputusan, harapan, tujuan, dan pilihan
saat seorang berdiri di persimpangan
dan begitu banyak ranting pohon yang bisa saja patah
Kegelisahan itu kemantapan
saat kaki melangkah pertama
dan pergi kearah datangnya senja
membawa rembulan dan merengkuh malam bersamanya
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
masiy lagi termangu atas pilihan itu……. 3 hari…….hmmm
saya masih btanya-tanya,apakah ini nyata atau hanya lanjutan crita yang sebelumnya?
kamu berulang kali menulis kata nikah dalam banyak posting atau komentar. kamu pengen nikah, tapi kamu takut? ah sudahlah…
judulnya kok gak nyambung ya?
I’m lost!
Aku kehilangan inti dari cerita hidupmu akhir-akhir ini,
tapi tak mengapa..
Apapun itu ingatlah dulu kita pernah saling bahu membahu bersama windy untuk membangun persahabatan yang tak kan pernah mati
Apapun itu pula keputusanmu, kiranya Tuhan selalu bersamamu..
Sukses dan nikmati hidupmu selagi hidup, Dan!
DV, terakhir menulis Mengapa Mereka Berani Hamil ?
@ Dan, bukan DM
kalau ke kalimantan, mampir ke rumahnya suhari dan nobe, ya..
Mas Daniel..
Mungkin yang ia cari ada di dalam dirinya sendiri..
Mungkin ia terlalu berjibaku mencari semua itu di luar dan menggelapkan mata hatinya..
Mungkin justru ia telah memiliki segalanya yang ia perlukan hanya saja ia belum menyadarinya..
Mungkin..
Jangan sampai tersesat di dalam dirimu sendiri yah.. :p
Take a really gud care..
Ay, terakhir menulis telepati hati
Kalau memang apa yang di katakan mbak Marsh dan mbak Ikkyu San itu benar…
Ini akan jadi cerita panjang yang menarik…
Hehehe…
Karena rumahku di Jakarta…
Tentunya sudah dekat dari Serang ya….
Aku ya tunggu ya Dan…kekek….
aku gak kemana mana kok …di sini aja..:)
Eh ..eh …
aku gak perlu email no telp dan alamat rumah seperti yang fans kamu lakukan kemarin itu kan ya?? kekekekekk
Kan kamu kenal akuuu…*kedip kedip*
Gelisah? Kapan ya kita tak pernah gelisah? Rasanya sepanjang hidup orang akan gelisah, bahkan yang terlihat orang sudah diujung perjalanan dengan menikah, karena pernikahan itu juga merupakan awal perjalanan yang satu lagi. Bahkan yang pensiunpun gelisah, karena mulai awal lagi dalam penyesuaian. Dan setiap pilihan akan membuat gelisah, kita akan pilih jalan yang mana. Yang relatif stabil, atau ingin menikmati kehidupan?
Kadang benar juga ya, kenapa kita nggak jalan-jalan dari Aceh sampai Merauke? Di Aceh ada Noeroel yang suka mengunjungi blogku, terus di Padang ada Imoe, bahkan di Sorong ada Fertob…jadi kalau kita keliling dari Aceh, sampai Papua, anggap aja ketemu dengan blogger, maka berapa waktu yang dibutuhkan? Setahun? Enam bulan? Mungkin kita hanya mendapatkan cerita, mungkin pula kita mendapat apa yang kita cari selama ini?
Aku paham kawan, akupun dulu mengalami kegelisahan sepertimu, sampai suatu ketika, aku naik bemo, didepanku ada nenek tua sekali…kami mengobrol, dia tak punya keluarga. Dan aku mulai berpikir, sekarang aku muda, aku mandiri, aku tak memerlukan siapa-siapa, aku punya cukup uang untuk menutupi kehidupanku. Tapi, setelah itu mau ngapain? Ternyata tak mudah juga memilih jalan yang akan kita lalui,…dan baru lima tahun kemudian, mau tak mau aku berani memilih, setelah ketemu orang nekat, yang menerima apa aja yang kutawarkan, bahkan tawaran yang paling tak masuk akal sekalipun. Menyesalkah aku? Tidak kawan, aku bersyukur ketemu orang gila…yang justru merubah jalan hidupku.
Semoga engkau juga ketemu orang gila sepertiku kawan, orang yang akan membuatmu lebih tenang (aku jamin kau akan tetap gelisah, tapi gelisahmu tak liar lagi)……
(Ups…jadi kayak postingan tersendiri…udah ahh..keburu telat)
edratna, terakhir menulis Ayah dan putri nya
mas mahendra…… mas mau kemana? hiks……
jangan lupa singgah di tempat anisa ya? mas mahendra tau kan dimana rumah anisa? eh maksudnya di email kan anisa udah tulis. tapi ngak di balas sih. mas mehedra tulisannya bikin anisa sedih aja deh.
mas……… anisa mau bikin blog. gimana ya?
Selamanya sendiri? coba ditelaah……
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
Ini beneran apa fiktif sih?
Kalo bener, aku hanya berdoa semoga perjalananmu lancar.
Jangan lupa posting di tiap kota.
Hery Azwan, terakhir menulis The Last Lecture
HAAAAAAAHHHHH ENYAAAAAA…
Enya itu keren banget sih, aduuuh.. Mana coantik lagi. Mau-mau aku jadi lesbi demi dia..
Wetew!!!
@Dan.. Menyusuri kampung blagu musti, kudu, wajib sungkem sama kepala sukunya itu. Peranakan Orc dan bidadari dari khayangan.
Setiap orang pergi, entah itu benar-benar pergi, atau secara fisik tetap di tempat. Tapi menurut saya begitu, semua orang, pada suatu kali dalam hidupnya, dia pergi. Lalu dia akan pulang kembali. Kalau kata Jostein Gaarder di Misteri Soliter, orang yang ingin menemukan dirinya mendingan gak usah pergi jauh-jauh, sebab ada kemungkinan dia akan tersesat dan kehilangan dirinya sendiri.
Tapi kata Salman Rushdie di Harun dan Lautan Dongeng: Perempuan itu seperti ikan di lautan banyaknya, tapi seorang laki-laki harus mengarungi tujuh lautan untuk menemukan satu ikan.
Saya mengiringi dengan lagu deh. ENYA JUGA.
One day, one night, one moment,
my dreams could be, tomorrow.
One step, one fall, one falter,
east or west, over earth or by ocean.
One way to be my journey,
this way could be my Book of Days.
No day, no night, no moment,
can hold me back from trying.
One flag, One fall, One falter,
I’ll find my day may be, Far and Away.
Far and Away.
One day, one night, one moment,
with a dream to believe in.
One step, one fall, one falter,
find a new earth across a wide ocean.
This way became my journey,
this day ends together, Far and Away.
This day ends together, Far and Away.
Far and Away.
AL, terakhir menulis BETAPA BANGGANYA SAYA KEPADA KALIAN SETIAP HARI
Hehehe sial, kamu mendahuluiku. Sampai bertemu disebuah persimpangan jalan Daniel, itu juga kalau kau mengenaliku dan aku mengenalimu, sesama manusia yang penuh kegelisahan dan yang telah terbisa memutuskan segala sesuatu untuk dirinya sendiri.
Membaca komentar Bu Enny, seolah membaca pengalaman sendiri. Selama ini saya telah bertemu dengan orang gila Bu, tapi saya membutuhkan yang jauh lebih gila lagi, untuk menginsafkan kegilaan saya atau gila sama-sama.
Dan, mengenai penjual tangga itu, rupanya kau masih selalu “terkejut” dengan para penjual tangga, berkali-kali bukannya sudah pernah direnungkan? Aku ingat etika kau bercerita di PK tentang Pak Anwar yang asli Aceh? Setidaknya kau sudah menyimpulkan saat itu, kalau satu hal pasti: rezeki manusia sudah ada yang mengatur
Hmmm…. aku pesan satu hal ya, selama di perjalanan kill nothing but time, take nothing but picture, and leave nothing but “foot print” . Take care!
Yoga, terakhir menulis Only Time
touching banget euy
hilal achmad, terakhir menulis breaking the limit
Judulnya menggelitikku untuk menulis lagi di sini. Apa yang membuat Kalian bertahan hidup?
Sempat terbersit, ibuku, Tuhanku, ah tentu saja Tuhanku masih menginginkan aku hidup, jadi mari kita cari faktor duniawi saja. Apakah egoku? Nyatanya bukan.
Untuk pertanyaanmu ini, aku lebih menyukai bercerita tentang Pandora, seorang wanita cantik yang lancang membuka phitos hingga segala kejahatan berhamburan keluar dan menyisakan harapan saja di dalamnya. Hanya itu kawan.
Yoga, terakhir menulis Only Time
Apa yg membuat aku bertahan hidup…??
anakku
Apa yang membuat aku mengurungkan niat jadi traveler…??
anakku juga
klo mampir di jogja, kasih kabar ya mas
carra, terakhir menulis Dua Nol Nol Sembilan
Aku mempunyai pemikiran yang senada dengan beberapa komentator diatas …
Ini beneran apa Fiktif yah …
Kalo dilihat tokohnya sih bener nih … kang qzink kan memang watawan di Banten … ada pak sawali pula …
But apa pun itu …
I wish you all the best …
apakah itu jadi berjalan mengembara … atau berjalan stasioner … !
Salam saya Mas Dan …
Take Care Will ya …
nh18, terakhir menulis IKHTIAR
@AL:
yupe, benget, al! kalau mau keliling kampung blagu emang kudu wajib harus sungkem sama kepala sukunya. tapi bukan izin aja, musti ngasih upeti juga! ingat, yang mau dikelilingi itu kampung blagu!
dan kepala sukunya itu bukan peranakan orc, tapi bidadari khayangan doang! catet!
(awas, sekali lagi ngomong orc kukasih tiket sekali jalan mengunjungi freddie krueger loh kamu!)
@mbak imelda:
mbak imel berani taruhan? serius?
kalau saranku sih mendingan jangan, mbak. bisa kalah banyak loh mbak imel nanti.
aku kasian aja…
huehehe…
Niel, Niel, untuk komentarku yang nomer 25 di atas, paragraf yang pertama, iya, yang pertama, ada yang salah tulis, Itu mestinya buat “Dan”, tolong sampaikan pada “Dan”. Awas kalau nggak disampaikan! Untukmu yang paragraf ketiga, dan tolong sekalian di-edit, maunya menulis “ketika”, ternyata keluarnya kok “etika”. Jangan lupa ya!
Yoga, terakhir menulis Only Time
@Dan,
Coba sinikan catatan perjalananmu, biar kubandingkan dengan secarik kertas yang kutempelkan di papan agendaku. Secarik kertas yang berjudul: Impian Indonesia. Di sana berserak tempat-tempat yang “harus” aku jejaki sebelum aku tak mampu berjalan lagi. Siapa tahu serendipity itu benar adanya hahahahahahhaha
@DM,
Akhir-akhir ini aku punya pola membaca tulisanmu, DM…tak perlu berkutat banyak pada isinya…tapi langsung mencoba menekuri judul yang kau suguhkan…hehehheheh
Tapi bukan berarti aku tak membacanya…baca kok..tapi selalu sambil senyum-senyum..semelow apapun tulisanmu hahahahahah
Dan soal judul itu, pertanyaan yang cukup menohok dan belum aku temukan jawaban yang sangat pas, ia sering berganti-ganti akibat adaptasi….nanti kalau sudah kutemukan jawabannya, mudah2an aku masih bisa sms di nomor yang sama….:)
icha, terakhir menulis Parafrase Romantis
Jadi sudah sampai Serang, Dan?
Berikutnya ke mana?
Perlu kupanggilkan orang untuk bantu menggotong ranselmu?
Titi DJ, Sobat!
(Maksudku, ntar kupanggilkan Titi DJ buat bantu bawa ranselmu)
@bukan orc! Cuma setengah Orc
orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc orc
Noh, banyak orcnya.. Weee
AL, terakhir menulis BETAPA BANGGANYA SAYA KEPADA KALIAN SETIAP HARI
Hati-hati ya, Pak! Masih ada adik dan sang Bunda nungguin di Salendro…
Aku juga nungguin, nungguin suvenir tiap kota…hehehehe…
Anisa masih setia, Mas Mahendra
aku baca tulisanmu, termasuk komen2mu di atas, sepertinya kamu baru ‘marah’, Dan. pada dirimu sendiri. semoga perjalanan yg kamu lakukan bukan karena ingin membuang rasa itu, kawan. melainkan memang kamu niatkan.
seandainya memungkinkan, sepertinya aku akan melakukan hal yg sama.
ah, semoga aku salah menilainya, tentang rasa ‘marah’ itu.
mampir Semarang ? aku akan mengajakmu ngopi dan ngrokok, yg bukan rasa kapitalis.
Mendaki gunung
Lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman bertualang……
*OST. Ninja Hatori*
Mas DM ikuuuuuuuuuuuuuut……….
hiks,,hiks,,hiks,,
wah, ketinggalan satu.
‘yang membuat bertahan hidup ?’
sepertinya lebih enak kalo diomongkan, sambil ngopi dan ngudud, Dan.
goenoeng, terakhir menulis hilang…
kalau mampir ke jokja titip salam untuk si kupu-kupu kertas…
ikutilah kebahagiaan mu, maka semesta akan membuka pintu bagimu di tempatyang sebelumnya hanya terdapat tembok. dan betapa aq merindukanmu tapi….jokja masih kota terlarang bt qu.
@goenoeng
ngudud itu apa Oom?
anak ilang, terakhir menulis Salam Kerinduan
Nikmatilah hidup karena hidup itu sungguh luar biasa! Hidup adalah perjuangan yang indah!
Hidup DM!!
Hidup DM!!
Hidup DM!!!
Semangaaat!!!!!!
Kemanapun aq pergi
Bayang-bayang mu mengejar
Bersembunyi dimana pun selalu engkau temukan…
Aq merasa letih dan ingin sendiri
Qu tanya pada siapa tak ada yang menjawab
sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada pergulatan yang panjang dalam kesunyian
dudududu……
anak ilang, terakhir menulis Salam Kerinduan
Aha….. Dantiago sudah memulai perjalanannya !
Mulai dari Serang, mau ke Kendal juga…. lalu kemana ya?
*mereka-reka rute perjalanan (dan perasaan)nya, kira-kira kapan sampai Surabaya*
#
…..“Istriku masih mengandung anakku yang kedua. Nanti ketika kamu pulang, anakku sudah bisa berlari-lari mengejar omnya yang bandel!!!” teriaknya lantang.
Aku hanya tertawa. Tapi aku merenungi kalimatnya.
Bagian yang mana ya?
Istri?
anak?
pulang?
dikejar-kejar anak kecil?
tanti, terakhir menulis Dahsyat !!
Benar kak, hidup memang sederhana, dengan hanya bernafas saja kita sudah dikatakan hidup, tapi kenyataannya hidup bukan cuma hanya bernafas saja kan?
Ada suatu perjuangan untuk hidup, ada tanggung jawab dari setiap hembusan nafas kita
cuma doa saja kak yg bisa aku panjatkan buat kakak, aku tulus koq…
Ketulusan itu tak perlu balasan, aku juga tak minta balasan apapun
@anak ilang
ngudud ? tepatnya ngudhud, dengan pembacaan ‘d’ lemah, itu semacam ritual menikmati racun dengan cara dihisap. bisa sendiri, bisa rame2, kayak nano-nano. nah, kadang bisa bikin jengkel orang, tapi yang pasti menyenangkan buat pelakunya.
menurut istilah yang lebih beradab di masyarakat modern, disebut merokok.
hehe, numpang ngaco di sini, Dan.
kamu merasa mejadi orang yang paling sendirian Dan?
Astaga….
Kamu kemanakan kami kami ini…yang menunggu tulisan mu
Yang mereka reka komentar balasan mu…
Hey….
Aku tidak begitu mengerti ini Dan….
Tapi kalaupun kamu kecewa akan sesuatu dalam hidupmu…..siapa yang tidak???
Sering kali kita harus berhenti dan menyadari betapa banyak yang belum kita raih dalam hidup….tentang keinginan keinginan yang tanpa kita sadari…
Bahkan di saat kita belum mencapai segala hal yang kita cita citakan…tetap akan ada hal yang kita pelajari.
Berhentilah sebentar jika kau lelah Dan…..tapi tidak untuk gegabah.
Tapi sekali lagi…kepuasan dan kebahagiaan ada di tanganmu untuk mewujudkannya.
Aku hanya bisa berdoa, untuk bahagia mu…dan aku betul betul berharap kelak kita punya waktu untuk sekedar berbicara, menikmati senja…dengan sebatang rokok yang kau hisap nikmat.
Kali ini..aku tidak akan marah melihat mu merokok di depanku….
aku tunggu Dan.
Dan!!
Kapan kamu pernah smsan sama aku!??!?
Jangan nuduh sembarangan!??!?
Itu fitnah namanya!??!
@Mba anisa
Hay mbak?
Mau ngeblog?
Bergurulah pada mas Mahendra….dia rajanya..kekeke
yessy muchtar, terakhir menulis Public Affair….
kayaknya Penganyam Kata baru beraksi, Dan.
paling lama 10 menit lagi dia sampai komen ini.
siap-siap…
goenoeng, terakhir menulis hilang…
Hmmm…kita tentunya bukan ‘tercebur’ begitu saja ke dunia ini lantas mencoba untuk sekedar bertahan hidup kan?
mungkin pada titik ini saya bisa memahami mengapa mas DM memutuskan untuk melakukan ‘perjalanan’.
Have a nice journey then..!
hati2 di jalan, inget, jangan pernah mempercayai apa saja yang bisa berpikir sendiri kalau kau tidak bisa melihat di mana otaknya disimpan (opo to..hihihihi..).
Dan…
semua yang kamu katakan itu benar,
Dunia blog memang beda dengan dunia nyata, bahkan aku lebih menyukai karakter kamu sebagal Daniel ..dari pada si Penganyam kata.
Aku tidak bisa mendebatmu kali ini Dan.
Apa yang kau rasakan, apa yang kau pikirkan, apa yang kau inginkan, adalah sepenuhnya hak mu….
..
Aku memang punya pasangan hidup
Aku bisa berbagi…
Lantas kenapa kamu tidak mulai mencari?…Mm…okey..mungkin ini sudah melanggar privacy..dan aku tidak mau menyentuh mu terlalu dalam di situ.
Sungguh Dan….
Aku betul betul meraba apa yang kamu rasakan saat ini.
Jika rumahmu bisa ku tempuh dengan perjalanan taxy dalam waktu 10 menit mungkin aku akan kesana, menemui mu..sekedar duduk diam bersamamu…menikmati sunyi….
Aku ingin kamu tahu..bahwa menjadi kesepian atau tidak ….adalah pilihan kamu…
Ingat Dan…Pilihan….bukan keharusan…bukan keterpaksaan..dan juga bukan takdir mu…
Ahhh…Dan….
Kenapa sih kamu?
Aku tidak sedih untuk mu…
Aku hanya sedih ketika seseorang yang aku kenal tidak bisa ku hibur saat ini…
Iya..aku sedih untuk aku yang tidak bisa menemani mu saat ini…
Yang membuatku bertahan hidup?
H a r a p a n
Harapan tentang esok yang cerah. Harapan akan cinta yang mendalam. Harapan melihat binar mata yang riang. Harapan terhadap rintik hujan yang syahdu. Harapan terwujudnya kedamaian.
Ya, itu sudah cukup buatku.
piyek, terakhir menulis selamat tahun baru, jadi ibu rumah tangga, dan traffic light
tak bisa menggapai siapa-siapa?
Berarti betul ..kita membicarakan siapa di sini ..bukan apa..bukan kenapa…bukan bagaimana…
hanya siapa.
semudah itu…sekaligus…sesulit itu…
Jadi siapa yang di sini kau inginkan Dan…
Istri?
Sahabat?
Kekasih?
Teman perjalanan hidup?
Atau murni hanya siapa…seseorang yang saat ini ..kamu butuhkan…hanya kamu yang bisa menjawab.
Dan.
Jika kamu memilih sahabat sebagai jawaban utama.
Bukalah mata dan hatimu lebar lebar….
ada banyak sahabat untuk mu..
Ada..AKU….
Dan…
Aku percaya kamu sudah “bicara” pada Tuhan
Aku percaya kamu sudah berbagi denganNya….
Dan aku tau…jawabannya hanya akan di berikan padamu…hanya kamu.
kebahagiaan dan ketentraman dalam keseharian, lebih yang ku ingini yaitu keridhoan ALLAH SWT, yach itu dah cukup buat q dan selebihnya dapat diperhitungkan lagi.
seriusan, Om?
miSSiSSma, terakhir menulis miSSiSSma is now…
hmm.. saya ketinggalan kereta rupanya.
sudah pergi kau Dan?
kenapa tak mampir kegubukku? ini pelanggaran! Serang-Tangerang masih satu wilayah kekuasaan.
pertanyaanmu bagiku klise, “apa yang membuat kalian bertahan hidup?” , Jelas semua yang ada didiriku,disekelilingku,di pikiranku,dikeyakinanku dan segalanya termasuk KuasaNya yang masih berkenan memberiku hidup. Maka aku tetap bertahan hidup.
agh… Kalau sudah begini aku malah jadi kangen emak di rumah? sudah setua itu aku belum bisa jua membahagiakannya. Hey! Emak pula yang menstimulus diriku untuk bertahan hidup, sebab aku ingin sekali membahagiakan emak. Salah satunya, membelikan alat bantu dengar yang baru untuknya.
Gyah… mulai ngelantur berkepanjangan aku.
Wish you all the best Dan!
@Orang biasa & DM
Tentang orang yang pernah merasa sepi walau ditengah keramaian, saya pernah menulis di http://edratna.wordpress.com/2007/10/18/rasa-kesepian-bagaimana-mengatasinya/
Tapi saya berharap DM bukan orang yang lagi merasa sepi di tengah keramaian (jika tulisan ini riil yang menggambarkan perasaannya).
.
Kadang, bagi seorang penulis, seperti Penganyam Kata kita ini, saya berpikir, apakah yang ditulisnya nyata? Atau seperti sebagian penulis skenario lain, yang ingin mengharu biru perasaan penontonnya? Atau pembuat film horor yang ingin membuat penontonnya takut, tapi tetap datang ke bioskop?
Entah mana dari kedua hal tsb yang benar….Jadi, saya memberi komentar awal seperti kesan pertama saat membaca tulisan ini. Kemudian setelah lama, berpikir, kadang geli sendiri, jangan-jangan teman kita ini sengaja mengharu biru pembacanya….dan dia tersenyum-senyum melihat reaksi pembacanya. Dan kebenaran itu akan terlihat kalau kita ketemu bertatap muka, karena dari pandangan mata akan terlihat bagamana gambaran sebenarnya…jarang mata bisa menutupi perasaan seseorang. Oleh karena itu, tataplah lawan bicaramu…
Apapun kebenarannya, keduanya berhasil Niel…..saya komen ini sambil senyum-senyum sendiri, soalnya Jakarta pagi2 hujan dan nggak bisa ngapa2 in.
Hujan menyejukkan, tapi kadang membuat hati melow….dan saya lebih memilih menyeruput susu coklat panas sambil memandangi rintik hujan di jendela.
edratna, terakhir menulis Ayah dan putri nya
Hahaha….dan postingan di atas termasuk kategori ceritera…lanjutan dari The Waiting is Almost Over……
Bisa juga kisah nyata Penganyam Kata sendiri, ataupun imaginasi penulisnya…
Ahh Niel….lain kali mesti berhati-hati, analisis dulu sebelum komen..huahuahua
edratna, terakhir menulis Ayah dan putri nya
yey, si Om…bukannya menjawab,, malah balik nanya…
diulang nih…
seriusan, Om?
miSSiSSma, terakhir menulis miSSiSSma is now…
Dalam hidup, ade tidak bertahan, ade berjuang dan meraih impian
@ Tanti : temen yang centil yah…….. hmmmm begitu ya…..temen mas yang centil…… hehehe
prameswari, terakhir menulis Terapi Oksigen Hiperbarik, terapi penunjang yang pantas dilirik
@goenoeng
Oooo…merokok ya Oom
anak ilang, terakhir menulis Salam Kerinduan
Serius niy mas DM……kapan ke Padangnya ? Kira-kira sampainya tanggal berapa ?
imoe, terakhir menulis …pesona carlos…
Apa yang membuatku bertahan hidup?
Ini pertanyan yang samasekali baru bagiku karena selama ini tak pernah kurisaukan hidupku, tentu saja aku kadang tetap harus bersusah hati oleh permasalahan hidupku.
Namun seepertinya hidup berarti dipilih, & dipilih bukan untuk menggengam erat namun untuk melepaskan sekaligus menerima. Dalam hubungan timbal balik itu, melepaskan & menerima, hidup jadi bermakna & terus dikuatkan
Sekedar salam dariku teman, sesama pejalan
tomy, terakhir menulis TUHAN DALAM DIRI SESAMAMU
Wah Kalau Mampir ke kendal salam untuk angin kendal mas,aku kangen untuk pulang. SIapa tahu aku pas lowong dari kerja kasih tahu mas.aku bisa pulang menemani
hehehhehe.
Yang Membuatku Terus Bertahan Adalah Mimpi,Mimpi juga pasti yg membuat mas DM keukeuh untuk traveling entah mimpi tentang apa.
yang membuatku hidup adalah Harapan…