<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Agar Naskah Dilirik Penerbit</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: NRifa</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-10385</link>
		<dc:creator>NRifa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 19:38:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-10385</guid>
		<description>hmmmmm gimana agar naskah di lirik , huuuhhuuuu...harus traveling dulu kaenya ya... bikin naskah yg bagus ...trus terbit dehhh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmmmm gimana agar naskah di lirik , huuuhhuuuu&#8230;harus traveling dulu kaenya ya&#8230; bikin naskah yg bagus &#8230;trus terbit dehhh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: writer wanna-be</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-7057</link>
		<dc:creator>writer wanna-be</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 02:32:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-7057</guid>
		<description>Wah, bahkan tulisan bagus ini pun belum kubaca? Betul-betul ketinggalan banyak aku, Dan!

Ya, apa pun memang harus berbeda agar menarik perhatian, termasuk karya tulis dan atau sastra. Berbeda, itu kuncinya. Orang tidak tertarik membaca atau menikmati karya yang seragam (paling tidak, kurang ketertarikannya dibandingkan menikmati sesuatu yang baru toh?). Tapi ada fenomena yang kurasa malah terbalik dari sisi penulis sendiri: saat ada satu tema tulisan yang &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; hingga difilmkan dan dijadikan sinetron segala macam, penulis-penulis lain malah berbondong-bondong menciptakan karya yang serupa.

Itu masih dikategorikan membaca selera pasar atau latah, Dan?



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Bisa dua-duanya. Mengikuti selera pasar atau latah. He-he.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, bahkan tulisan bagus ini pun belum kubaca? Betul-betul ketinggalan banyak aku, Dan!</p>
<p>Ya, apa pun memang harus berbeda agar menarik perhatian, termasuk karya tulis dan atau sastra. Berbeda, itu kuncinya. Orang tidak tertarik membaca atau menikmati karya yang seragam (paling tidak, kurang ketertarikannya dibandingkan menikmati sesuatu yang baru toh?). Tapi ada fenomena yang kurasa malah terbalik dari sisi penulis sendiri: saat ada satu tema tulisan yang <i>booming</i> hingga difilmkan dan dijadikan sinetron segala macam, penulis-penulis lain malah berbondong-bondong menciptakan karya yang serupa.</p>
<p>Itu masih dikategorikan membaca selera pasar atau latah, Dan?</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Bisa dua-duanya. Mengikuti selera pasar atau latah. He-he.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: icha</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-7003</link>
		<dc:creator>icha</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 16:22:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-7003</guid>
		<description>dua untuk hari ini:

1. postingan ini...
2. kata-katamu ini: Tak mesti menunggu keajaiban untuk menjadi seorang sastrawan. Itu sesuatu yang bisa dilakukan kalau kita mau (bukan kalau kita bisa). Mana tau toh?


Makasih untuk dua itu...

icha, terakhir menulis &lt;a href=&quot;http://ladangkata.com/2009/01/26/berdialog-dengan-kematian/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Berdialog dengan Kematian&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Rupanya kau membacai balasan-balasan komenku, Lis. Thanx.
Senang kalau memang bermanfaat.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dua untuk hari ini:</p>
<p>1. postingan ini&#8230;<br />
2. kata-katamu ini: Tak mesti menunggu keajaiban untuk menjadi seorang sastrawan. Itu sesuatu yang bisa dilakukan kalau kita mau (bukan kalau kita bisa). Mana tau toh?</p>
<p>Makasih untuk dua itu&#8230;</p>
<p>icha, terakhir menulis <a href="http://ladangkata.com/2009/01/26/berdialog-dengan-kematian/" rel="nofollow">Berdialog dengan Kematian</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Rupanya kau membacai balasan-balasan komenku, Lis. Thanx.<br />
Senang kalau memang bermanfaat.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6957</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 13:33:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6957</guid>
		<description>pertama, saya sangat merindukan utk bisa kumpul2 dg temen2, lalu ngobrol, ngopi sambil ngrokok, habis subuh lomba ngorok, hehehe ... kedua, saya dapat ilmu tambahan bagaimana mempersiapkan naskah buku yang bisi dilirik penerbit, hehehe ... dan yang ketiga, kapan pengembaraan mas daniel akan berakhir?



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;:
Yang pertama: pada dasarnya aku juga jarang, Pakde Sawali. Berkumpul, ngobrol, ngopi, sembari mengepulkan asap seperti itu adalah sesuatu yang sudah sangat jarang kulakukan. Baru kusadari; beberapa tahun terakhir ini aku menghabiskan hidupku melulu sendirian.
.
Yang kedua: Semoga bermanfaat, Pakde Sawali. Hanya sekadar &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt;. Bisa dikoreksi kalau punya pendapat lain.
.
Pengembaraan? &lt;i&gt;The waiting is almost over&lt;/i&gt;, Pakde. He-he.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertama, saya sangat merindukan utk bisa kumpul2 dg temen2, lalu ngobrol, ngopi sambil ngrokok, habis subuh lomba ngorok, hehehe &#8230; kedua, saya dapat ilmu tambahan bagaimana mempersiapkan naskah buku yang bisi dilirik penerbit, hehehe &#8230; dan yang ketiga, kapan pengembaraan mas daniel akan berakhir?</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>:<br />
Yang pertama: pada dasarnya aku juga jarang, Pakde Sawali. Berkumpul, ngobrol, ngopi, sembari mengepulkan asap seperti itu adalah sesuatu yang sudah sangat jarang kulakukan. Baru kusadari; beberapa tahun terakhir ini aku menghabiskan hidupku melulu sendirian.<br />
.<br />
Yang kedua: Semoga bermanfaat, Pakde Sawali. Hanya sekadar <i>sharing</i>. Bisa dikoreksi kalau punya pendapat lain.<br />
.<br />
Pengembaraan? <i>The waiting is almost over</i>, Pakde. He-he.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vivi</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6933</link>
		<dc:creator>vivi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 08:22:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6933</guid>
		<description>mas dm saya pengarang pemula nih sama sekali tidak tau menhu tentang mengarang, saya ingin tanya apa bener pengarang ketika melihat /membaca lagi tulisannya sendiri ia merasa nggak pd atau sepertinya membosankan tapi kata temen2 ku tulisan saya ok he...he...



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Menurutku itu ada betulnya. Aku sendiri sudah tak berani lagi membaca tulisan-tulisanku yang sudah diterbitkan sebagai buku. Sudah bukan aku lagi yang menilai. Biarkan orang lain menggunakan haknya.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas dm saya pengarang pemula nih sama sekali tidak tau menhu tentang mengarang, saya ingin tanya apa bener pengarang ketika melihat /membaca lagi tulisannya sendiri ia merasa nggak pd atau sepertinya membosankan tapi kata temen2 ku tulisan saya ok he&#8230;he&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Menurutku itu ada betulnya. Aku sendiri sudah tak berani lagi membaca tulisan-tulisanku yang sudah diterbitkan sebagai buku. Sudah bukan aku lagi yang menilai. Biarkan orang lain menggunakan haknya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ariss_</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6922</link>
		<dc:creator>ariss_</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 10:47:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6922</guid>
		<description>*baca dengan seksama*
*angguk-angguk*
*catet*
.
o iya Bung Daniel, melihat respon Anda untuk komentar mbak Lala di atas, saya jadi bertanya-tanya, apakah bila demikian, pengarang masih bisa &quot;hidup&quot; dengan hanya mengandalkan idealismenya? ataukah barangkali idealisme pun harus diimbangi dengan sikap realistis?

*masih belum saya cerna puls, menulis itu untuk diri sendiri ataukah orang lain*

ariss_, terakhir menulis &lt;a href=&quot;http://esensi.wordpress.com/2009/01/22/whos-the-next-president/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Who’s The Next President?&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Idealisme dan realistis adalah dua hal yang terus berpilin-pilin sejauh orang memilih profesi sebagai pengarang.
Menurutku pribadi, idealisme tanpa melihat realita sama halnya dengan kekonyolan. Sementara realistis tanpa dibarengi dengan idealisme, sama halnya menjadi penjahat.
.
Kita harus memiliki idealisme. Karena di situlah kreativitas dibangun sesuai kata hati. Tapi kita juga mesti memahami: untuk siapa karya kita dibuat? Apakah ada manfaatnya bagi orang lain? Apakah memberikan daya gerak bagi pembaca? Atau jangan-jangan sekadar muntahan diri sendiri semata.
.
Aku percaya: tak ada orang makan untuk makan. Sama halnya tak mungkin orang menulis untuk menulis. Pasti ada tujuannya. Tak semata semaunya sendiri dengan mengatasnamakan seni. Di situlah kualitas seorang pengarang ditimbang-timbang kadarnya.
.
Ini menurutku.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*baca dengan seksama*<br />
*angguk-angguk*<br />
*catet*<br />
.<br />
o iya Bung Daniel, melihat respon Anda untuk komentar mbak Lala di atas, saya jadi bertanya-tanya, apakah bila demikian, pengarang masih bisa &#8220;hidup&#8221; dengan hanya mengandalkan idealismenya? ataukah barangkali idealisme pun harus diimbangi dengan sikap realistis?</p>
<p>*masih belum saya cerna puls, menulis itu untuk diri sendiri ataukah orang lain*</p>
<p>ariss_, terakhir menulis <a href="http://esensi.wordpress.com/2009/01/22/whos-the-next-president/" rel="nofollow">Who’s The Next President?</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Idealisme dan realistis adalah dua hal yang terus berpilin-pilin sejauh orang memilih profesi sebagai pengarang.<br />
Menurutku pribadi, idealisme tanpa melihat realita sama halnya dengan kekonyolan. Sementara realistis tanpa dibarengi dengan idealisme, sama halnya menjadi penjahat.<br />
.<br />
Kita harus memiliki idealisme. Karena di situlah kreativitas dibangun sesuai kata hati. Tapi kita juga mesti memahami: untuk siapa karya kita dibuat? Apakah ada manfaatnya bagi orang lain? Apakah memberikan daya gerak bagi pembaca? Atau jangan-jangan sekadar muntahan diri sendiri semata.<br />
.<br />
Aku percaya: tak ada orang makan untuk makan. Sama halnya tak mungkin orang menulis untuk menulis. Pasti ada tujuannya. Tak semata semaunya sendiri dengan mengatasnamakan seni. Di situlah kualitas seorang pengarang ditimbang-timbang kadarnya.<br />
.<br />
Ini menurutku.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cak Ri</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6916</link>
		<dc:creator>Cak Ri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 06:57:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6916</guid>
		<description>Kencan di UI Depok ?.....hmmmmm........, hanya sepelemparan batu dari tempatku.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Bahkan hanya sepeminuman teh jalan kaki dari Margonda. He-he.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kencan di UI Depok ?&#8230;..hmmmmm&#8230;&#8230;.., hanya sepelemparan batu dari tempatku.</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Bahkan hanya sepeminuman teh jalan kaki dari Margonda. He-he.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: miSSiSSma</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6906</link>
		<dc:creator>miSSiSSma</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 16:58:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6906</guid>
		<description>meeeeehhhh....
Si Om lagi mengembara gitu, tetep minta undangan..
Gimana ini?
Masa&#039; mau dikirim via wangsit..??

*geleng-geleng muka bijak*

Ngancem mutilasi pulak.
Ya ampun, Om..
Biasanya yang pake metode macam itu tuh kaum anu..
hehehe..

miSSiSSma, terakhir menulis &lt;a href=&quot;http://miss-isma.blogspot.com/2009/01/ganggu-ya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ganggu, ya..&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Via email aja... Nanti kukirim sajak agar kalian bahagia dan selalu melumut di muara.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meeeeehhhh&#8230;.<br />
Si Om lagi mengembara gitu, tetep minta undangan..<br />
Gimana ini?<br />
Masa&#8217; mau dikirim via wangsit..??</p>
<p>*geleng-geleng muka bijak*</p>
<p>Ngancem mutilasi pulak.<br />
Ya ampun, Om..<br />
Biasanya yang pake metode macam itu tuh kaum anu..<br />
hehehe..</p>
<p>miSSiSSma, terakhir menulis <a href="http://miss-isma.blogspot.com/2009/01/ganggu-ya.html" rel="nofollow">Ganggu, ya..</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Via email aja&#8230; Nanti kukirim sajak agar kalian bahagia dan selalu melumut di muara.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoga</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6891</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 07:58:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6891</guid>
		<description>Makasih, &lt;i&gt;happy ending&lt;/i&gt; adalah milik Upik Abu :D

Yoga, terakhir menulis &lt;a href=&quot;http://amaliaonearth.wordpress.com/2009/01/22/seperti-apa-jodoh-anda/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Seperti Apa Jodoh Anda?&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Aih... bawang merah! :p&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih, <i>happy ending</i> adalah milik Upik Abu <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yoga, terakhir menulis <a href="http://amaliaonearth.wordpress.com/2009/01/22/seperti-apa-jodoh-anda/" rel="nofollow">Seperti Apa Jodoh Anda?</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Aih&#8230; bawang merah! :p</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoga</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/01/19/agar-naskah-dilirik-penerbit/comment-page-1/#comment-6882</link>
		<dc:creator>Yoga</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 01:47:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.danielmahendra.com/?p=1553#comment-6882</guid>
		<description>@ Radesya:

Kayak keluarga virtual ya Des, dan Bu Enny adalah Bunda virtual, yang jadi sumber kebijaksanaan bagi &quot;anak-anak&quot; pengunjung Pe Ka. Terus Desya, anak bungsu gitu? Hehehe.... 
:D

Yoga, terakhir menulis &lt;a href=&quot;http://amaliaonearth.wordpress.com/2009/01/20/barangkali/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Barangkali&lt;/a&gt;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Dan kamu adalah upik abunya, Yug. Begitu? Hi-hi-hi.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Radesya:</p>
<p>Kayak keluarga virtual ya Des, dan Bu Enny adalah Bunda virtual, yang jadi sumber kebijaksanaan bagi &#8220;anak-anak&#8221; pengunjung Pe Ka. Terus Desya, anak bungsu gitu? Hehehe&#8230;.<br />
 <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yoga, terakhir menulis <a href="http://amaliaonearth.wordpress.com/2009/01/20/barangkali/" rel="nofollow">Barangkali</a></p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Dan kamu adalah upik abunya, Yug. Begitu? Hi-hi-hi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

