Sebuah Surat Tanpa Alamat Surat
(The Waiting Is Almost Over: 11)
Kepada Petualang Muda
Bagaimana kabarmu? Sehat? Semoga. Saat kau membaca e-mail ini, aku tidak tahu, sedang di kota mana kamu berada. Semoga kamu baik-baik saja.
Butuh sebuah kekuatan yang tak ringan hingga pada akhirnya aku bisa menulis surat ini kepadamu. Butuh keberanian yang tak sepele untuk bisa memutuskan apa yang terbaik bagi kita berdua: aku dan kamu.
Setelah aku pikir masak-masak, apa yang kau katakan tempo hari di Bandung saat kau hendak pergi menggendong ransel, ada benarnya juga. Ya, aku memang mesti melanjutkan hidupku. Mesti tegas dan punya sikap. Toh kamu sudah memutuskan. Begitu pun aku: mesti berani memutuskan pula.
Sudah kutawarkan jalan hidup bersama. Baik melalui tol maupun di jalan setapak. Namun rupanya kau lebih memilih berlari menembus hujan. Padahal kita bisa melumut jadi satu di muara. Hingga akhirnya kita memang mesti menentukan jalan hidup kita masing-masing.
Menunggumu adalah sebuah jalan cerita yang tak berkesudahan. Dalam kondisi normal kau lebih asyik dengan pekerjaanmu yang selalu saja menggunung (kapan kencannya?). Di saat santai, kau malah sibuk dengan rencana petualanganmu (kapan kita pernah punya waktu bersama?).
Nyatanya kau memutuskan pergi berkelana dari kota ke kota. Bertemu teman-teman lama, teman-teman baru, dan ehem-ehem! (kau pikir aku tak cemburu mengikuti kisah perjalananmu di blog dalam The Waiting Is Almost Over, eh?).
Aku tahu, tak hanya aku perempuan yang mencintai kamu. Juga aku tahu tak hanya aku yang menginginkan kamu. Tapi kamu terlalu asyik dengan semua itu. Masih sulitkah menentukan satu dari sekian banyak? Hidup mesti realistis, Dan. Umurmu makin bertambah, dan waktu tak pernah mau menunggumu. Hingga aku pun mesti realistis untuk dapat terus menunggumu.
Pergilah jika kamu memang ingin terus pergi. Reguk apa yang kau inginkan. Tapi jangan kau lupa satu hal: hidup juga terus berjalan. Dan orang-orang yang pernah kau temui pun tetap melanjutkan hidupnya masing-masing. Adakah orang yang lebih peduli terhadap dirimu selain aku? Jadi arah mana yang hendak kau tuju?
Namun demikian, ribuan terima kasih, Dan, untuk kebersamaan yang pernah kukecap. Manis getir, susah senang, semua begitu berarti bagiku. Jujur aku banyak belajar darimu. Tentang pemaknaan hidup, juga tentang hidup itu sendiri. Aku takkan pernah bisa melupakannya. Tapi sekali lagi: hidup memang mesti realistis.
Selamat tinggal, Dan.
Pesanku: jangan lupa sholat. Jangan malas mandi. Dan jangan suka menyepelekan makan.
Bandung 1 Februari 2009,
-Peri Kecilmu-


kadang jadi laki-laki itu saya pikir memang egois ya mas. ini salah satunya. email ini jelas-jelas sebuah harapan yang berakhir menyedihkan. pengharapan sia-sia dari sang perempuan.
menunggumu adalah sebuah jalan cerita yang tak berkesudahan.
ah benar sekali mas. kapal itu dilabuhkan mas? kapan kereta itu berhenti di stasiun? kapan busnya harus berada di terminal?
jemputlah cinta yang datang berbantun-bantun di hati. jangan lepaskan lagi.
eh, satu lagi: mengapa dari banyak cerita mas daniel berakhir tragis?
Zulmasri, terakhir menulis MENANTI HARAPAN DALAM PINTA DAN DOA (catatan seorang siswa)
So… THE END?
Tapi mungkin memang lebih bagus begitu. Biarkan peri kecil menemukan hidupnya tanpa Peter Pan.
“Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu.
Kamu terus menanti. Segelas air putih” (Dee, p9)
“Peri kecil ada di depan mata saja ditampiknya, apalagi perempuan tak cemerlang, tak rupawan?” (EM 18:26)
Ahhhh kenapa sih hari ini yang kubaca semuaaaaa sad ending? Firasat?
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Dalam Kelembutan Pagi
mau menegaskan pernyataan pak Zulmasri… kenapa akhir-akhir selalu tragis?
Baru masuk Februari loh….. akhir tahun masih JAUUUUH
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Dalam Kelembutan Pagi
Hahaha…
@ Mbak Imel: Memangnya Dan = Peterpan yang ditemani Wendy dan Tinker Bell? Hehehe…
@Dan: Nggak dicek dulu asal email itu dengan teliti, IP # nya nampak ndak? Soalnya gaya bahasanya kok sama dengan gaya bahasa Daniel.
Salam,
Yoga, penikmat WAO.
Yoga, terakhir menulis Bahkan Peramal Pun Tak Tahu Masa Depannya!
@Dan
Menunggu bagi seorang perempuan itu saja sudah berat, apalagi menunggu tanpa kepastian.
Perempuan mencari rasa aman.
Gak salah kalau ditinggalin, emangnya cowo situ doang Dan.
@DM
Saya ingat di pernikahan seorang kawan, datang laki-laki tau-tau moarrah. Ternyata laki-laki itu pacarnya kawan saya. Meradang dia, cewenya tau-tau kawin sama orang lain.
Kawan saya bilang, ‘Makanya sih udah berbulan-bulan gue tanya, kita bagaimana? Gak dijawab-jawab. Lah, gue bingung, sebetulnya kita itu mau maju apa jalan di tempat terus sih. Jangan nyalahin orang.’
Beberapa saat kemudian, kawan saya cerita. Dia udah bosen pacaran, maunya nikah. Kalau pacarnya waktu itu bilang jujur kalau harus mikirin adiknya dulu dan dia musti tunggu, dia tunggu. Yang penting jelas, sampe kapan musti nunggu. Tapi si pacar gak ngomong apa-apa sih. Trus tau-tau ada cowo yang datang entah dari mana ngelamar dia. Dia terima aja. Lebih jelas arahnya..
AL, terakhir menulis Pernikahan yang Sendu
mayangkah itu ?
imoe, terakhir menulis …dari padang untuk selamatkan anak dari bahaya tembakau…
Aku tertarik dengan kalimat ini kak (Menunggumu adalah sebuah jalan cerita yang tak berkesudahan) sepertinya tokoh wanita yang ada itu sudah lelah menunggu…
@AL
Tante…., aku sependapat dengan tante…
kenapa nggak sekali-kali cowok yang disuruh nunggu ya? kan biar adil…
Pesan tambahan:
kak Dan, jangan lupa sebelum bobo cuci kaki, tangan, gosok gigi terus jangan lupa berdoa dulu ya, trus baru bobo..
*dipelototin Dan*
sesungguhnya, aku berharap surat tanpa alamat itu hanya sebuah fiksi, mas daniel. tapi kalau memang bukan lagi sebuah fiksi dan betul2 menjadi sebuh realitas hidup, agaknya memang benar, jalan hidup masih banyak yang bisa dilalui dengan ending yang happy, yang penting ke depannya, persoalan seperti ini tdk menjadikan sikap kolegalitas dan persahabatan jadi ancur. *duh, kok jadi soak tahu aku*
duuuuhhh… kasian banget deh si dan. mangkannyaaa… belum pernah kan diputusin cewek? emang enak? huehehe… (puwas juga akhirnya di serial ini si dan nggak beruntung-beruntung amat sama cewek) *mikir sambil ngasah tanduk di atas kepala*
tapi rasanya aku bisa merasakan mood kamu saat merawi tulisan ini deh, goniel, nggak sama dengan kesan yang kamu coba siratkan.
*membayangkan DM ngetik sambil cengar-cengir iseng kayak kuda*
iya, iya, nggak pake nyengir juga udah mirip kok… *digantung pake mafela sampe isded*
marshmallow doang, terakhir menulis Saat Tuhan Sedang Senang Bercanda
Aku ambil pesannya … pas
Peri kecil ini mewakili banyak wanita …
Sepertinya cerita akan terus berulang demikian
DV, terakhir menulis Peregangan Otak
Musti realistis…….
jika tak ingin kesepian janganlah bersepi.
Jika tak ingin sakit, lenyapkan segala pembuat sakit
Jika tak ingin bimbang di ujung jalan, maka putuskan.
hmmm….Tidak semua yang diinginkan itu bisa berjalan seiring
setiap aksi selalu ada konsekuensi
hmm surat tanpa alamat surat? kalo pake pos siy bisa kayaknya…… hehehe
prameswari, terakhir menulis G-walk, Wisata kuliner bernuansa seni
@YUG
Peter Pan yang pake stocking hijau itu kan??? Apa kamu bisa bayangkan Danny pake stocking hijau? hihihi
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Dalam Kelembutan Pagi
idiiiihhhhh….
yessy muchtar, terakhir menulis Pagi kemarin.
aku ingat pernah ada cerpenmu berjudul sebuah rumah tanpa alamat surat a.k.a. “kuburan”. hiiii… yang ini baca emailnya bukan di kuburan, kan?
surat ini ditujukan ke suatu tempat tanpa alamat. tapi alamat email kan tetap alamat juga namanya…
jangan-jangan surat nyasar, goniel! atau spam? bisa jadi hoax juga! eh, eh, advertising! ehm… atau caleg kampanye? orang iseng nggak mustahil sih. atau forwarded email! iklan layanan masyarakat?
*iseng dilempar dodol*
pagi, goniel! jangan lupa agenda pagi ini (nambahin pesan peri kecil): ngasih makan ayam, nyikat kamar mandi, benerin pagar, ngecat dapur, dan ganti sumbu kompor.
@Dan Jika Belum Puas Berpetualang Lanjutkan dan,Percuma tubuhmu dirumah tapi jiwamu entah kemana,lebih baik tubuhmu ada dimana tapi selalu ingat rumah.
Jangan2 yg kirim Annisa
,btw annisa kok belum muncul lagi :p
Jadi penulis surat ini Tinker Bell? bukan Fatima?
tanti, terakhir menulis When Your Heart is Calling You
salam kenal, saya mampir baca-baca. Saya suka tulisannya…
mayssari, terakhir menulis Di Balik Layar
ehem ehem … sopo iki mas ??? nek aku wegah diajak melumut, mending melumat hehehehe
@ Marshmallow :
Mbak, Mbak…
Itu Peri Kecil, apa Majikan????
wekekekekeke…
@ Mas DM:
komentarnya ntar ya, MAS Daniel Mahendra…
Lala, terakhir menulis Unnecessary Madness
Mas DM…baru tau kalo Dan bisa diputusin cewe…hehehe…Mas…tentang perjalanan Dan ini sy bacanya cuma lewat blog ini aja. bukunya udah terbit belum? soale sy pengen miliki bukunya.
dan kadang2 perasaan malah jadi lega, pas dapat keputusan begitu dari ceweknya.
aku mikirnya, Si Dan ini pasti senyum2 waktu dapat surat itu.
soale, sebenarnya yg ‘secara nggak langsung’ yang mutus kan Si Dan, waktu awal2 itu.
eh DM, Si Dan sekarang baru kongkow di mana ? Weleri ? beli sate sapi bumbon ?
*sambil meng-ingat2 perasaan, waktu dulu mengalami hal yg hampir sama
*
Dan, Anisa kok gak pernah kelihatan lagi.
mbok apak’ke, dab ?
Kalo seumurnya pak Daniel mah udah aneh pacaran ye…
Masih sulitkah menentukan satu dari sekian banyak? Hidup mesti realistis, Dan.
Walah, emang berapa banyak sih?
Jangan-jangan, gara-gara kepusiangan mikirin cewe, jadi gay di Dan huehehe..
AL, terakhir menulis Bullying
@ AL kalo ngga pacaran gimana dapet cewe untuk dikawinin?
(oooh dijodohin aja ya?)
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Sakit Kepala atau Pusing?
iya, iya, bukan tugas kamu, tapi tugasku.
giliran kamu kan nguras sumur sampe kering, ngasih makan macan, terus antri minyak tanah.
gitu kata nyonyah tadi pagi, mang!
*sesama PRT dilarang cekcok*
pembagian tugas, terakhir menulis Saat Tuhan Sedang Senang Bercanda
Hahaha… Kalau hitam-hitam itu namanya Batman, Daniel… bukan Peterpan!!!
Ck..
Yoga, terakhir menulis Hark! Dengarkan Pesta di Tengah Sepi
Hehehe….
Serem!
Nggak lucu lagi dong, malah nakutin anak-anak.
Yoga, terakhir menulis Hark! Dengarkan Pesta di Tengah Sepi
mas mahendra diputusin pacarnya ya???
ngak papa mas…… ngapain takut…… ngapain sedih…… masih banyak yang lebih baik dari pada perempuan itu……. masih banyak yang lebih cantik banget dan cinta sama mas dan bersedia menerima mas mahendra bagaimanapun keadaan mas, dan apapun tujuan hidup mas kedepannya……. bukankah cinta itu menerima mas???
lihatlah kesekeliling mas pasti banyak perempuan yang bersedia menggantikan perempuan itu. anisa yakin banget.
bukan anisa manas-manasin yaaaa…….tapi kalau udah ke putusan perempuan itu begitu mas mahendra jangan jadi patah hati terus merasa hidup ngak berarti lagi kaaannn……. anisa bisa meyakinkan mas mahendra kalau itu berarti perempuan itu bukan yang terbaik buat mas……… tapi anisa bukan manas-manasih loh ya????
anisa suka banget tulisan ini mas. lebih hidup dan lebih bagus dari pada tulisan-tulisan sebelumnya. mungkin karena di tulis nya benar-benar dari hati ya mas….
mas DM, saya kok orangnya suka kalo baca sebuah cerita yang banyak tokohnya begitu, selalu terobsesi pengen tau lengkap gambaran tokoh itu, apa hubungannya dengan tokoh utama…nah makanya penasaran ama mayang dan yang lain…hehehehehehehe KOK GITU YA ? ngak tau juga tuh saya…pokoknya penasaran aja….penggambaran mas DM hidup siy..jadi pengen tau lebih aja….
imoe, terakhir menulis …kaya dan berkah…
Aduh, Om..
Pulang atuh, eta Dixigraf gimana…?
Nanti Mas Tas tambah setress…
hahahaha…
miSSiSSma, terakhir menulis ah…i’m so happy..
Pengembaraan untuk mencari apa yang tak hendak dicari. Mendapatkan yang tak diharapkan. Lalu dua hati ada di simpang jalan. Bye… bye…
Hejis, terakhir menulis PERKAWINAN TANPA KERTAS
alhamdulillah…
akhirnya datang juga…
walaupun kamu nggak bisa ngarang cerita lucu, Dan. tapi, terus terang aku dapat hiburaaan…
lucu, Mas Mahendra
peace, ah !
Surat buat kak Dan..
Kak, jika aku pergi jauh.. jangan teteskan air mata tapi lukislah senyuman, saat aku kembali di sisimu lagi, jangan biarkan posisiku di hatimu tergantikan orang lain dan bila nafasku telah terhenti, kenanglah aku selalu hari ini,esok dan nanti…
Ingat juga pesan tambahannya ya..
hehehe..
*Aduh!!! Ditimpuk sepatu kak Dan*
kaburrr!!!
mas mahendra asal mas tau aja anisa bakal terus mengikuti blog ini dan tulisan mas mahendra sampai kapanpun!!!
dan asal mas mahendra tau aja anisa udah kenal kok sama mas mahendra ngak susah buat melacak siapa mas dan bagaimana mas itu dan anisa tetap tidak menilai mas mahendra itu negative!!!
dan kalau mas mahendra tetap ngak yakin bahwa masih ada perempuan yang akan menerima mas mahendra bagaimanapun keadaan mas mahendra tanyalah anisa….anisa bisa sebutin orangnya satu persatu.
udah…. anisa ngak akan ngomong soal ini lebih panjang lagi………
anisa tau banyak perempuan yang pengen bisa ngomong kayak anisa juga tapi ngak berani aja……
ya kalau anisa berani jujur trus kenapa ??? anisa yakin banyak orang yang pengen bisa ngomong jujur juga tapi terlalu malu atau takut atau apalah.
anisa sih fair fair aja…… anisa ngak pernah keberatan kalau ada yang berani jujur juga seperti anisa.
toh blog ini bukan milik anisa . semua orang bisa aja ngomong sesukanya asal saling menghormati kan ? itu yang mas mahendra pernah bilang dulu ke anisa kan??? pas mas mahendra balas coment anisa…..
selamat malam mas jangan lupa solat dan jangan begadang, jangan malas mandi dan makan teratur yaaa………
mas goenong apa kabar???
***oh….ya mas….. kalau mau nulis soal ketemu anisa bisa juga pas mas mahendra di jogja ntar anisa tunggu di rumah eyang…. (baca email deh)
@Anisa
kabar baik, Anisa…
Huhauahuahuahuahau,,,,
huahuahuahahua
Mbak Anisaaaaaa…ayo terus majuuuuu!
hauhauhauhau..hajar mbakk..hajarrrrr….aku dukung ….Wokeh!!
@DM
hihihihihihihihi
numpang ketawa bentar boleh ya mas
hua haahaahaaaaaaaaa
nungkinung, terakhir menulis G-walk, Wisata kuliner bernuansa seni
Help me…………..
sini mas, mafeela merahnya ade lempar, tangkep ya……
nungkinung, terakhir menulis G-walk, Wisata kuliner bernuansa seni
ini kan surat yang pernah kutulis untukmu.
kok di pulish ????
easy, terakhir menulis Tidak Semua Caleg itu PAYAH
hahahhahahahaha
aku juga numpang ketawa di sini aahhhhh
(eh…. apanya yang lucu sih???)
(Neo Peter Pan, aku belikan stocking hitam dari sini. Ynag transparan kotak-kotak aja ya, atau mau yang dari bahan rajut? Perlu sepatu berhak nya ngga nih?)
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Sakit Kepala atau Pusing?
anisa. lama ditunggu bahasa kasihnya. akhirnya keluar juga.
kapan cerita dilanjut mas? rencananya kan mau mampir di tempat pak samali kendal. hanya saja 4 feb nanti pak samali ke lpmp semarang, ada acara dg zulbasri dan bloger lain
wakakakakak!
sakit peruuuuutttt…
cup… cup… sabar, goniel… eh, mas mahendra!
orang sabar emang kasiaaaann… banget!
@anisa:
hai, anisa! emang si mas mahendra tuh nggak ada sisi negatifnya. ibarat magnet, kutubnya positif semua!
tadi itu pas lagi nunggu azan subuh, doljel!
lagian kamu, kalau belum subuh aja masih melek!
subuh itu yang ada orang bangun tidur, bukan berangkat tidur!
ck! bandel banget!
(eh, jangan-jangan sibuk chatting sama cewek-cikini-yang-nunggu-di-rumah-eyang-di-jogja, ya? huahaha… kelakuan! somebody help meee….)
*ngacir sambil cekikikan*
mas melo, terakhir menulis Saat Tuhan Sedang Senang Bercanda
Huehehe…. Anisa, mantap! Mainkan! Hihihi…
Nis, kita udah kenalan belum Nis?
Yoga, terakhir menulis Hark! Dengarkan Pesta di Tengah Sepi
@ DAN
maaf bila memvonis, kamu takut akan sesuatu. Aku tau apa yang kau takutkan! Percayalah, aku tau! From the deepest in u’r heart, Kamu ingin sekali bersama peri kecil itu, tapi rasa takutmu terlalu menghantui.
@ DM
kisah yang bagus!
@ Peri Kecil
keputusan yang tepat. kamu akan dapatkan yang lebih pantas.
suhadinet, terakhir menulis Soal UN 2009 (Kisi-Kisi dan POS)
@ikyu_san
Tanpa pacaran? Gimana ya? Ketemu cewe langsung seret pulang ke rumah ortunya trus lamar, siapa tau mau. heheh..
@DM
Ternyata selain versi kisah yang dirawi itu, ada juga versi live-nya. Tetep dijaga dong, yang bikin rame loh…
Seru an live-nya!
annisa wrote: dan kalau mas mahendra tetap ngak yakin bahwa masih ada perempuan yang akan menerima mas mahendra bagaimanapun keadaan mas mahendra tanyalah anisa….anisa bisa sebutin orangnya satu persatu.
Siapa nis? Siapa? Hayo ngegosip…
Waduh…kayak nya banyak banget tukang kompor nih…jadi seru n rame banget.
Aq sungguh salut untuk tokoh wanita nya. dy sungguh berani untuk mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya. BAGAIMANA bisa dy berkata selamat tinggal kepada seseorang yang tidak pernah dimiliki? KENAPA tetes air matanya harus jatuh dari seseorang yang tidak pernah menjadi kepunyaan dy? KENAPA dy mencintai seseorang yang cinta nya tidak pernah untuk dy? memang benar seperti apa yang di katakam mas zulmasri yang sebagai laki-laki pun mengakuinya bahwa laki-laki itu kadang egois.
Mungkin memang itu jalan yang terbaik. menjalani hidup masing-masing.
Hhhufff….isi surat ini mengingatkan aq pada seseorang.
“Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar, Dia beri aq kaktus berduri.
Aku minta kupu-kupu, di beriNya ulat. Aku kecewa dan sedih!.
Namun tidak lama kemudian kaktus itu berbunga indah sekali
Dan ulat itu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik
Begitulah cara Allah mengasihiqu, selalu indah pada waktunya”
Setujuuu!!! Hidup itu memang harus realistis. harus berani mematahkan ranting yang rapuh untuk membiarkan tunas yang baru tumbuh.
Yang hilang kan terganti……
@ikkyu_san
memang awal nya sad ending tapikan kita ga pernah tau kisah selanjutnya. iyakan tante?
@radesya
Menunggumu adalah sebuah jalan cerita yang tak berkesudahan.
sama kak aq juga suka kata-kata itu.
@geonoeng
Betul mas, mungkin saja saat itu wanita itu sedang bingung memberikan keputusan untuk menjalani hidup masing-masing. Jadi dengan adanya keputusan itu malah membuat sang wanita merasa lega.
Jadi inget lagunya Air Supply, I Can Wait Forever, asal mereka melangkah ke arah yang sama, ke tempat yang sama, di mana di situ mereka bisa together forever.
Aku rasa Peri Kecilmu itu sedang berada dalam self defense mechanism, di mana ia berjuang sekuat tenaga untuk bilang sama Dan kalau ia akan berhenti menunggu lelaki tercintanya itu…
I’ve been in that shoe before. Sakit banget, berpura-pura bahwa aku baik-baik saja padahal sebetulnya perasaanku jauh dari baik. I did that for some reason; karena aku ingin dianggap dewasa dan tegar, karena aku ingin dia tidak kepikiran dan bisa moved on, juga karena aku tahu it was the best thing I could do…
Kelak, bisa jadi Peri Kecil itu pasti akan merasa telah mengambil keputusan yang salah.
Dan mungkin juga, malah seorang Dan yang akan merasa bahwa keputusannya untuk meninggalkan perempuan itu adalah satu kesalahan yang dia sesali… for the rest of his life….
(huaaa… kenapa serius gene sih komentarku… )
Lala, terakhir menulis at the end of the day…
Shop assistant: Hello, can I help you?
Vivian: I was in here yesterday, you wouldn’t wait on me.
Shop assistant: Oh.
Vivian: You people work on commission, right?
Shop assistant: Yeah.
Vivian: Big mistake. Big. Huge. I have to go shopping now.
Dan si Vivian-pun meninggalkan pramuniaga itu sambil membetulkan letak topi dan kaca mata gelapnya, dengan senyum yang PUWAS BUANGET!!!
Haha! What a great scene! And I love it!!!!
(nah, sekarang malah ngomentarin balesan komentarmu, Mas… hehehe….)
Lala, terakhir menulis at the end of the day…
eh eh .mbak Anisa…ada potonya looo….cantik mbak….cantik..:) *poto asli kan ya mbak
*
@Lala…
La…gak usah ngomongin film gue gituh don….gak enak ah….lo kalo kagum sama gue entar gue kasih tanda tangan….*xixixxixixixiix*
@DM
Hai jel….
yessy muchtar, terakhir menulis Are You flirtable?
lam kenal!
Blog Cantik, terakhir menulis Siapa Saya?
Hmm hidup memang harus berjalan….penantian tanpa batas juga membuat kita kehilangan opportunity…dan kadang harus berpikir mungkin memang belum jodoh, karena kalau jodoh biar ntar ketemu orang lain, akan kembali lagi.
Kenapa judulnya surat tanpa alamat surat? Atau karena melalui email? Bukankah email itu juga merupakan alamatnya? Kan sekarang udah jarang surat lewat pak pos….jadi saat buka email, udah mulai deg2an…ada berita apa ya? Adakah surat dari si Dia?
Niel, aku suka cerita ini, karena bagi cewek tak ada lagi cerita harus nunggu sampai hari kiamat, padahal dunia ini begitu indah dan banyak cowok keren bertebaran….hihihi
edratna, terakhir menulis Naik Kereta Api Bandung-Jakarta tetap menyenangkan
@DM balasan komen no 55
Salah juga!
Hantu jamu gendong tepatnya!!!
hebat betul kang DM ini ya… dikerubutin cewek2 seleb jagat blog… (ehm… apa kabar ikkyu san, marshmallow, yessy, jeunglala… rajin amat kongkow di sini…), hehehe…
DM… pada akhirnya, seseorang harus melabuhkan dirinya pada sebuah terminal akhir; itu manusiawi… kelelahan jiwa yang terus berkelanan, musti diistirahatkan, segeralah tunjuk, di terminal mana engkau akan berhenti dan takkan pergi lagi…
(he, si akang perginya naik kereta kan? mustinya stasiun ya… hehehe…)
@vizon:
kabar baik, da.
kita memang seneng banget nongkrong di sini, abis bisa ketawa-ketawa gitu (ngetawain yang punya blog maksudnya).
nggak perlu iri sama si DM, da vizon. bagi sebagian bloger kunjungan rutin begini mungkin berkah, tapi bagi yang punya blog, rest assured, begini ini mah musibah! *DM manggut-manggut mengiyakan*
sumpah, da! berani taruhan potong kuping DM! hakhakhak!
*diceburin DM ke sumur* (woooiiii!!! sumurnya kering neeehhh!!! sakit kejeduk dasar sumur, tau?)
datang tak diundang, pulang tak diantar, terakhir menulis Saat Tuhan Sedang Senang Bercanda
baca postingan + komen-komennyah satu kali..
^los pokus antara postingan dengan komen dari anisa^.
baca sekali lagi.
^tambah los pokus^.
baca yg ketiga kalinya..
^lebih tertarik komen anisa daripada postingannya..lebih seru euy^.
wakakak,,,
omoshiroi, terakhir menulis Finding Forrester (film)
Ha??? Julia Jembret?????
Sejak kapan obsesimu beralih menjadi seorang Sutradara?
Bukannya dulu kamu selalu berobsesi menjadi cowok yang keren?? Iya, obsesimu yang nggak pernah kesampaian ituuu!!! wekekekeke…
@ Uda Vizon:
aku idem sama pendapatnya Uni Marsh.
Betah di sini karena puas banget kalau udah ngetawain bossnya PK! wekekeke…
*tos dulu ah ke Uni*
@ Yessy:
Ternyata nggak perlu gue jelasin kan, Boss… Udah dijelasin sama si MAS Daniel.. hihihi….
Lala, terakhir menulis …and this is all about
@Uda Vizon…
ahh….kalau uni marsh melo ..lala cuma bilang betah nongkrong di sini…
kalo saya mau jujur aja…
Saya sedang menanti perkembangan hubungan yang punya blog sama Anisa!
hihihihihii
*Mas Mahendra….sudahlah….terima…terima aja gituh looo….perkara cocok gak cocok belakangan…mana tau bakalan cocok atau enggak kalo gak di cobain…keekekek*
Eh eh ..Uda…
keknya di sini juga enaknya menyapanya …terutama menyapa si empunya blog sambil mencela…kekekeek
yessy muchtar, terakhir menulis I wish it Would Rain Down.
Pertama-tama baca ceritanya ikutan sedih, karena si Peri kecil dan mas DM ga pingin bersama lagi. Tapi begitu baca komentar sahabat-sahabat mas DM, jadi lucu..
So aku yakin semua baik-baik saja. Thanks
Yulis, terakhir menulis KUTA, LOMBOK TENGAH, INDONESIA
Hai kalian org dewasa, klo msh bs bersatu knp mesti harus berpisah siy :

salam,
anak kecil yg terperangkap di tubuh org dewasa
ipi, terakhir menulis LUCKY
Yeaahh .. setidaknya peri kecil tidak perlu berlama-lama membuang waktu sia-sia … hehehe
mascayo, terakhir menulis Saya bertanya ada atau tidak ?
Mmmm susah emang mencari pacar yg bisa ngertiin kita. Tapi mungkin ya sudah saatnya dirimu segera mencari pacar,mas
aku cuma bisa bantuin doa aja dech