Hingga kini Ijul adalah kawan yang cukup asyik untuk diajak berbincang soal Law of Attraction. Ia bisa memetakan cara menetapkan tujuan, proses menyelami keinginan, fokus pada apa yang telah ditetapkan, dan meraihnya. Tapi yang terpenting dari itu semua, selain mempraktekkan, ia membuktikannya!
Ia pernah bercerita, dulu ketika ia ingin menjejakkan kaki di kota Paris, ia selalu menyelipkan selembar uang Franc di dalam dompetnya (Prancis kini sudah menggunakan Euro). Praktis ke mana pun ia pergi, ia membawa serta dompetnya itu. Dan ketika hendak memerlukan sesuatu dari dalam dompet, ia selalu bertatapan mata dengan si Franc itu.
Siapa nyana, pada akhirnya ia memang betul-betul menginjakkan kaki di kota Paris dan memanjat La Tour Eiffel. Tak aneh jika ia sudah keliling Indonesia. Dan kini ia selalu rajin mengirimiku cerita negara-negara Eropa mana saja yang telah ia injak tanahnya. Apa resepnya? tanyaku. “Law of attraction, Dear!” jawabnya pasti.
Almarhum bapak dulu pernah bertanya kepadaku: “Kamu kuliah bahasa Prancis, kapan bisa ke Prancis?” Ditanya seperti itu aku hanya nyengir. “Bapak nggak pernah belajar bahasa Prancis, tapi Bapak sudah naik Eiffel dan keliling Eropa. Kamu kapan?” Sampai sekarang, kalau ingat pertanyaan bapak, aku masih saja nyengir.
Ijul temanku itu memang doyan bertualang. Setelah lulus dari Kedokteran Unpad, ia memilih bekerja di lembaga-lembaga internasional, Unicef misalnya, menjadi tenaga medis di daerah-daerah konflik. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di pedalaman Pulau Buru, Aceh, atau Papua. Ikut Ekspedisi Majapahit, atau keliling dunia.
Sepulang dari Papua, ia sudah bersiap untuk menggendong ransel, berangkat ke London. Melanjutkan S2. Sepulang sekolah, ia kembali ke Bandung.
“Apa rencanamu kini?” tanyaku.
“Bisa bantu kasih masukan?”
“Traveling lagi?”
“Hehe. Mana yang lebih menarik: bekerja di lembaga internasional lagi tapi di Jakarta, atau berangkat ke Uganda?”
“God! Kapan kamu nikahnya, Dodol?”
“Emang harus?” tanyanya ngakak.
“Sableng!”
Ijul memang seumur denganku. Lahir di tahun yang sama dengan hanya dibedakan selisih hari yang berbeda. Sifat kami hampir sama. Kegemaran kami pun tak jauh berbeda. Ia adik temanku yang kini dengan kakaknya pun aku malah jarang berkontak. Yang paling membedakan dari kami: ia seorang perempuan pemberani yang selalu mampu membuatku iri!
Beberapa saat lalu aku diberi oleh-oleh sepucuk buku dari perjalanannya sepulang dari Eropa. The Wrong Way Home –London To Sydney The Hard Way, karya Peter Moore, seorang travel writer. Buku ini bercerita tentang perjalanan seorang traveler dari London, Prague, Budapest, Croatia, Bosnia, Albania, Sofia, Istanbul, Esfahan, Bam, Pakistan, Afganistan, Northern India, Kathmandu, Lhasa, Chengdu, Dali, Laos, Kho Phangan, Malaysia, Singapore, Indonesia, Dili, Kakadu, Uluru, dan Sydney.

Aku memang belum membaca utuh bukunya. Karena memang bukan bukunya yang hendak kubahas di sini. Namun ada hal menarik di dalam buku itu. Di sana Ijul menyelipkan sepucuk kartu pos dan pembatas buku di mana tergantung sekeping uang Euro.
Sepucuk kartu pos bergambar wajah Vincent Van Gogh itu ia tulisi sekalimat milik Ibn Battuta: Traveling, all you have to do is take the first step. Satu kalimat yang seolah hendak memprovokasi aku, kalau bukan untuk menyindirku. Sial, batinku tertawa waktu kali pertama membaca itu.
Dan di pembatas buku bergambar Leo Tolstoy terbitan Royal Academy of Arts From Russia itu ia gantungkan sekeping koin sebesar 1 Euro bertahtakan lambang The Vitruvian Man. Lagi-lagi ini sebuah usaha dalam rangka penyindiran terhadap diriku yang tak juga mulai bergerak menggendong ransel.
Kukontak Ijul untuk mengucapkan terima kasih atas oleh-olehnya. Seperti dugaanku, maka ia pun bertanya: “Jadi kapan mulai keliling dunia?” Umpatan seribu dodol sudah kusemburkan saat itu juga sembari tertawa-tawa.
Cara Ijul sederhana. Bisa jadi dipakai pula oleh banyak orang di luar sana. Ia hanya menyelipkan mata uang negara yang menjadi impiannya. Ia mencoba membangun Law of Attraction dari hal-hal kecil, tak rumit, tapi memberi stimulus yang luar biasa. Tentu saja semua tetap ditopang dengan segala persiapan serta kematangan sebagai bentuk pengejawantahan. Tapi lebih dari itu adalah: kekuatan pikiran untuk mewujudkan suatu impian.
Bagaimana dengan kalian? Punya suatu cara untuk merangsang impian agar bisa terwujud?
Sampai bertemu di Tibet, Kawan!
Bandung, 8 Juni 2009 | 12.38 wib




Leo Tolstoy…
masiy nama itu yang menarik perhatian Ade
salah satu pujaan ade
karena pemikirannya soal pendidikan mengagumkan
dan punya pemetaan yang baik tentang pendidikan dari rumah…
tentang impian? mmm….impian musti juga disesuaikan kenyataan
mimpi yang baik menurut kita mungkin bukan yang baik menurut yang di Atas
tapi hidup harus terus bermimpi
prameswari, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
Merangsang impian?…..
tentu memfokuskannya dalam pikiran
tentu menetapkannya dalam hati
tentu mengusahakannya lewat tindakan
berbuatlah yang searah dengan impian dan yang serius
hasil yang kita dapat, pasti dari biji yang kita tanam sampai berbuah
kalo pengen dapet istri, seriuslah mencari (hm hm…..)
prameswari, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
Oh …bukan impian mencari istri ya…
impian berkelana hingga ke ujung dunia ya….
mmm…kesempatan itu selalu ada jika kita cari
tapi apakah kita mau meninggalkan apa yang mapan yang sudah kita punyai dan meninggalkannya demi untuk impian
itu yang kadang membikin sebagian orang berpikir 1000 kali untuk menetapkan impian dalam pikirannya
so….terus bermimpi…..
itu memberi semangat dalam hidup
prameswari, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
de javu membacanya, goniel.
aku juga mengantongi uang asing dari beberapa negara di dalam dompet. keyakinanku sama, bisa mengunjungi atau mengunjungi kembali negara-negara tersebut suatu waktu nanti. bermimpikah?
mario teguh membedakan mimpi dan cita-cita dengan penetapan waktu. cita-cita memliki time frame, sedangkan mimpi atau khayalan tidak bertenggat.
dengan begitu, cmiiw, kita diharapkan untuk menaikkan status mimpi menjadi cita-cita.
so, bagaimana dengan mata uang asing yang lain?
ada cita-cita untuk mengunjungi negeri di hemisfer selatan?
jangan lupa ajak-ajak eykeh ya, booo…
marshupilami, terakhir menulis Obrolan Jahat
Universal Law of Attraction
”Anda menarik apapun yang paling sering anda pikirkan, apakah anda menginginkannya atau tidak. Berpikir tentang sesuatu hal – baik ataupun buruk – sama saja dengan merencanakan hal itu terjadi. Jika anda berfikir tentang keindahan, maka anda merencanakan keindahan untuk terjadi dalam hidup anda. Jika anda berfikir (mencemaskan) tentang kesulitan, berarti anda mencemaskan kesulitan itu untuk terjadi dalam hidup anda” (Quantum Ikhlas : 51 –52)
berharap dan berpikir secara terus menerus danielmahendra.net selesai under construction (under = bawah Construction = pembangunan jika digabung = yang dibawah sedang dibangun, emang ga punya yah ? xixixixiixixi)
Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Yu Sutinem
Hmmm impian? Aku tak pernah bermimpi untuk diri sendiri, jadi tak perlu harus berusaha untuk mencapai impian. Hanya menjalani kehidupan yang ada.
Kalau soal ingin pergi ke luar negeri sih, tanpa bermimpi pun sebetulnya bisa. Banyak caranya kok, beasiswa kalau orang tua tidak kaya.
Menabung, atau… kawin sama milyarder.
Jika tidak ada milyarder yang available? Jangan kawin!
Akan lebih mudah pergi sendirian daripada meninggalkan keluarga, kalau tidak bisa membawa semua anggota keluarga bersama. Jadi untuk sementara impianku ke luar negeri berhenti dulu, sampai aku ada waktu untuk diri sendiri.
Berbahagialah yang lajang! Raihlah impian dan cita-cita.
(Tapi kalau merangsang impian yang itu sih…gampang… berkhayal aja hihihihi)
EM
Ikkyu_san, terakhir menulis Bicycle
apakah kelanjutan TWIAO berawal disini?
atau mungkin memang benar TWIAO berlanjut menjadi LAIAO … Law of Attraction is Almost Over …
* saya sudah di Tibet sekarang, kapan kau segera datang!
mascayo, terakhir menulis ngeblog itu nggak melulu cuma buat cari duit di internet
Sebelum ke tibet, singahlah dahulu ke sumatra…medan bung..HOras….
imoe, terakhir menulis …“Pesta Itu Usai di Gerbong Terakhir”…
Niel, semasa mudaku, saya juga suka bermimpi bisa keliling dunia, namun merasa bahwa itu hanya impian, karena untuk bisa menyelesaikan Perguruan Tinggi aja sudah berat. . Tak dinyana, akhirnya saya bisa mencicipi beberapa negara, walau belum banyak, berbekal surat tugas mengikuti seminar.
Justru karena impianku itulah, aku selalu mendorong anak-anakku untuk bermimpi setinggi langit, dan juga mendorong agar mereka suka traveling. Membaca bukunya Trinity (The Naked Traveler), membuatku merasa ikut jalan-jalan dengannya.
Yahh kita memang harus punya mimpi Niel, walau terkadang mimpi itu tak berani diceritakan pada setiap orang.
edratna, terakhir menulis Hubungan orangtua dan anak yang terkadang “sangat sulit”
Mas Nielnot….
anyaman kata hari inimu sungguh indah…..
Nungkinung, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
Aku punya impian mengunjungi pusat-pusat keagamaan dunia; Mekah, Vatikan, Tibet, dsb. Mungkin dengan menuliskan impian itu di blogmu ini bisa menjadi semacam LOA… apakah bisa terwujud? entahlah. Meski hanya sedikit sekali kemungkinan dapat terwujud, mengingat fokus diri sudah tidak bisa untuk diri sendiri lagi, namun ianya tetap menjadi impian terbesarku…
Btw, aku jadi penasaran, apakah impian seorang DM?
merangsang impian? gak pinter…pinternya merangsang yang lain…
*kenapa siy komen balasanmu gak asik!?!?!?*
yessy muchtar, terakhir menulis Permisi, Narsis lagi yaaa
papaku kalau pulang dari laut sukabawain mata uang berbagai negara mas…dan sampe skr aku masih menyimpannya, koin2 ku entah kemana sih cuman yg kertas masih tak simpen.
ohya dalam waktu dekat doain ya mas biar bisa kayak temenmu itu
Ria, terakhir menulis Ria vs Kerjaan
Tak perlu dirangsang pun impianku terus bertumbuh, Mas ..
Tapi yang susah itu mengangkat kepalaku dari bantal berbau ini,
Jadi merujuk Uni Mallow yang mengutip Mario Teguh, sekarang ini aku memilih bercita-cita saja.
Muzda, terakhir menulis I’m Upset
Tulisan yang menarik. Aku setuju, Ijul memang pribadi yang unik, bersyukur aku pernah bertemu dengannya meski hanya beberapa jam di tengah malam di Jogja, tahun lalu.
Kamu sudah nyelipin daun Jacaranda untuk bermimpi pergi kemari, kawan?
)
*ups, dia udah pulang kok ya*
DV, terakhir menulis Untaian Cinta Kepada Bunda di Penrose Park
saat ini aku baru menyelipkan impian2ku di setiap lipatan hati dan benak.
di sana, ada wajah anak2ku, istriku dan aku. kugambarkan mereka tertawa lepas.
setiap saat…
*ngopi, Dab*
goenoeng, terakhir menulis mungkin aku harus melepasmu
Mantab…..seiring sejalan….., Alhamdulillah sudah banyak mimpi – mimpi itu terwujud dan dalam proses menjadi cita cita….
Sebelum aku komentar postingannya
ahahhahahhaa
mau ketawa dulu ah
potonya di ganti hihihiihihi
sekarang tanpa keliatan wajah kayak spanduk gede pak JK – Win yg di jalan Casablanca aja
hauahahahhahaha takut keliatan kantung matanya lagi mas ? hihih
tau takut dibilang sengaja pose hahahahahha
guling2 gue
Soal Law of attraction, trims udh mengingatkan mas
saya udh pernah membuktikannya
semoga impian yang lainnya cepat terlaksana (Amiiin)
kalo ke tibet, jgn lupa poto yg gak sengaja pose ya
hihihihi
Eka Situmorang – Sir, terakhir menulis Kado : kartu nama PERTAMA
ketika sma dulu aku suka menyelipkan fotonya wulan guritno di dalam dompet.
pertama, itu adalah harapan agar suatu saat aku punya istri secantik dan se-enak dia. kedua, sampean bisa membayangkan betapa ibanya diriku karena tak ada yang me-maui diriku ketika itu. untung gak sampe gila
)
mantan kyai, terakhir menulis Putri Jelita, Ibu Jelata, dan Kabar Burung(ku)
Artinya lebih siap … ketika impian menjadi nyata … tentu lebih aduhai … minimal punya modal bahasa … lanjuuuuuuuut
aku nggak pernah mimpikan seperti itu tapi kalo udah pengin, kepala panas dan harus segera dipenuhi gitu aja, kalo harus ditunda maka segera saja saya delete keinginan itu diganti yang laen…, jadi kalo mimpi jangka panjang pun harus step by step…, memang orang lain-lain caranya…
suryaden, terakhir menulis Katanya Syariah Islam
Tibet mata uangnya apa?
*mau nyari aaahh..*
tanti, terakhir menulis Lost and Found
Karena menyebutkan Ijul, mau tak mau jadi ikutan berkomentar. Aku setuju dengan ucapanmu yang menyebutkan ia telah membuktikan LOA. Mulai dari Paulo Coelho, fotografer Jonathan Chritcthley, sampai bertemu dengan idolanya Benny dan Mice di Bandung. Dibalik kekuatan pikiran dan LOA, dia juga mengupayakan agar keinginan itu terwujud. Take action, jadi kapan kau mulai bertualang Niel?
Yoga, terakhir menulis Dan Perjalanan Dimulai!
hmmm … mungkin setiap orang punya cara sendiri2 dalam merangsang impian agar benar2 bisa terwujud, mas dan. dalam soal menggapai impian, kalau saya sih biasanya membayangkan orang2 yang nagkring di atas sana, hehe … kalau mereka bisa, kenapa saya ndak bisa? eh, mendongak terus ternyata malah klilipan hingga akhirnya mimpi2 itu hanya jadi ilusi doang, hehe …
sawali tuhusetya, terakhir menulis Email Bu Prita dalam Perspektif Pragmatik
Barangkali tak tepat kalo disebut keberuntungan….tapi kalau melihat betapa banyak orang yang tak mampu mewujudkan impiannya….maka formula meraih impian itu barangkali usaha,kerja keras dan sedikit sentuhan nasib baik…………
esha di birulangit, terakhir menulis Drag Me to Hell,menghibur dengan rasa takut…
saya menyelipkan selembar mata uang Dong Vietnam di dompet..
mudah2an bisa ke vietnam, amin..
tapi saya juga pengen ke pedalaman inggris, islandia, mesir, italia, dan prancis..
ada yang punya euro?
hahaha..
morishige, terakhir menulis Backpacking Ke Bali (2)
caraku menarik impian menjadi nyata kurang lebih seperti Ijul itu. Tapi tidak dengan franc, melainkan dengan merajut syal dan kaos kaki musim dingin sebanyak yang kumampu. Aku mengimani suatu saat akan membutuhkannya di Swiss, Belanda, Inggris, Amerika atau Australia.
Amien…
dian, terakhir menulis alexa
Meski aku juga doyan travelling, tp aku ga muluk2. ada sich kepinginnan keliling dunia (minimal Indonesia lah
) Tapi ada yang lebih penting dari travelling untuk aku lakukan lebih dulu. Toh mimpiku bukan hanya berhenti di travelling…
Jadi inget kata2 dari seseorang… Kekuatan pikiran itu maha dahsyat!! So, aku selalu belajar dan berusaha positif thingking membangun mimpi dan cita2, serta berusaha untuk menjadikannya nyata… Semangaaaattt!!! *sambilteriakdanmengangkatkepalantangan*
iem, terakhir menulis in My Birth Day…
Kok komenne ra dibalesi tho, Su?
Lagi males yo???
Ahuhuhuhuhu… aku kok kangen mlaku-mlaku nang Bandung yo
DV, terakhir menulis Berapa Denda Membuang Sampah di Australia?
Merangsang impian jadi kenyataan adalah sebuah cara untuk mewujudkan impiannya, memang benar kata orang kalau untuk mewujudkan cita-cita yang besar awali dulu dengan impian, selamat mewujudkan impian mas Daniel
achmad sholeh, terakhir menulis Bebas HIV/AIDS sebagai Syarat Nikah, Adilkah ?
Terima kasih, impian kita harus kita wujudkan, dan harus kita gapai, karena agar kita bisa merasa bangga pada diri sendiri, apapun impianmu berusahalan untuk mencapainya!
Mas…
Ini adalah tulisan yang sangat, SANGAT indah!
Aku suka banget!!
*sambil mencoba mencari tahu, apa yang sudah aku lakukan untuk mencapai impian… *
*dan kalau ternyata belum melakukan apa-apa, yuk mari, mulai dilakukan… hehehe*
Makasih buat tulisannya, Mas!
Bravo!
Menjemput Impian…….
waaah..kaget banget baca ini. Jadi pindah ke sini? (tadi iseng googling). Aku ga berniat menyindir lho..cuma kasih semangat. Benda-benda (apa pun itu) seperti pengingat saja, supaya ingat bahwa kita punya impian itu. Bukankan keberuntungan itu ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan?
DV: nice to meet you too.. bertemu lagi di sydney aja ya? Yoga: yuk kita ke machu picchu bareng… DM: thanks a lot for nice writing… masih mau jadi editor buku-ku kan? hehe btw.. aku lagi males banget ngeblog nihhh.. (cape ah dunia maya melulu, mending berinteraksi di dunia nyata)
iJul, terakhir menulis TimeOut: Jakarta
Mimpi adalah bagian dari masa depan!!!
bermimpi untuk masa depan namun jangan ngelantur!
M. Surya Iksanudin, terakhir menulis Domainku Tiba-Tiba Gak Bisa Di Akses
Aku adalah pemimpi dan aku suka menjemput mimpiku!!!
Obsesi = Mimpi, kalo gak tercapai masa harus bunuh diri???
Kayaknya sih semua orang pernah punya impian. Sayapun demikian. Bahkan sampai sekarangpun saya masih menyisakan impian saya. Dari impian2 saya yang telah lalu, ada yang tidak terwujud, ada yang terwujud dan ada yang berwujud tapi tidak sesuai harapan dan juga ada yang berwujud tapi malah melebihi harapan.
Hmmm…. apapun itu… mungkin kita harus bersyukur kepadaNya, karena impian mungkin fungsinya sama dengan objective atau aim pada perusahaan, yang jelas tentu kita tidak akan berhenti pada mimpi saja kan?? Bagaimana merangsang mimpi akan terwujud?? Nampaknya langkah pertama yang paling baik adalah bangunlah dari mimpi tersebut dan mulailah berencana dan bekerja sebaik dan seefisien mungkin…
Yari NK, terakhir menulis Mengendalikan Makan atau Memperbanyak Olahraga?
betul mas, kekuatan pikiran itu real! Suami, tempat tinggal, perjalanan hidup kini adalah kekuatan pikiranku yg telah kupunya sebelumku aqil balik!
ernut, terakhir menulis Sumpah Bambu…
sebagai p’gemaR mas pengayamkata…
maka aq m’anggap kata2 mas d bLog ini sebagai perangsang impianku..
*weekkzz..lebay mode : on*
hihihi…;p
byk caralaH mas..salaH satux adalah kata DO IT!!!..^_^
chie, terakhir menulis first awaRd
berkunjung di dunia pengayaman kata! luar biasa! seperti Sujiwo Tejo; Anyam-anyamanan Nyaman. nyaman sekali disni!.
koelit ketjil, terakhir menulis TIME MACHINE (sejenis lanjutan gitu deh)
Waduhh tulisanmu ini mengingatkan aku akan babeku pernah merangkum tentang Law of attraction yang pernah di bacanya di sebuah buku trus saking cintanya ma aku sampe – sampe babe bikinkan aku buku khusus rangkuman plus nasehat-nasehat babe sesuai dengan pemahaman babe tentang Law of attraction….
wess pokoknya di buatin buku gitu dech sampe di jilid gitu trus aku pindah ke bekasi aku lupa ngga bawa hehehehe…. jadi inget lagi nich dimana yaa tuch buku….
btw soal Law of attraction,
Aku pernah membuktikan itu dan BERHASIL!!!
di kamarku aku pasang impianku itu, setiap hari aku luangkan waktu untuk membayangkan aku sudah mendapatkan impianku itu dan ngga lama kemudian aku bisa mencapai impianku itu….
bentar aku mau lanjut lagi ceritaku tapi janji ya mas Dan jangan ketawa ya….
Sebelum nikah, aku pernah sampe 77 kg. aku pengen donk saat hari pernikahanku badanku kurus….
waktu itu aku baru nyadar sekitar 5 bulan sebelum aku nikah, aku pasang foto – fotoku yang waktu badanku masih kurus… setiap hari aku luangkan waktu untuk membayangkan bajuku waktu kurus bisa muat lagi (yaaa meskipun berhasil masuk cuma kepalanya aja)… sambil terus berusaha ngurusin badan aku tetap setel di pikiranku kalo aku ini udah kurus jadi ngga butuh lagi pake baju yang gede2 lagi…
dan 3 bulan kemudian aku berhasil turun 8 kg dan tepat di hari pernikahanku aku berhasil mewujudkan impianku untuk turun 11 kg dari 77 kg…
Sampai saat inipun kalo aku pengen ato punya impian, pasti bakal aku cari fotonya trus aku pajang dimana aku bisa liat setiap hari trus setiap hari aku luangkan waktu untuk membayangkan saat ini aku sudah mendapatkan impianku itu…. mmmm
soriii kepanjangan nich komennya…..
impian ada sih..
tapi gimana ya.. seringkali segan buat bercerita.. setidaknya klo belum tercapai (ya iyalah, klo udah tercapai namanya bukan impian lagi ya..)
termasuk yang mau ke “suatu tempat” itu paklik. makanya itu termasuk rahasia juga. berhubung paklik udah tau, harus bantuin doa (hehe)..
semoga bisa terkabul ya..
sampai jumpa di RUPS Narpie :p
moga bisa go international (hehe, kaya artis aja)
narpen, terakhir menulis Switching
entah apa alasan penulis menuliskan kalimat terakhir:
Sampai bertemu di Tibet, Kawan!
kenapa ga di London ajah.. kayak changcuters..:D
tapi tentulah Mas Daniel punya alasan tersendiri. hm, saya ga begitu ngerti tentang merangsang mimpi itu sendiri. karena setau saya, adalah beruntung saat kita bisa ‘bermimpi’, mimpi yang direncanakan, biasanya tercipta dimulai dari khayalan, imaji yang mengendap, lantas alam bawah sadar yang memindahkannya menjadi mimpi.. duh.. kata-katanya ini loh..kok malah njlimet..
hm, entah apa ini istilahnya, saya serin sekali di suatu saat atau waktu saat bertemu dengan seseorang dan sesuatu, tiba-tiba dalam pikiran terbetik, akan ada masa depan yang akan saya lelui bersama seseorang atau sesuatu itu. nah.. kalau yang seperti itu kan sifatnya spontan.. kalo’ itu, beda yah dengan merangsang mimpi? akhh..mungkin pertanyaan ini tebaca kocak.. tapi saya sungguh mencari jawabannya.. siapa tahu Mas Daniel (atau barangkali yang lain) bisa membantu..
thanks before..
hesra
hesra, terakhir menulis Pikir : Saya Hadir
ada gk c orng yg gk pnya mimpi”?
Jujur …
Saya baru kepikiran ini …
Bagaimana caranya ya …???
hhmmm
Makasih mas Dan …
Start … dreaming … now …
nh18, terakhir menulis OLEH-OLEH