Sukimin Ingin Jadi Lurah

Entah kena sambet setan mana, tiba-tiba Sukimin ingin jadi lurah. Ya, lurah. Ia ingin jadi pemimpin di desa Wingko yang bukan kebetulan akan melaksanakan suksesi. Masalahnya bukan Sukimin tak pantas. Tapi setelah dipecat sebagai koordinator salah satu divisi hansip karena terlibat sederet kasus, tanpa tersentuh pengadilan, Sukimin pergi dari desa. Kabar burung mendesuskan ia hijrah ke ibukota. Katanya jadi pengusaha di sana.

Setelah sekian lama menghilang, ketika Desa Wingko hendak melakukan pergantian pemimpin, Sukimin tiba-tiba nongol, jadi Ketua Perhimpunan Pedagang Beras, me-recovery image sebagai penasehat, pelindung,serta pengayom banyak organisasi di desa. Bergepok uang ia gelontorkan untuk memuluskan jalannya. Dan orang seperti lupa atas apa yang pernah ia lakukan di masa lalu terhadap para pemuda desa.

Dulu Sukimin memang ganteng, badannya tegap, sikapnya tegas, namun tatapan matanya lembut. Sebuah tatapan yang mampu melumerkan hati banyak perempuan desa. Tapi Sukimin bukan tipikal play boy apalagi Don Juan. Ia tak begitu suka memanfaatkan ketampanan atau memainkan perasaan perempuan. Satu-satunya gadis yang mampu membuatnya jatuh hati adalah anak lurah zaman ia masih lagi menjabat sebagai koordinator salah satu pasukan keamanan desa.

Maka sejak Sukimin menikahi anak lurah, karirnya dengan cepat sekali melesat. Ia meninggalkan banyak teman-teman hansip seangkatannya. Namun di luar itu, Sukimin memang memiliki segudang kecakapan. Otaknya cerdas. Ia gesit bergerak seperti macan tutul ketika harus menangkap maling. Tak aneh kalau ia memang tampak cemerlang di antara teman-teman sebaya.

Namun setelah terlibat serta terbukti melakukan penculikan terhadap pemuda kampung yang kerap berdemo dan melakukan aksi demi memprotes banyak kebijakan lurah yang notabene adalah mertua Sukimin, ia dipecat dari kesatuan hansip, bercerai dengan anak sang lurah, serta pergi dari desa.

Bertahun-tahun lamanya orang seolah lupa dengan pemuda bernama Sukimin yang gantengnya bikin gemas itu. Tapi tiba-tiba ia nongol dengan segudang uang serta berniat menjadi lurah. Segala upaya ia lakukan. Ia seperti punya pohon uang yang kalau butuh tinggal memetik daunnya untuk dibagi-bagikan kepada orang yang mau mendukungnya. Namun tak seorang pun tahu di mana letak pohon itu. Mungkin di pekarangan belakang dekat sumur rumah peninggalan bapaknya.

Sukimin memang pintar memainkan strategi. Dengan modal uang yang nyaris tak terbatas itu, ia seolah bisa membeli segalanya. Pada masa kampanye, ia berani habis-habisan beriklan. Spanduk, poster, bendera, kaos, umbul-umbul, sampai tong sampah bergambar wajah dan namanya banyak menghiasi wajah desa. Bahkan dibanding calur (calon lurah) lain, Sukimin terhitung calur yang paling kaya. Ia punya banyak usaha, banyak sapi, dan banyak strategi.

Namun dalam masa penyaringan, kelompok pendukung Sukimin kalah. Tapi meski kalah, kelompok Sukimin termasuk spektakuler. Sebagai kelompok yang baru dibentuk, ia mencelat secara bergengsi menduduki sepuluh besar kelompok pendukung lurah. Sayangnya, kini Sukimin banyak menghadapi saingan calur dari kelompok-kelompok besar. Sehingga kalau ia tetap nekat mengejar posisi lurah, rasanya warga desa yang memilih kelompoknya pun kalah jauh. Sukimin memutar otak.

Ia dekati beberapa calur untuk menjajal kemungkinan bersekutu. Biar dikata mantan hansip yang tak memiliki basis kerakyatan, tapi soal dana, Sukimin jagonya. Beberapa calur menampik. Sukimin tak patah arang. Ia munculkan wacana soal kecurangan data pemilih. Hasilnya, Bu Lastri, seorang calur dari kelompok besar mengedipkan mata padanya. Mencoba menggalang kekuatan untuk menggaet Sukimin sebagai cawalur (calon wakil lurah).

Awalnya Sukimin pikir-pikir. Bukankah tujuan semula adalah ingin jadi lurah? Kenapa mesti jadi wakil lurah? Tapi dasar Sukimin mantan hansip yang cerdas, ia melihat peluang di depan mata. Toh yang penting masuk sistem dulu, begitu pikirnya. Wong dulu pernah kok lurah di sini digoyang. Di-impeachment oleh perangkat desa, akhirnya tumbang juga. Giliran wakilnya yang naik menggantikan posisi lurah. Mungkin ini peluang yang menarik, pikir Sukimin pintar.

Maka Sukimin pun menerima pinangan Bu Lastri untuk mendampinginya sebagai cawalur. Biar Bu Lastri saja yang maju sebagai calur. Toh kelompok pendukung Bu Lastri lumayan besar. Tanpa pikir panjang, Sukimin menggelontorkan begitu banyak uang untuk persiapan kampanye. Ia mulai dielu-elukan. Dibuat seolah-olah menjadi tokoh pembaharu desa. Meski kini pipi dan perutnya mulai tampak tambun dan gemuk, kegantengan Sukimin tak lantas surut.

Yang terjadi, sebagian orang lupa atau lebih tepatnya pura-pura lupa: bahwa Sukimin masih menyisakan sederet kasus yang belum pernah tersentuh oleh pengadilan sedikit pun. Ia belum pernah diusut atas aksinya melakukan penculikan dan penyiksaan terhadap pemuda-pemuda desa yang dulu berdemo hendak menegakkan keadilan pada masa rezim desa yang korup. Ia hanya dipecat dari kesatuan hansip.

Kini Sukimin muncul sebagai ksatria di Desa Wingko.

Bandung, 12 Juni 2009 | 04:05 wib

Anyaman selanjutnya: Anak Macan Bu Lastri Mahal Sekali.

This entry was posted in Cerpen. Bookmark the permalink.

42 Responses to Sukimin Ingin Jadi Lurah

  1. [QUOTE]Menyimak Dengan Sepenuh Hati, Komennya Sabar ya gan[/QUOTE]
    Pertmaxx gan. reservasi dulu

    Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Yu Sutinem

    DM: Menunggu dengan sepenuh hati.

  2. Kemarin Melihat Bu Lastri Di TV, berbicara tentang Hukum.
    wah kualitas mengerikan, bicara dengan para pakar dan praktisi hukum seperti bicara sama mbok de bakul sayur.

    Singkat, padat dan tidak berisi :D

    Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Yu Sutinem

    DM: Lho, memangnya kalau bicara dengan mbokde bakul sayur itu mesti singkat, padat, dan tak berisi ya? Tenane?

  3. Sukimin ganteng ???
    Weeeh kata siapa? itu kacamata dibetulkan dulu :p

    Bu Lastri gak takut di kudeta ya?
    Aiiih Mang Sukimin cerdik nian sebagai juragan bakul, kulakannya banyak makanya punya banyak pohon duit. Dulu menculik mungkin karena di suruh mertuanya?

    Ndak tahuuuuuuu jawabnya

    Yang pasti buat saya bukan Sukimin yang ganteng

    SUAMI saya yg ganteng ;) hehehehehe

    Eka Situmorang – Sir, terakhir menulis Pelepas Stress dalam perjalanan Pulang (1)

    DM: Sukimin memang ganteng. Gantengnya selangit. Tapi di atas langit kan ada langit.
    .
    Bu Lastri butuh dana. Sukimin bisa support. Klop toh?
    .
    Suamimu ganteng? Eh, masak sih? Yang bener ah? Udah berdasarkan survey apa? Kalau udah pasti banyak sampling error-nya. Hihihi.

  4. Muzda says:

    Jadi pemuda, dari pada besok-besok desa kita kekurangan pemuda karena punya wakil lurah yang suka nyulik, mending ya pilih calur-cawalur lain th. Biarpun mungkin yang lainnya itu suka makan indomie atau suka main yang cepat-cepat, yang penting gak ada culik-culikan .. Bisa-bisa nanti desa kita gak ada pemudanya lagi. Atau yang tersisa malah jadi pendiam, gak berani ngomong.

    PS : Kata siapa Sukimin ganteng ?!

    Muzda, terakhir menulis Uwen Uwen

    DM: Weh, betul juga. Berarti ngeri dong masa depan Desa Wingko. Hiii… Ntar ada yang nggak disukai, banyak yang ilang lagi. Bahaya ini.
    .
    Siapa bilang Sukimin ganteng? Ya pengarang tulisannya. Piye tho?

  5. mascayo says:

    eh tapi sekarang sukimin emang super baik hati lho …
    sama pemuda-pemuda juga …
    pokoknya apa kata sukimin wis tah … menggiurkan!
    mungkin sukimin sudah banyak berubah… ah tak taulah ..

    mascayo, terakhir menulis Flu Babi jadi Pandemi, terus saya gimana?

    DM: Mungkin. Mungkin Sukimin memang super baik hati. Mungkin Sukimin memang menggiurkan. Mungkin Sukimin sudah banyak berubah. Mungkin. Tapi kesalahan seseorang di atas bumi ini tetap mesti dipertanggung jawabkan.

  6. hesra says:

    ohhh..Sukimin.. ohh, Bu Lastri.. ohhh, Desa Wingko..:)

    sebagai warga Desa Wingko (ngaku-ngakunya ini..:p), Mas.. saya agak ngeri dengan kemungkinan kalau-kalau Bu Lastri dan Sukimin betul menjabat dari Lurah dan Wakil Lurah. Duhh.. mereka memang cocok, serasi.. partner in crime..

    tidak ada yang betul2 saya pikirkan mengenai desa saya ini, Mas.. kecuali ya itu.. kuatir, kalau-kalau… dipimpin oleh mereka itu..

    DM: Oalah… iki tho Mbokde bakul jamu Desa Wingko? Piye Mbak, jamune? Laris? Hehe.
    .
    Partner in crime? Weh, bukan aku lho yang ngomong. Kalau memang khawatir Desa Wingko bakal dipimpin mereka, ya jangan pilih mereka. Mudah kan? Siap-siap, Mbakyu… Siap-siap…

  7. DV says:

    Denger-denger Sukimin itu nggak nikah lagi karena kehilangan p*n*s sewaktu memimpin invasi ke Barot Barat..:)

    Wingko Babat.. Mas, wingko Babatnya di BABAT!!! :) )

    DV, terakhir menulis Berapa Denda Membuang Sampah di Australia?

    DM: Ora kok, Su. Kalo soal p*n*s sepertinya masih ada. Tapi soal masih bisa dipakai atau tidak, weh, ndak tau ya… Hehe.
    .
    Soal istilah Barot Barat-mu aku suka!

  8. achoey says:

    Saya orang desa
    Ta[i gak kenal Sukimin :D

    Kunjungi:
    http://miejanda.com

    DM: Desa mana dulu nih, Choey… Ini kan Desa Wingko. Nggak ada di peta. Hehe.
    .
    Mie Janda? Wooo… siap!

  9. Sukimin tersenyum…….orang-orang bilang Sukimin senyum serigala……sukimin tertawa…orang-orang bilang Sukimin tertawa setan…..sukimin menolong orang di jalan,orang2 bilang sukimin berpura-pura………akhirnya sukimin bunuh diri…..

    esha di birulangit, terakhir menulis Drag Me to Hell,menghibur dengan rasa takut…

    DM: Waduh-waduh… jangan sampai Sukimin bunuh diri. Dia mesti mempertanggung jawabkan perbuatannya dulu.

  10. Cak Ri says:

    ah sukimin…, sekarang lantang sekali suaranya ya…:-)

    DM: Dulu juga lantang kok, Zal. Cuma lantangnya beda.

  11. Nungkinung says:

    Sukimin…sukimin….
    jalan hidupya selalu beruntung…. beruntung kok berkali-kali
    dan itu yang tak semua orang punyai….
    mau jadi lurah mas Nielnot?

    Nungkinung, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"

    DM: Mungkin Sukimin ini macam si Untung, Nung, itu lho saingannya Paman Donal. Hidupnya untung… terus.
    .
    Jadi lurah? Haduh, nggak sama sekali. Aku jadi penulis aja. Biar bisa nulis kelakukan macam-macam orang di atas bumi ini.

  12. iem says:

    Sukimin… Sukimin… bu Lastri… bu Lastri…
    hhh… politik emang bikin pusing… gak ikut2an coment ach! :p

    iem, terakhir menulis in My Birth Day…

    DM: Politik yang pusing memang akan bikin pusing. Politik yang sehat tetap akan menyehatkan. Jadi: bukan politiknya. Bukan ladangnya, tapi siapa petaninya.

  13. marsh says:

    bah! benci kali aku sama karakter sukimin ini.
    tapi begitulah!
    ini memperlihatkan betapa mudahnya kita lupa pada sejarah. (kta? ah, mudah-mudahan pada kenyataannya tidak terlalu kolektif, goniel)

    sama sepertimu dan yang lain, aku juga suka emosi jiwa melihat bagaimana sukimin mencoba mencuri hati rakyat yang lugu yang dengan demikian gampang terbius oleh janji-janji manis dan sikap santunnya yang palsu itu. tapi apa daya? sukimin memang berduit. dan berkaca dari banyak pengalaman, money does rule!

    DM: Sttt… Tak ada yang bisa dihasilkan dengan kebencian. Emosi jiwa boleh saja, tapi penyalurannya tetap mesti sehat toh? Kalau tidak, apa bedanya kita dengan Sukimin? Yang bisa kulakukan, minimal ya dengan menulis cerita-cerita seperti ini. Paling tidak aku ingin orang-orang tidak lupa begitu saja: ada yang belum selesai dengan republik ini. Bukankah kenyataan harus dikabarkan?

  14. AL says:

    Noh, Bu Lastri dan Sukimin lagi diajak ngobrol di Dick Bandy. Miris saya tiap kali liat Bu Lastri curhat…
    Dulu Bu Lastri itu gak pernah ngomong. Jadi penasaran. Sekarang pas sering ngomong, waah! Mendingan jarang ngomong lagi deh…

    AL, terakhir menulis Pendidik Mungil

    DM: Acara Dick Bandy itu di stasiun tv mana ya, Al? Hehehe. Mantap juga istilahnya.
    .
    Ngomong-ngomong, Bu Lasti itu bisa ngomong tho? Ealaha, Bu Lastri, sekali ngomong bikin pemirsa bengong.

  15. Tuti Nonka says:

    Sukimin memang kaya luar biasa. Jauh lebih kaya dari calur yang suka cepat-cepat itu, padahal Pak Cepat sudah puluhan tahun jadi saudagar. Heran, kok bisa jadi trilyuner gitu ya? Mbok trik dagangnya ditularkan ke bakul-bakul lombok yang dibelanya itu, biar semua berubah nasibnya jadi trilyuner juga …

    Tuti Nonka, terakhir menulis 3333

    DM: Oh, itu bukan trik dagang, Bu Tuti. Itu soal pohon duit. Langka memang. Nggak semua orang punya bibitnya.
    .
    Soal bakul lombok itu? Aih, ada-ada saja, Bu Tuti ini. Itu kan cuma dipakai saat beriklan saja. Kalau sudah dapat suara, ah yang benar saja kalau harus membantu. Hehehe.

  16. mantan kyai says:

    kok gak ditulis kalo sukimin ini juga keturunan bengawan eh begawan mas… :) )

    mantan kyai, terakhir menulis Maria Ozawa Ternyata Tidak (Selalu) Cantik

    DM: Lho, bapaknya Sukimin itu seorang resi.

  17. vizon says:

    aku kasian ama bu lastri…
    semakin lama semakin keliatan bodohnya.
    semakin banyak ngomong semakin banyak gak taunya.
    ketika dialog sama KABING (kamar bakul wingko), doi selalu mengawali dg kalimat “pertanyaannya kok susah ya?” ;)
    aih… bagaimana ini…?

    tapi aku salut sama sukimin…
    berhasil “membodohi” warga wingko dan bu lastri tentunya…
    hidup sukimin…!!

    sstt… kita cari yuk pohon uangnya… ada yg tau? :D

    DM: Aku suka dengan istilah KABING alias Kamar Bakul Wingko itu, Da. Dari komentator, rupanya jadi banyak istilah di sini. Di Desa Wingko.
    .
    Wih, bibit pohon itu sungguh langka, Da. Maksudnya, sungguh langka untuk didapat dalam sekejap. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dapat bibit pohon seperti itu dalam sekejap. Dan biasanya yang sekejap-sekejap itu, ah, tau sendiri lah, Da…

  18. uwiuw says:

    ini sarkasme politik yah hahahaha. baru sadar di bagian paragraph akhir. bener tuh pertanyaan manta kiayi di atas hahah. begawan yah ?

    DM: Sarkasme atau bukan, kenyataan mesti tetap dikabarkan… Hanya caranya saja yang membedakan, bukan…

  19. lo sebel banget ya sama orang ini? berkali-kali lo nyindir dia terus…

    yessy muchtar, terakhir menulis Catatan Harian Istri.

    DM: Orang ini? Orang ini siapa, Yess? Aku cerita soal Sukimin kok. Dalam bungkus cerpen. Sudah barang tentu Sukimin di atas adalah tokoh fiktif. Piye tho…

  20. hehe … gambaran sukimin itu kok sangat saya kenali, mas dan. ia memang jago bermain strategi dan menainkan emosi massa. tak heran kalau dalam waktu singkat, dia berhasil melenjitkan pamor partai yang baru saja ia gulirkan. ia bercita-cita mewujudkan dwa wingko bisa terbang setinggi garuda, haha … yang saya heran, pemuda yang dulu gencar digemabr-gemborkan media telah menjadi korban penculikan sang sukimin, walah, lha kok malah jadi dedengkot partainya, iki piye toh, mad dan?

    sawali tuhusetya, terakhir menulis Haruskah UU ITE Menjadi “Bom Waktu” buat Bloger?

    DM: Betul, Pak Sawali. Deal-deal politik, bargaining, koalisi, atau apa pun istilah dan bentuknya, tak pelak menyebabkan konflik kepentingan di dalamnya. Minimal konflik nurani. Tak perlu lah kita sebutkan di sini soal siapa. Kita sama-sama tau. Apa boleh dikata, tak banyak orang yang berani miskin. Kalau sudah jadi “artis”, memang repot. Sudah malu untuk naik angkot atau bis kota.

  21. wah cerita yg inspiratif :)

    DM: Wah, bisnis yang inspiratif.

  22. Ikkyu_san says:

    sebentar lagi ada sayembara mencari istri untuk calon bu Lurah untuk Sukimin Mahendra. Masih available kan dia? hihihi

    DM: Hihihi. Sampai batas waktu tertentu, dia masih available. Hahahaha…

  23. kunderemp says:

    Awas.. nanti diajukan ke pengadilan atas tudingan pencemaran nama baik oleh Sukimin. ^_^*!

    DM: Hai, Ari. Dengan komen ini berarti lengkap sudah keluarga Bu Enny hadir di blog ini. Ibu anak nge-blog semua. Dahsyat. Hehehe.
    .
    Wokeh. Sekarang kita bahas. Bagaimana mungkin ada cerpen diajukan ke pengadilan? Kita mahfum bersama; cerpen adalah fiktif. Jurnalisme adalah fakta. Bila jurnalisme bicara dengan fakta, sastra bicara dengan kebenaran.
    .
    Namun demikian, adalah sulit membuktikan bahwa Tetralogi Buru karya Pramoedya, misalnya, adalah fakta sejarah. Betapa pun ketatnya data yang digunakan, Tetralogi tetap lah roman. Fiktif. Dengan kata lain, sebuah Nagarakrtagama sekalipun, satu-satunya sumber tiada tara tentang keberadaan Majapahit, tetap lah pujasastra yang dipersembahkan Prapanca pada Dyah Hayam Wuruk Sri Rajasanagara.
    .
    Menutupi fakta adalah tindakan politik. Sementara menutupi kebenaran adalah perbuatan paling bodoh yang bisa dilakukan manusia di muka bumi ini. Alhasil, tulisan di atas tetap lah sebuah menu yang kusajikan dalam baki fiktif, yang bukan kebetulan bernama cerpen.
    .
    Mengapa aku menjawab seserius ini, Ari, karena aku tau kau suka berdiskusi. Dan aku selalu senang kepada orang yang suka berdiskusi. Senang kau hadir kemari. Salam.

  24. edratna says:

    Setuju dengan EM…bagaimana dengan Sukimin Chandra Mahendra, apa tak ikutan nyalur?
    Mungkin kalau Sukimin yang ini, mencari pendamping yang tepat aja dulu

    DM: Si Sukimin yang ini tak berniat sedikit pun buat nyalur, Bu. Nyawer aja deh. Hehehe. Mencari pendamping yang tepat ya, Bu? Ahuhuuu… Seperti apa sih yang tepat itu (tepat buat siapa dulu nih?).

  25. DM says:

    aku mendengar suara
    jerit makhluk terluka
    luka, luka, hidupnya
    luka

    orang memanah rembulan
    burung sirna sarangnya
    sirna, sirna, hidup redup
    alam semesta, luka

    banyak orang hilang nafkahnya
    aku bernyanyi menjadi saksi
    banyak orang dirampas haknya
    aku bernyanyi menjadi saksi

    mereka dihinakan
    tanpa daya
    ya tanpa daya
    terbiasa hidup sangsi

    orang-orang harus dibangunkan
    aku bernyanyi menjadi saksi
    kenyataan harus dikabarkan
    aku bernyanyi menjadi saksi

    lagu ini jeritan jiwa
    hidup bersama harus dijaga
    lagu ini harapan sukma
    hidup yang layak harus dibela

    (Kantata Takwa | Kesaksian)

  26. Ria says:

    weleh mas…puisi mu itu seram sekali…

    apa hubungannya sukimin dengan puisinmu diatas?
    kok sukimin ini bisa punya hidup sedemikian lugas ya…ckckckckckckc….

    Ria, terakhir menulis Aku, Kamu, Kami, Kita dan Mereka

  27. Nungkinung says:

    Pertama mau komen tentang fotonya….ahuy……hm hm…..
    mau bilang sesuatu…..tapi lewat Japri aja yah mas…….

    Kedua….lha ….DM kok ikutan nyanyi niy…..
    tapi suaranya kok gak kedengeran ya…..

    Nungkinung, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"

  28. tanti says:

    Sukimin? apa iya sih dia itu ganteng?
    *sambil menahan eneg*

    Sulit untuk bisa respek pada orang yang tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, oportunis… Apa bisa dia bijak sebagai seorang pemimpin?

    tanti, terakhir menulis Lost and Found

  29. goenoeng says:

    sukimin pergi ke bantar gebang…
    *kethekoglengdotkom*

    goenoeng, terakhir menulis mungkin aku harus melepasmu

  30. Penjahatnya kan bukan cuma sukimin mas, si yono-udien itu juga pencoleng, melakukan privatisasi 32 KUD di desa wingko ditambah ngutang untuk ngrayu rakyat lewat BLT (bantu lalu Tikam). si ucup dan pasangannya juga tidak kalah ngaconya.
    jadi mesti milih penjahat,pencoleng apa pencopet ?

    Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Berjuang

  31. hatmi says:

    hebat…hebat…salut sy dengan cerpen di atas…mau koment juga ah…

    politik di kampung itu memang penuh intrik…karena ketika seseorang perlu maka akan menjadi kawan…tetapi ketika sudah tak bermanfaat maka tak salah kalau terbuang kembali…hati2 lah…dalam politik kawan hanya ketika diperlukan….selebihnya…???

    hatmi, terakhir menulis CINTA ITU LUKA

  32. boyin says:

    duit sukimin mungkin saweram dari sodara2nya kali biar kelihatan paling mapan. tapi kayaknya sukimin dan bu lastri akan berada di urutan ketiga dari tiga pasangan calon lurah. abis bu gembrot itu jualan tahu genjrotnya udah nggak laku lagi, suka lupa ngasi bawang putih kayaknya.

    boyin, terakhir menulis Ketika musim duren tiba

  33. imoe says:

    Ayo contreng sukimin. Kok lucu ya mas, kalo mendengar CALUR dan CAWALUR hehehe lucu aja kedengarannya…

    imoe, terakhir menulis …“Pesta Itu Usai di Gerbong Terakhir”…

  34. narpen says:

    wih.. agak2 ngeri cerpen paklik.. bikin berdebar,, (mungkin genre-nya action kali ya)
    :D
    -
    btw sukimin semasa muda ganteng? wah jadi penasaran.
    ahahaha, paklik… gara2 postingan paklik ini aku sampai googling foto sukimin sewaktu muda..
    (gak nemu euy.. punya, paklik?)

    narpen, terakhir menulis Switching

  35. Yari NK says:

    Buahahaha…. ini ceritanya satir perjalanan karir salah satu cawapres ya?? Hueheehe… eh salah deh… ini hanya cerita fiktif tentang perjalanan karir seorang cawalur (calon wakil lurah). Yang herannya, apa dua2nya udah lupa atau pura2 lupa ya, bahwa mereka dulu, calur dan cawalurnya pernah berseberangan satu sama lain??

    Ah…. memang politik itu aneh….. seaneh cerita teraneh yang pernah membuat aneh saya…. huehehehehe…….

    Yari NK, terakhir menulis Halaaah Tiga Topik Mini Lagi…..

  36. nh18 says:

    No Comment …
    Atut …

    nh18, terakhir menulis OLEH-OLEH

  37. dewi says:

    sukimiiiin sukimin.. duitnya dibagi2 aj deh ke rakyat jelata. pahalanya jelas lho :-) . daripada dibuang2, kan sayang,hee…

  38. suryaden says:

    masih mending lah, menyuarakan anti utang, daripada yang diem-diem utang dan juwalan suara… :D

    suryaden, terakhir menulis mari berhutang, lanjutkan

  39. bolosrewu says:

    @suryaden: koyo sedulure wae… jiahaha :lol:

  40. Sampling error??

    Heeei sirik tanda TAK MAMPU menyaingi kegantengan suamiku
    hahahahaha

    Eka Situmorang – Sir, terakhir menulis pertemuan PERTAMA

  41. radesya says:

    hmmmm, heran juga ya, sukimin koq bisa punya banyak uang gitu, kalau dari diliat dari sejarah kan dia cuma suka culik pmuda-pemuda desa wingko ja, dan dari kabar burung yang sempat aku dengar saat manjat pohon, sukimin dapat istri seorang putri dari luar negri gitu, apa benar?

  42. sukimin says:

    Sukimin yang diatas, sukimin palsu. yang asli saya. gak perlu jadi lurah, saya sudah jd PNS kok, saya pamong Belajar di Makassar. Punya istri satu, anak 2, Yang tua Adid 4 tahun , yang bungsu Airah 6 bulan. mau ketemu saya? datang aja ke Makassar. hubungi saya di HP 08124225064. barangkali ada yang bisa saya bantu. atas dasar pri nsip tolong menolong insya Allah saya siap yang penting di jalur kebenaran. Ok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>