Sukimin Ingin Jadi Lurah
Entah kena sambet setan mana, tiba-tiba Sukimin ingin jadi lurah. Ya, lurah. Ia ingin jadi pemimpin di desa Wingko yang bukan kebetulan akan melaksanakan suksesi. Masalahnya bukan Sukimin tak pantas. Tapi setelah dipecat sebagai koordinator salah satu divisi hansip karena terlibat sederet kasus, tanpa tersentuh pengadilan, Sukimin pergi dari desa. Kabar burung mendesuskan ia hijrah ke ibukota. Katanya jadi pengusaha di sana.
Setelah sekian lama menghilang, ketika Desa Wingko hendak melakukan pergantian pemimpin, Sukimin tiba-tiba nongol, jadi Ketua Perhimpunan Pedagang Beras, me-recovery image sebagai penasehat, pelindung,serta pengayom banyak organisasi di desa. Bergepok uang ia gelontorkan untuk memuluskan jalannya. Dan orang seperti lupa atas apa yang pernah ia lakukan di masa lalu terhadap para pemuda desa.
Dulu Sukimin memang ganteng, badannya tegap, sikapnya tegas, namun tatapan matanya lembut. Sebuah tatapan yang mampu melumerkan hati banyak perempuan desa. Tapi Sukimin bukan tipikal play boy apalagi Don Juan. Ia tak begitu suka memanfaatkan ketampanan atau memainkan perasaan perempuan. Satu-satunya gadis yang mampu membuatnya jatuh hati adalah anak lurah zaman ia masih lagi menjabat sebagai koordinator salah satu pasukan keamanan desa.
Maka sejak Sukimin menikahi anak lurah, karirnya dengan cepat sekali melesat. Ia meninggalkan banyak teman-teman hansip seangkatannya. Namun di luar itu, Sukimin memang memiliki segudang kecakapan. Otaknya cerdas. Ia gesit bergerak seperti macan tutul ketika harus menangkap maling. Tak aneh kalau ia memang tampak cemerlang di antara teman-teman sebaya.
Namun setelah terlibat serta terbukti melakukan penculikan terhadap pemuda kampung yang kerap berdemo dan melakukan aksi demi memprotes banyak kebijakan lurah yang notabene adalah mertua Sukimin, ia dipecat dari kesatuan hansip, bercerai dengan anak sang lurah, serta pergi dari desa.
Bertahun-tahun lamanya orang seolah lupa dengan pemuda bernama Sukimin yang gantengnya bikin gemas itu. Tapi tiba-tiba ia nongol dengan segudang uang serta berniat menjadi lurah. Segala upaya ia lakukan. Ia seperti punya pohon uang yang kalau butuh tinggal memetik daunnya untuk dibagi-bagikan kepada orang yang mau mendukungnya. Namun tak seorang pun tahu di mana letak pohon itu. Mungkin di pekarangan belakang dekat sumur rumah peninggalan bapaknya.
Sukimin memang pintar memainkan strategi. Dengan modal uang yang nyaris tak terbatas itu, ia seolah bisa membeli segalanya. Pada masa kampanye, ia berani habis-habisan beriklan. Spanduk, poster, bendera, kaos, umbul-umbul, sampai tong sampah bergambar wajah dan namanya banyak menghiasi wajah desa. Bahkan dibanding calur (calon lurah) lain, Sukimin terhitung calur yang paling kaya. Ia punya banyak usaha, banyak sapi, dan banyak strategi.
Namun dalam masa penyaringan, kelompok pendukung Sukimin kalah. Tapi meski kalah, kelompok Sukimin termasuk spektakuler. Sebagai kelompok yang baru dibentuk, ia mencelat secara bergengsi menduduki sepuluh besar kelompok pendukung lurah. Sayangnya, kini Sukimin banyak menghadapi saingan calur dari kelompok-kelompok besar. Sehingga kalau ia tetap nekat mengejar posisi lurah, rasanya warga desa yang memilih kelompoknya pun kalah jauh. Sukimin memutar otak.
Ia dekati beberapa calur untuk menjajal kemungkinan bersekutu. Biar dikata mantan hansip yang tak memiliki basis kerakyatan, tapi soal dana, Sukimin jagonya. Beberapa calur menampik. Sukimin tak patah arang. Ia munculkan wacana soal kecurangan data pemilih. Hasilnya, Bu Lastri, seorang calur dari kelompok besar mengedipkan mata padanya. Mencoba menggalang kekuatan untuk menggaet Sukimin sebagai cawalur (calon wakil lurah).
Awalnya Sukimin pikir-pikir. Bukankah tujuan semula adalah ingin jadi lurah? Kenapa mesti jadi wakil lurah? Tapi dasar Sukimin mantan hansip yang cerdas, ia melihat peluang di depan mata. Toh yang penting masuk sistem dulu, begitu pikirnya. Wong dulu pernah kok lurah di sini digoyang. Di-impeachment oleh perangkat desa, akhirnya tumbang juga. Giliran wakilnya yang naik menggantikan posisi lurah. Mungkin ini peluang yang menarik, pikir Sukimin pintar.
Maka Sukimin pun menerima pinangan Bu Lastri untuk mendampinginya sebagai cawalur. Biar Bu Lastri saja yang maju sebagai calur. Toh kelompok pendukung Bu Lastri lumayan besar. Tanpa pikir panjang, Sukimin menggelontorkan begitu banyak uang untuk persiapan kampanye. Ia mulai dielu-elukan. Dibuat seolah-olah menjadi tokoh pembaharu desa. Meski kini pipi dan perutnya mulai tampak tambun dan gemuk, kegantengan Sukimin tak lantas surut.
Yang terjadi, sebagian orang lupa atau lebih tepatnya pura-pura lupa: bahwa Sukimin masih menyisakan sederet kasus yang belum pernah tersentuh oleh pengadilan sedikit pun. Ia belum pernah diusut atas aksinya melakukan penculikan dan penyiksaan terhadap pemuda-pemuda desa yang dulu berdemo hendak menegakkan keadilan pada masa rezim desa yang korup. Ia hanya dipecat dari kesatuan hansip.
Kini Sukimin muncul sebagai ksatria di Desa Wingko.
Bandung, 12 Juni 2009 | 04:05 wib
Anyaman selanjutnya: Anak Macan Bu Lastri Mahal Sekali.


[QUOTE]Menyimak Dengan Sepenuh Hati, Komennya Sabar ya gan[/QUOTE]
Pertmaxx gan. reservasi dulu
Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Yu Sutinem
Kemarin Melihat Bu Lastri Di TV, berbicara tentang Hukum.
wah kualitas mengerikan, bicara dengan para pakar dan praktisi hukum seperti bicara sama mbok de bakul sayur.
Singkat, padat dan tidak berisi
Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Yu Sutinem
Sukimin ganteng ???
Weeeh kata siapa? itu kacamata dibetulkan dulu :p
Bu Lastri gak takut di kudeta ya?
Aiiih Mang Sukimin cerdik nian sebagai juragan bakul, kulakannya banyak makanya punya banyak pohon duit. Dulu menculik mungkin karena di suruh mertuanya?
Ndak tahuuuuuuu jawabnya
Yang pasti buat saya bukan Sukimin yang ganteng
SUAMI saya yg ganteng
hehehehehe
Eka Situmorang – Sir, terakhir menulis Pelepas Stress dalam perjalanan Pulang (1)
Jadi pemuda, dari pada besok-besok desa kita kekurangan pemuda karena punya wakil lurah yang suka nyulik, mending ya pilih calur-cawalur lain th. Biarpun mungkin yang lainnya itu suka makan indomie atau suka main yang cepat-cepat, yang penting gak ada culik-culikan .. Bisa-bisa nanti desa kita gak ada pemudanya lagi. Atau yang tersisa malah jadi pendiam, gak berani ngomong.
PS : Kata siapa Sukimin ganteng ?!
Muzda, terakhir menulis Uwen Uwen
eh tapi sekarang sukimin emang super baik hati lho …
sama pemuda-pemuda juga …
pokoknya apa kata sukimin wis tah … menggiurkan!
mungkin sukimin sudah banyak berubah… ah tak taulah ..
mascayo, terakhir menulis Flu Babi jadi Pandemi, terus saya gimana?
ohhh..Sukimin.. ohh, Bu Lastri.. ohhh, Desa Wingko..:)
sebagai warga Desa Wingko (ngaku-ngakunya ini..:p), Mas.. saya agak ngeri dengan kemungkinan kalau-kalau Bu Lastri dan Sukimin betul menjabat dari Lurah dan Wakil Lurah. Duhh.. mereka memang cocok, serasi.. partner in crime..
tidak ada yang betul2 saya pikirkan mengenai desa saya ini, Mas.. kecuali ya itu.. kuatir, kalau-kalau… dipimpin oleh mereka itu..
Denger-denger Sukimin itu nggak nikah lagi karena kehilangan p*n*s sewaktu memimpin invasi ke Barot Barat..:)
Wingko Babat.. Mas, wingko Babatnya di BABAT!!!
)
DV, terakhir menulis Berapa Denda Membuang Sampah di Australia?
Saya orang desa
Ta[i gak kenal Sukimin
Kunjungi:
http://miejanda.com
Sukimin tersenyum…….orang-orang bilang Sukimin senyum serigala……sukimin tertawa…orang-orang bilang Sukimin tertawa setan…..sukimin menolong orang di jalan,orang2 bilang sukimin berpura-pura………akhirnya sukimin bunuh diri…..
esha di birulangit, terakhir menulis Drag Me to Hell,menghibur dengan rasa takut…
ah sukimin…, sekarang lantang sekali suaranya ya…:-)
Sukimin…sukimin….
jalan hidupya selalu beruntung…. beruntung kok berkali-kali
dan itu yang tak semua orang punyai….
mau jadi lurah mas Nielnot?
Nungkinung, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
Sukimin… Sukimin… bu Lastri… bu Lastri…
hhh… politik emang bikin pusing… gak ikut2an coment ach! :p
iem, terakhir menulis in My Birth Day…
bah! benci kali aku sama karakter sukimin ini.
tapi begitulah!
ini memperlihatkan betapa mudahnya kita lupa pada sejarah. (kta? ah, mudah-mudahan pada kenyataannya tidak terlalu kolektif, goniel)
sama sepertimu dan yang lain, aku juga suka emosi jiwa melihat bagaimana sukimin mencoba mencuri hati rakyat yang lugu yang dengan demikian gampang terbius oleh janji-janji manis dan sikap santunnya yang palsu itu. tapi apa daya? sukimin memang berduit. dan berkaca dari banyak pengalaman, money does rule!
Noh, Bu Lastri dan Sukimin lagi diajak ngobrol di Dick Bandy. Miris saya tiap kali liat Bu Lastri curhat…
Dulu Bu Lastri itu gak pernah ngomong. Jadi penasaran. Sekarang pas sering ngomong, waah! Mendingan jarang ngomong lagi deh…
AL, terakhir menulis Pendidik Mungil
Sukimin memang kaya luar biasa. Jauh lebih kaya dari calur yang suka cepat-cepat itu, padahal Pak Cepat sudah puluhan tahun jadi saudagar. Heran, kok bisa jadi trilyuner gitu ya? Mbok trik dagangnya ditularkan ke bakul-bakul lombok yang dibelanya itu, biar semua berubah nasibnya jadi trilyuner juga …
Tuti Nonka, terakhir menulis 3333
kok gak ditulis kalo sukimin ini juga keturunan bengawan eh begawan mas…
)
mantan kyai, terakhir menulis Maria Ozawa Ternyata Tidak (Selalu) Cantik
aku kasian ama bu lastri…
semakin lama semakin keliatan bodohnya.
semakin banyak ngomong semakin banyak gak taunya.
ketika dialog sama KABING (kamar bakul wingko), doi selalu mengawali dg kalimat “pertanyaannya kok susah ya?”
aih… bagaimana ini…?
tapi aku salut sama sukimin…
berhasil “membodohi” warga wingko dan bu lastri tentunya…
hidup sukimin…!!
sstt… kita cari yuk pohon uangnya… ada yg tau?
ini sarkasme politik yah hahahaha. baru sadar di bagian paragraph akhir. bener tuh pertanyaan manta kiayi di atas hahah. begawan yah ?
lo sebel banget ya sama orang ini? berkali-kali lo nyindir dia terus…
yessy muchtar, terakhir menulis Catatan Harian Istri.
hehe … gambaran sukimin itu kok sangat saya kenali, mas dan. ia memang jago bermain strategi dan menainkan emosi massa. tak heran kalau dalam waktu singkat, dia berhasil melenjitkan pamor partai yang baru saja ia gulirkan. ia bercita-cita mewujudkan dwa wingko bisa terbang setinggi garuda, haha … yang saya heran, pemuda yang dulu gencar digemabr-gemborkan media telah menjadi korban penculikan sang sukimin, walah, lha kok malah jadi dedengkot partainya, iki piye toh, mad dan?
sawali tuhusetya, terakhir menulis Haruskah UU ITE Menjadi “Bom Waktu” buat Bloger?
wah cerita yg inspiratif
sebentar lagi ada sayembara mencari istri untuk calon bu Lurah untuk Sukimin Mahendra. Masih available kan dia? hihihi
Awas.. nanti diajukan ke pengadilan atas tudingan pencemaran nama baik oleh Sukimin. ^_^*!
Setuju dengan EM…bagaimana dengan Sukimin Chandra Mahendra, apa tak ikutan nyalur?
Mungkin kalau Sukimin yang ini, mencari pendamping yang tepat aja dulu
aku mendengar suara
jerit makhluk terluka
luka, luka, hidupnya
luka
orang memanah rembulan
burung sirna sarangnya
sirna, sirna, hidup redup
alam semesta, luka
banyak orang hilang nafkahnya
aku bernyanyi menjadi saksi
banyak orang dirampas haknya
aku bernyanyi menjadi saksi
mereka dihinakan
tanpa daya
ya tanpa daya
terbiasa hidup sangsi
orang-orang harus dibangunkan
aku bernyanyi menjadi saksi
kenyataan harus dikabarkan
aku bernyanyi menjadi saksi
lagu ini jeritan jiwa
hidup bersama harus dijaga
lagu ini harapan sukma
hidup yang layak harus dibela
(Kantata Takwa | Kesaksian)
weleh mas…puisi mu itu seram sekali…
apa hubungannya sukimin dengan puisinmu diatas?
kok sukimin ini bisa punya hidup sedemikian lugas ya…ckckckckckckc….
Ria, terakhir menulis Aku, Kamu, Kami, Kita dan Mereka
Pertama mau komen tentang fotonya….ahuy……hm hm…..
mau bilang sesuatu…..tapi lewat Japri aja yah mas…….
Kedua….lha ….DM kok ikutan nyanyi niy…..
tapi suaranya kok gak kedengeran ya…..
Nungkinung, terakhir menulis Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"
Sukimin? apa iya sih dia itu ganteng?
*sambil menahan eneg*
Sulit untuk bisa respek pada orang yang tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, oportunis… Apa bisa dia bijak sebagai seorang pemimpin?
tanti, terakhir menulis Lost and Found
sukimin pergi ke bantar gebang…
*kethekoglengdotkom*
goenoeng, terakhir menulis mungkin aku harus melepasmu
Penjahatnya kan bukan cuma sukimin mas, si yono-udien itu juga pencoleng, melakukan privatisasi 32 KUD di desa wingko ditambah ngutang untuk ngrayu rakyat lewat BLT (bantu lalu Tikam). si ucup dan pasangannya juga tidak kalah ngaconya.
jadi mesti milih penjahat,pencoleng apa pencopet ?
Jamal eL Ahdi, terakhir menulis Berjuang
hebat…hebat…salut sy dengan cerpen di atas…mau koment juga ah…
politik di kampung itu memang penuh intrik…karena ketika seseorang perlu maka akan menjadi kawan…tetapi ketika sudah tak bermanfaat maka tak salah kalau terbuang kembali…hati2 lah…dalam politik kawan hanya ketika diperlukan….selebihnya…???
hatmi, terakhir menulis CINTA ITU LUKA
duit sukimin mungkin saweram dari sodara2nya kali biar kelihatan paling mapan. tapi kayaknya sukimin dan bu lastri akan berada di urutan ketiga dari tiga pasangan calon lurah. abis bu gembrot itu jualan tahu genjrotnya udah nggak laku lagi, suka lupa ngasi bawang putih kayaknya.
boyin, terakhir menulis Ketika musim duren tiba
Ayo contreng sukimin. Kok lucu ya mas, kalo mendengar CALUR dan CAWALUR hehehe lucu aja kedengarannya…
imoe, terakhir menulis …“Pesta Itu Usai di Gerbong Terakhir”…
wih.. agak2 ngeri cerpen paklik.. bikin berdebar,, (mungkin genre-nya action kali ya)

-
btw sukimin semasa muda ganteng? wah jadi penasaran.
ahahaha, paklik… gara2 postingan paklik ini aku sampai googling foto sukimin sewaktu muda..
(gak nemu euy.. punya, paklik?)
narpen, terakhir menulis Switching
Buahahaha…. ini ceritanya satir perjalanan karir salah satu cawapres ya?? Hueheehe… eh salah deh… ini hanya cerita fiktif tentang perjalanan karir seorang cawalur (calon wakil lurah). Yang herannya, apa dua2nya udah lupa atau pura2 lupa ya, bahwa mereka dulu, calur dan cawalurnya pernah berseberangan satu sama lain??
Ah…. memang politik itu aneh….. seaneh cerita teraneh yang pernah membuat aneh saya…. huehehehehe…….
Yari NK, terakhir menulis Halaaah Tiga Topik Mini Lagi…..
No Comment …
Atut …
nh18, terakhir menulis OLEH-OLEH
sukimiiiin sukimin.. duitnya dibagi2 aj deh ke rakyat jelata. pahalanya jelas lho
. daripada dibuang2, kan sayang,hee…
masih mending lah, menyuarakan anti utang, daripada yang diem-diem utang dan juwalan suara…
suryaden, terakhir menulis mari berhutang, lanjutkan
@suryaden: koyo sedulure wae… jiahaha
Sampling error??
Heeei sirik tanda TAK MAMPU menyaingi kegantengan suamiku
hahahahaha
Eka Situmorang – Sir, terakhir menulis pertemuan PERTAMA
hmmmm, heran juga ya, sukimin koq bisa punya banyak uang gitu, kalau dari diliat dari sejarah kan dia cuma suka culik pmuda-pemuda desa wingko ja, dan dari kabar burung yang sempat aku dengar saat manjat pohon, sukimin dapat istri seorang putri dari luar negri gitu, apa benar?
Sukimin yang diatas, sukimin palsu. yang asli saya. gak perlu jadi lurah, saya sudah jd PNS kok, saya pamong Belajar di Makassar. Punya istri satu, anak 2, Yang tua Adid 4 tahun , yang bungsu Airah 6 bulan. mau ketemu saya? datang aja ke Makassar. hubungi saya di HP 08124225064. barangkali ada yang bisa saya bantu. atas dasar pri nsip tolong menolong insya Allah saya siap yang penting di jalur kebenaran. Ok