Archive for July, 2009

13 Tahun Lalu

kutanya kawan-kawanku
: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 13 tahun lalu?

jawabnya,
: entahlah, aku tak ingat!

nyatanya, 13 tahun lalu
ada yang teriak
ada yang berambut cepak
ada yang bergerak
ada yang menggebrak
ada yang merah
ada yang berdarah
ada yang marah
ada yang gerah
ada yang menguasai
ada yang dikuasai
ada yang mengungkap
ada yang membekap
27 Juli 1996
27 Juli 2009
apa yang sudah kita lakukan
selama 13 tahun terakhir ini…
Continue Reading »

Nina Tak Butuh Diancam

You may give them your love but not your thoughts. For they have their own thoughts. You may house their bodies but not their souls, For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams (The Prophet, Children, Kahlil Gibran)

Pernahkah kalian menyadari bahwa sejak kecil ada sebagian besar anak di Indonesia yang hidup dan tumbuh di bawah ancaman orangtuanya? Para orangtua tersebut sama sekali tak menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah salah sebuah bentuk ancaman yang halus dan sangat tidak kentara.

Barangkali pada era sekarang hal itu sudah mulai jarang terjadi. Itu terjadi pada era orangtua zaman dulu ketika hendak menidurkan anaknya. Namun sejauh orang masih menyanyikan lagu Nina Bobo, maka ancaman halus nan lembut tersebut masih dilanggengkan. Coba simak lirik lagu Nina Bobo di bawah ini:

Nina bobo, oh Nina bobo
Kalau tidak bobo, digigit nyamuk

Hanya sepuluh kata. Sepuluh kata! Tak lebih. Tapi cobalah simak 3 kata pada kalimat kedua: kalau tidak bobo. Sadarkah kita bahwa 3 kata itu mengandung ancaman? Kalau tidak bobo. Dengan diikuti kata selanjutnya berupa hasil dari ancamannya: digigit nyamuk.

Adalah wajar jika sebagian dari kalian akan mentertawakan analisa serampangan semacam itu. Dan adalah wajar jika lantas berkata: “Ah, itu kan hanya lagu. Ada-ada saja.” Baik. Tapi hal sederhana namun mematikan seperti itulah yang justru sungguh sangat berbahaya. Karena itu dinyanyikan terus-menerus setiap hari, ketika hendak tidur, dan masuk ke dalam alam bawah sadar si anak. Sekali lagi: alam bawah sadar anak kecil. Maka ancaman tersebut akan lestari secara permanen di otaknya.

Continue Reading »

Bisakah Hidup dari Menulis?

Terkadang, untuk mengetahui cara berpikir seseorang aku kerap memasuki pendalamannya saat berbincang. Yang awalnya ia ingin tanya banyak hal, tanpa kuminta ia malah bercerita tentang dirinya sendiri. Ya, kebanyakan orang memang lebih suka menceritakan perihal dirinya bukan? Kalau sudah seperti itu aku selalu senang untuk “bermain-main” dengan lawan bicaraku.

Ketika harus menyambangi rumah Ketua RW di komplek untuk suatu keperlauan tanda tangan, sang Ketua RW bertanya padaku:

“Kerja di mana, Dik?”
“Saya menulis, Pak.”
“Menulis? Menulis apa?”
“Menulis apa saja. Apa saja yang bisa menghasilkan uang.”
“Apa penghasilannya tetap?”
“Tergantung pesanan, Pak. Kalau order ramai, ya uang melimpah.” *
“Kalau sepi?”
“Ya harus mulai hemat.”
“Apa nggak riskan, Dik? Apa bisa hidup dari menulis? Nggak ada penghasilan tetap.”

Continue Reading »

Voorrijder 2

Berapa harga menggunakan voorrijder? Tenyata murah saja. Dengan 1 juta perak Anda bisa mendapatkan pengawalan berupa kendaraan polisi sebagai pembuka jalan. Itu untuk satu kali jalan. Kalau bolak-balik, bisa sampai 1,5 juta perak.

Mengenai tarif memang tergantung jenis pengawalan. Bisa dua motor plus satu mobil, atau cukup dua motor saja. Teknisnya pun tidak terlalu sulit, cukup angkat telpon atau bisa datang langsung ke kantor polisi.

Lantas siapa saja yang berhak menggunakan voorrijder? Dalam prakteknya, bisa siapa saja, asal Anda punya duit. Meski Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Bogor, Jawa Barat, Ajun Komisaris D.H., membantah kalau polisi bisa menyewakan voorrijder untuk kepentingan pribadi (Majalah Tempo, Edisi 21-27 Mei 2007).

Maraknya penggunaan voorrijder untuk kepentingan pribadi (baca: tak jelas) memang sempat membuat Presiden memerintahkan Departemen Perhubungan menertibkan voorrijder untuk kepentingan tak jelas. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan, pengawalan voorrijder memang tidak bisa dilakukan sembarangan.

Voorrijder hanya untuk kendaraan kepala negara, tamu negara, pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan pertolongan pada kecelakaan, pengantar jenazah, konvoi pawai, kendaraan orang cacat, dan pengangkut barang khusus.

Continue Reading »