<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bisakah Hidup dari Menulis?</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: mantan kyai</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9156</link>
		<dc:creator>mantan kyai</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 22:56:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9156</guid>
		<description>aku kangen pengin nulis.kebanyakan bekerja membuat gak punya waktu untuk nulis. pengen buanget,  tapi gak sempat-sempat. tulisanku ng blog saiki pendek, dangkal, uelek pokoke.... bagi tips dan stimulusnya dong mas. sukur2 sampean punya kelebihan buku yang bisa dibagikan ke saya ... hiks (ngarep) :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku kangen pengin nulis.kebanyakan bekerja membuat gak punya waktu untuk nulis. pengen buanget,  tapi gak sempat-sempat. tulisanku ng blog saiki pendek, dangkal, uelek pokoke&#8230;. bagi tips dan stimulusnya dong mas. sukur2 sampean punya kelebihan buku yang bisa dibagikan ke saya &#8230; hiks (ngarep) <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AL</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9084</link>
		<dc:creator>AL</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 11:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9084</guid>
		<description>Ah kalo saya mah, dibikin gampang aja jawabnya:
Seseorang: AL, lo jadi guru SD gitu, ntar anak lo malah gak bisa sekolah (Gaji guru swasta terlalu kecil untuk mampu membiayai pendidikan yang layak bagi anaknya sendiri loh.. Tragis)
Saya: Bisa.. Cari suami yang kaya dong, heheh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah kalo saya mah, dibikin gampang aja jawabnya:<br />
Seseorang: AL, lo jadi guru SD gitu, ntar anak lo malah gak bisa sekolah (Gaji guru swasta terlalu kecil untuk mampu membiayai pendidikan yang layak bagi anaknya sendiri loh.. Tragis)<br />
Saya: Bisa.. Cari suami yang kaya dong, heheh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imoe</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9083</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 09:43:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9083</guid>
		<description>Iya ya, bener bener mas..aku paham....bener juga ya.  Aku yakin banget kalo manusia itu punya kemampuan untuk survive deh.  Karena itu bakat alami manusia.  Nah yang paling penting itu, apakah usaha untuk survive itu halal, berasal dari keringat sendiri trus gak ngerugiin orang lain.  Selebihnya pasrahkan ama tuhan hehehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya ya, bener bener mas..aku paham&#8230;.bener juga ya.  Aku yakin banget kalo manusia itu punya kemampuan untuk survive deh.  Karena itu bakat alami manusia.  Nah yang paling penting itu, apakah usaha untuk survive itu halal, berasal dari keringat sendiri trus gak ngerugiin orang lain.  Selebihnya pasrahkan ama tuhan hehehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imoe</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9078</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 10:54:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9078</guid>
		<description>Jiahhhh kali soal tanya soal hidup atau gak, itu urusan tuhan.  Emang kalo kita penulis, tuhan marah lalu mencabut hak kita untuk hidup...ya gak lahhhh.  

Lha, koruptor aja yang masuk bui lalu nulis buku &quot;Pengalaman Dari Buii&#039; bisa jadi buku dan laku tuh....apalagi yang penulis beneran, laias gak pernah berstatus koruptor....nah tuhhh



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Bukan begitu maksud dari esensi tulisan di atas, Moe. Urusan hidup memang ada pada Tuhan. Tapi kalau semua-mua persoalan di dunia ini belum-belum dibawa ke Tuhan, ya selesai. Maksudku selesai, jelas selesai karena sudah kembali pada yang Maha Benar.
.
Misalnya ada seseorang yang berkata: hidup ini kok terasa begitu sulit ya. Lalu ada yang menimpali: pasrahkan saja pada Tuhan. Ya selesai! Nggak ada perbincangan lagi. Ya jelas saja selesai karena adalah betul memang mesti memasrahkan pada Tuhan. Tapi dalam konteks tersebut yang dibicarakan kan usaha manusia. Sampai sejauh mana. Didedah apa persoalannya. Dilihat kemungkinan solusinya. Kalau belum-belum sudah disodorkan kalimat: pasrahnya saja pada Tuhan, lha terus usahanya apa? Berdoa semata?
.
Sama halnya kalau aku tanya: &quot;Moe, kerja di LSM seperti kamu itu bisa untuk hidup ya?&quot;
Aku yakin kamu nggak akan jawab: &quot;Ya urusan hidup pasrahkan saja pada Tuhan, Mas.&quot; Nggak akan kan? Pasti kamu menyodorkan argumen yang membuatku menjadi paham. Betul nggak?&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jiahhhh kali soal tanya soal hidup atau gak, itu urusan tuhan.  Emang kalo kita penulis, tuhan marah lalu mencabut hak kita untuk hidup&#8230;ya gak lahhhh.  </p>
<p>Lha, koruptor aja yang masuk bui lalu nulis buku &#8220;Pengalaman Dari Buii&#8217; bisa jadi buku dan laku tuh&#8230;.apalagi yang penulis beneran, laias gak pernah berstatus koruptor&#8230;.nah tuhhh</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Bukan begitu maksud dari esensi tulisan di atas, Moe. Urusan hidup memang ada pada Tuhan. Tapi kalau semua-mua persoalan di dunia ini belum-belum dibawa ke Tuhan, ya selesai. Maksudku selesai, jelas selesai karena sudah kembali pada yang Maha Benar.<br />
.<br />
Misalnya ada seseorang yang berkata: hidup ini kok terasa begitu sulit ya. Lalu ada yang menimpali: pasrahkan saja pada Tuhan. Ya selesai! Nggak ada perbincangan lagi. Ya jelas saja selesai karena adalah betul memang mesti memasrahkan pada Tuhan. Tapi dalam konteks tersebut yang dibicarakan kan usaha manusia. Sampai sejauh mana. Didedah apa persoalannya. Dilihat kemungkinan solusinya. Kalau belum-belum sudah disodorkan kalimat: pasrahnya saja pada Tuhan, lha terus usahanya apa? Berdoa semata?<br />
.<br />
Sama halnya kalau aku tanya: &#8220;Moe, kerja di LSM seperti kamu itu bisa untuk hidup ya?&#8221;<br />
Aku yakin kamu nggak akan jawab: &#8220;Ya urusan hidup pasrahkan saja pada Tuhan, Mas.&#8221; Nggak akan kan? Pasti kamu menyodorkan argumen yang membuatku menjadi paham. Betul nggak?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ria</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9072</link>
		<dc:creator>Ria</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 16:59:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9072</guid>
		<description>menulis dengan hati ya mas...biasanya hasilnya bagus kok, at least walaupun tidak menghasilkan hati kita kaya...hehehehe *sok Bijak*

Apa kabar dirimu??? :D



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Yup, Ri. No thinking –that comes later. You must write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is… to write, no to think!
.
Aku baik saja, Ri. Thanx. Gimana Singapore, Malaysia, dan Thailand-mu? Aku liat foto-fotonya di blog tampak menyenangkan... ;)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menulis dengan hati ya mas&#8230;biasanya hasilnya bagus kok, at least walaupun tidak menghasilkan hati kita kaya&#8230;hehehehe *sok Bijak*</p>
<p>Apa kabar dirimu??? <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Yup, Ri. No thinking –that comes later. You must write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is… to write, no to think!<br />
.<br />
Aku baik saja, Ri. Thanx. Gimana Singapore, Malaysia, dan Thailand-mu? Aku liat foto-fotonya di blog tampak menyenangkan&#8230; <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: narpen</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9065</link>
		<dc:creator>narpen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 23:33:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9065</guid>
		<description>Sebetulnya pak RW nya cuma cari2 topik biar bisa ngobrol kok, paklik, sambil tanda tangan..
Juga mungkin biar bisa cerita ttg dirinya sendiri, huehuehue.. (Pak RW narsis).
Aku percaya bahwa setiap kerjaan itu klo ditekuni (apapun profesinya) insya Allah menguntungkan.. :) Toh dari dari pedagang sayur pun bisa jadi pengusaha kelas atas..



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Aku sih curiganya gitu, An: dia cari-cari topik biar bisa ngobrol. &lt;em&gt;Post-power syndrome&lt;/em&gt; kali. Hihihi. (doh, sampe kapan aku jadi telinga).
.
Biar bapaknya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot.
He, emangnya sekolah pilot gratis apa?!
Iklan yang menyesatkan... :p&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya pak RW nya cuma cari2 topik biar bisa ngobrol kok, paklik, sambil tanda tangan..<br />
Juga mungkin biar bisa cerita ttg dirinya sendiri, huehuehue.. (Pak RW narsis).<br />
Aku percaya bahwa setiap kerjaan itu klo ditekuni (apapun profesinya) insya Allah menguntungkan.. <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Toh dari dari pedagang sayur pun bisa jadi pengusaha kelas atas..</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Aku sih curiganya gitu, An: dia cari-cari topik biar bisa ngobrol. <em>Post-power syndrome</em> kali. Hihihi. (doh, sampe kapan aku jadi telinga).<br />
.<br />
Biar bapaknya supir angkot, anaknya bisa jadi pilot.<br />
He, emangnya sekolah pilot gratis apa?!<br />
Iklan yang menyesatkan&#8230; :p</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9063</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 12:49:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9063</guid>
		<description>Jadi penasaran, apa kolom pekerjaan di KTP mu?
Seringnya aku lihat, jika bingung tulis aja...&quot;Swasta&quot;.
Pas udah pensiun aku juga bingung, jadi dalam kolom KTP ditulis aja &quot;Pensiunan&quot;...hehehe...

Gara-gara pensiunan ini, tiap kali bu RW sms,  agar saya datang ke arisan karena acaranya bagus...dan karena masih di kantor atau dijalan...maklum kantornya pindah2, tergantung  pesanan atau panggilan..jadi paling dijawab &quot;ada proyek bu, jadi masih diskusi sama klien&quot;. 

Niel sebetulnya aku juga pengin dapat uang dari menulis...tapi kayaknya susah ya...dan sekarang mimpi itu kayaknya harus diubah deh,  kok makin sibuk urusan lain...



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Kolom pekerjaan di KTP-ku? Sebentar, Bu. *mbukak dompet*
Oh, ternyata di sana tertulis: Penganyam Kata, Bu. Hihihi.
.
Nggak perlu dapat uang dari menulis, Bu. Nggak setiap orang mesti jadi penulis kan... Setiap individu tentu punya ranahnya masing-masing. Meski memang, ilmu yang ibu miliki akan lebih lestari jika bisa dituliskan. Karena dengan dituliskan, nama kita takkan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Meski kita sudah tiada, karya kita akan terus dibaca dan digunakan orang. Bukankah begitu, Ibu...&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi penasaran, apa kolom pekerjaan di KTP mu?<br />
Seringnya aku lihat, jika bingung tulis aja&#8230;&#8221;Swasta&#8221;.<br />
Pas udah pensiun aku juga bingung, jadi dalam kolom KTP ditulis aja &#8220;Pensiunan&#8221;&#8230;hehehe&#8230;</p>
<p>Gara-gara pensiunan ini, tiap kali bu RW sms,  agar saya datang ke arisan karena acaranya bagus&#8230;dan karena masih di kantor atau dijalan&#8230;maklum kantornya pindah2, tergantung  pesanan atau panggilan..jadi paling dijawab &#8220;ada proyek bu, jadi masih diskusi sama klien&#8221;. </p>
<p>Niel sebetulnya aku juga pengin dapat uang dari menulis&#8230;tapi kayaknya susah ya&#8230;dan sekarang mimpi itu kayaknya harus diubah deh,  kok makin sibuk urusan lain&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Kolom pekerjaan di KTP-ku? Sebentar, Bu. *mbukak dompet*<br />
Oh, ternyata di sana tertulis: Penganyam Kata, Bu. Hihihi.<br />
.<br />
Nggak perlu dapat uang dari menulis, Bu. Nggak setiap orang mesti jadi penulis kan&#8230; Setiap individu tentu punya ranahnya masing-masing. Meski memang, ilmu yang ibu miliki akan lebih lestari jika bisa dituliskan. Karena dengan dituliskan, nama kita takkan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Meski kita sudah tiada, karya kita akan terus dibaca dan digunakan orang. Bukankah begitu, Ibu&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eka Situmorang - Sir</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9053</link>
		<dc:creator>Eka Situmorang - Sir</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 05:42:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9053</guid>
		<description>keluar topik gimana?
kan gue menyatir kata2 dalam tulisanmu ini mas ?

btw tolong dibaca dengan seksama :
&lt;i&gt;dan karena gue males mengeluarkan jurus2 rayuan maut tingkat tinggi untuk menundukkanmu &lt;/i&gt;
terang aja gak berlaku untukmu mas, emang gue gak mengeluarkan ajian merayunya koq weeek :p
GR koq terus dipiara hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keluar topik gimana?<br />
kan gue menyatir kata2 dalam tulisanmu ini mas ?</p>
<p>btw tolong dibaca dengan seksama :<br />
<i>dan karena gue males mengeluarkan jurus2 rayuan maut tingkat tinggi untuk menundukkanmu </i><br />
terang aja gak berlaku untukmu mas, emang gue gak mengeluarkan ajian merayunya koq weeek :p<br />
GR koq terus dipiara hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mas</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9049</link>
		<dc:creator>mas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 23:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9049</guid>
		<description>@mbak imelda:
untuk kedua profesi itu mungkin masuk kategori wirausahawan? termasuk pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak terikat menjadi pekerja bagi suatu instansi atau korporat, kupikir. 

tapi motivasi toh ada yang dikategorikan intrinsik dan ekstrinsik, mbak? yang ekstrinsik termasuk suntikan motivasi dari lingkungan. walaupun aku setuju, motivasi yang terbaik adalah yang bersifat intrinsik.

eh, asyik juga &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; di sini, ya? kita OL bareng nih, mbak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mbak imelda:<br />
untuk kedua profesi itu mungkin masuk kategori wirausahawan? termasuk pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak terikat menjadi pekerja bagi suatu instansi atau korporat, kupikir. </p>
<p>tapi motivasi toh ada yang dikategorikan intrinsik dan ekstrinsik, mbak? yang ekstrinsik termasuk suntikan motivasi dari lingkungan. walaupun aku setuju, motivasi yang terbaik adalah yang bersifat intrinsik.</p>
<p>eh, asyik juga <i>chatting</i> di sini, ya? kita OL bareng nih, mbak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ikkyu_san</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/07/20/bisakah-hidup-dari-menulis/comment-page-1/#comment-9048</link>
		<dc:creator>Ikkyu_san</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 23:22:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1599#comment-9048</guid>
		<description>aku juga ingin tahu apa yang ditulis di kolom pekerjaan di KTP bagi
1. seorang motivator
2. tukang obat

Kalo menurut aku sih...sama-sama cuap-cuap aja. (Sorry kalau ada yang tersinggung, tapi I hate the word &quot;Motivator&quot;. Motivasi harus berasal dari diri sendiri, bukan ditimbulkan orang lain.)

Tapi yang aku paling benci sebetulnya, sejak status aku berubah dari &quot;single&quot; menjadi &quot;kawin&quot;, otomatis pekerjaan menjadi &quot;karyawan&quot; LOH! siapa yang suruh? bukannya otomatis &quot;ibu rumah tangga&quot;? Orang Indonesia memang suka sekali memutuskan &quot;label&quot; tertentu bagi manusia, tanpa memikirkan atau menanyakan pada ybs.

EM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku juga ingin tahu apa yang ditulis di kolom pekerjaan di KTP bagi<br />
1. seorang motivator<br />
2. tukang obat</p>
<p>Kalo menurut aku sih&#8230;sama-sama cuap-cuap aja. (Sorry kalau ada yang tersinggung, tapi I hate the word &#8220;Motivator&#8221;. Motivasi harus berasal dari diri sendiri, bukan ditimbulkan orang lain.)</p>
<p>Tapi yang aku paling benci sebetulnya, sejak status aku berubah dari &#8220;single&#8221; menjadi &#8220;kawin&#8221;, otomatis pekerjaan menjadi &#8220;karyawan&#8221; LOH! siapa yang suruh? bukannya otomatis &#8220;ibu rumah tangga&#8221;? Orang Indonesia memang suka sekali memutuskan &#8220;label&#8221; tertentu bagi manusia, tanpa memikirkan atau menanyakan pada ybs.</p>
<p>EM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

