kutanya kawan-kawanku
: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 13 tahun lalu?
jawabnya,
: entahlah, aku tak ingat!
nyatanya, 13 tahun lalu
ada yang teriak
ada yang berambut cepak
ada yang bergerak
ada yang menggebrak
ada yang merah
ada yang berdarah
ada yang marah
ada yang gerah
ada yang menguasai
ada yang dikuasai
ada yang mengungkap
ada yang membekap
27 Juli 1996
27 Juli 2009
apa yang sudah kita lakukan
selama 13 tahun terakhir ini…
Bandung, 27 Juli 2009 | 03.03 wib
Sajak di atas merupakan pengulangan dari sajak yang sama, dimuat pula di blog PK pada 27 Juli 2007 dengan judul 11 Tahun Lalu. Kemudian kembali kutulis dan dimuat di blog yang sama pada 27 Juli 2008 dengan judul Selusin Tahun Lalu. Kini, dua tahun kemudian, aku memutuskan untuk kembali memuat sajak serupa dengan mengganti judulnya menjadi 13 Tahun Lalu. Setelah 13 tahun sejak peristiwa berdarah 27 Juli 1996, adakah sebuah perbedaan di sana? Adakah yang tak berubah? Jangan pura-pura tak tahu! Mari meninjau diri…




Waduhh Niel…berat nih….
Saya ingat tentang bagaimana sebuah sekolah ditelepon, agar murid2nya tak keluar dari halaman, Dan sekolah tsb membeli nasi bungkus bagi murid2nya hari itu…
Tanggal itu, bagi orang lain yang tak ada kepentingannya, termasuk aku, adalah sama dengan hari yang lain, pagi2 udah ikut jemputan agar tak terlambat ke kantor…pulangnya juga biasa saja…tapi di sebuah sudut, di tengah kota. ternyata ada peristiwa seperti kau ungkapkan itu.
uuh 13 tahun yang lalu…
yang pasti aku di Tokyo, cuma tahu dari berita. Tapi cukup was-was karena adikku berkantor dekat sana. Dan juga membacakan berita itu di jatah siaran mingguan radioku, tanpa tahu detil yang terjadi.
Tapi aku selalu ingat, ada peristiwa tak mengenakkan selalu, di hari-hari menjelang bapak (29 juli) dan ibuku ulang tahun (12 Mei). Dan aku yang jauh, hanya bisa berdoa, menekan rasa khawatir akan keadaan negeri kita.
Aku memang tidak suka politik, meskipun katamu kita hidup bersama itu. Ya, memang… mau tidak mau.
Yang aku mau tahu waktu membuka wikipedia, “Pemerintah saat itu menuduh aktivis PRD sebagai penggerak kerusuhan. Pemerintah Orde Baru kemudian memburu dan menjebloskan para aktivis PRD ke penjara. Budiman Sudjatmiko mendapat hukuman terberat, yakni 13 tahun penjara.” Apakah BS jadinya masih di penjara? (I’ve read somewhere) Kamu bukannya pernah bertemu dia? Sorry kalau aku salah…. maklum aku orang indonesia yang terdampar di negara lain sih. Kasih pencerahan ya….
@mbak imel : Budiman Sudah bergabung dengan partainya Bu Lastri.
27 Juli 1996 : Pengokohan Rezim dan Pembunuhan atas Demokrasi
waktu itu aku masih nguli. ketar-ketir setiap pulang kampus sebab banyak mahasiswa orasi dan bakar ban di jalan. tapi tidak pernah menyaksikan peristiwa tragis secara langsung.
tiga belas tahun kemudian? walaupun bukan dimaksudkan khusus untuk itu, aku selalu ingin dapat berbuat sesuatu untuk negeri ini. pastinya dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana, hingga hal-hal yang menurutku begitu besar (bagiku pribadi) yang mengharuskan aku memilih di antara berbagai opsi sulit, dan biasanya diakhiri dengan kemenangan keinginan mengabdi.
lebay, ya? tapi memang begitulah yang kurasakan. dan kupikir ganjaran kebahagiaan saat menjalaninya sudah melunasi harganya.
Kalau 13 tahun lalu, aku nggak bisa cerita saat itu masih 4 tahun, yang jelas papa masih hidup, dan kejadian mengerikan itu aku cuma bisa dengar dari cerita mama dan membaca dari buku saja
13 tahun lalu…wah aku masih sweet seventeen tuh
hmm PRD, hampir aja gabung mereka waktu kuliah..tapi gak tergoda
Aku ada di daerah Senen, di Kwitang atau Kwini ya. Cari buku-buku pelajaran, sendirian ! karena dulu memang senang jalan sendiri. Tiba – tiba lagi nawar buku di kaki lima di gang – gang sempit itu, orang2 banyak yang lari ke arahku. Dan aku kaget. Penjual buku langsung menarikku agar minggir. Lalu ketika mengintip di jalan besar Senen yang mengarah ke Salemba aku untuk pertama kalinya melihat tank segede gajah ! Gedeeee banget. Itu pemandangan horror buatku, mana diatasnya ada pria berseragam loreng membawa senjata. Mau pingsan gak mas?
aku baru 15thn waktu itu. Sedikit gentar, tapi entah tidak takut bgt. Lalu setelah si tank2 itu merambat pergi aku beranikan diri jalan kaki menuju terminal Senen, yang ternyata gak ada bis sama sekali. Dan aku pulang berjalan kaki sepanjang 15 km !
Dari kejauhan aku lihat ada asap hitam, suara bedil. Tapi aku gak ngerti ada apa, cuma insting yg menyuruhku pulang.
saya masih smp kelas 3 itu mas.
di sebuah kota yang jauh sekali dari jakarta.
yang saya ingat waktu ayah saya bilang.. ‘jangan main ke pasar, lg banyak polisi nangkapin orang..’
malah bandel, diajakin teman-teman kampung ke pasar. dan itu baru pertama saya kena gas air mata. perih banget.. dan saya gak ngerti apa-apa.
*mungkin gara-gara gak denger ortu kali.
sudah 13 tahun ya..
saya belum liat perubahannya, mungkin nanti.
mungkin…
13 tahun yang lalu aku masih berumur 9 tahun, dan sedang krisis identitas. Apakah aku anak laki-laki yang terperangkap di tubuh wanita atau anak wanita yang berjiwa laiki-laki.
Dan sedang asyiik dengan dunia ku sendiri,entah apa yang terjadi dengan dunia luar. Yang ada hanya aku, berlari, melompat, memanjat dan tertawa.
Wah, itu saya masih pakai seragam putih-biru. Baru pertama kali jatuh cinta juga masih belajar pakai pembalut yang benar. Pun tinggal di pesantren. Jadi gak tau apa-apa sama sekali tentang apa yang terjadi di luar… Hal paling berat saat itu bagi saya nampaknya, bagaimana fokus agar lolos seleksi Jambore Internasional tingkat penggalang heheh…Tapi gak lolos, hiks…
13 tahun kemudian, saya masih di sekolah. Nah loh??
13 tahun lalu,aku lagi skripsi tuh…hanya bisa menyaksikan dari layar kaca…betapa bergolaknya saat itu….
akankah tahun depan masih berkata “entahlah aku tidak ingat?”
karena sebagian otak yg memuat memori biologis itu telah teramputasi.. sebagaian saja.. akibat penculikan, akibat setruman pada alat kelamin, akibat ditidurkan pada balok es seukuran single bed, akibat tamparan yg mencegah hipotermia, akibat sundutan rokok yg membuat ttap siuman, akibat…. akibat..akibat..akibat
ahh!!!!
13 tahun yang lalu aku masih membujang mas hehehehe
dan aku juga terjebak pada hiruk pikuk kepedihan sebuah kehilangan yang sangat berarti dalam sekali hidupku namun tak terhubung dengan semanggi sih hahaha hanya tanggal nya yang bersamaan saja
13 tahun lalu?
hmm jadi ikut mikir …
apa lalu pelaku dan terlaku sudah pula lupa?
13 tahun yg lalu??? aku masih SMU mas…
masih lugu pastinya…hehehehehe
yang jelas…Bunda kalau mengadakan acara apa2…ingat..ingat jangan 27 juli,karena hari itu peristiwa berdarah…menyedihkan.
tapi sayang nya sampai hari ini tak ada penyelesaian yang tuntas…
mengheningkan cipta. menciptakan hening…