Kapan Waktu Paling Tepat untuk Membaca?
Bisakah menjawab pertanyaan di atas? Kapan waktu paling tepat untuk membaca? Rasanya tak ada jawaban yang setepat-tepatnya. Karena setiap dari kita punya kesempatan, selera, dan juga jam biologis yang berbeda-beda. Tak mudah untuk merumuskan kapan sebetulnya waktu yang betul-betul tepat untuk membaca.
Baru-baru ini seorang teman berkata kepadaku: “Sekarang waktu untuk membaca betul-betul sesuatu yang mahal bagiku. Seharian sibuk dengan pekerjaan, begitu pulang yang ada semata kelelahan. Kesempatan membaca betul-betul mesti kucuri dari waktu-waktu yang tersisa. Ingin rasanya menikmati sore yang cerah di sebuah kafe sembari ditemani kopi dan sepucuk buku.”
Dalam beberapa kasus aku merasakan juga apa yang dialami temanku itu. Terkadang aku pun kerap lupa belum membaca buku ketika hendak menutup hari. Waktu khusus untuk membaca seperti tak ada lagi. Terkadang membaca mesti disempatkan di sela-sela waktu yang kurang produktif. Seperti di mobil dalam perjalanan ke Jakarta, di bandara, atau sembari makan siang (itu pun kalau kebetulan ingat makan).
Namun mestikah kita membaca setiap hari? Tentu tergantung individu yang bersangkutan: apakah membaca sudah menjadi kebutuhan atau tidak. Seperti halnya makan dan merokok. Sesuatu bisa menjadi begitu penting ketika kita tahu hal tersebut menjadi kebutuhan kita dalam keseharian bukan?
Jujur saja, dalam beberapa purnama ke belakang, pola membacaku teramat sangat belepotan. Daftar buku yang belum lagi kubaca masih begitu menumpuk. Apalagi akhir-akhir ini mesti berpeluh menyelesaikan novel bagian pertama dari Trilogi Epitaph. Mau tak mau yang kubaca melulu hal-hal yang memberikan kontribusi bagi bangunan novelku semata. Apa boleh buat.
Maka bisa jadi catatanku kali ini bolehlah diartikan sebagai apologi kepada teman-teman yang dengan baik hati sudah mengirimiku buku-buku. Ada beberapa buku yang belum sempat ku-review dan mulai mengantri di daftar tunggu baca.
Buku-buku itu antara lain;
- The Winner Stands Alone karya Paulo Coelho, terbitan Harper, versi English, setebal 343 halaman, kiriman dari Hemma Yulfi.
- Lantas ada Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, terbitan Gramedia Pustaka Utama, berbahasa Indonesia, setebal 416 halaman, kiriman Uda Hardi Vizon.
- Kemudian ada Perempuan Bergaun Putih karya Sawali Tuhusetya, terbitan Buku Pop bekerja sama Maharini Press, berbahasa Indonesia, setebal 164 halaman, kiriman Pak Sawali Tuhusetya.
- Lalu ada Interlude - Jeda karya Syafruddin Azhar dan Kurnia Effendi, terbitan LPKP Publishing (Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik), berbahasa Indonesia, setebal 327 halaman, kiriman Mas Syafruddin Azhar.
- Serta Centhini karya Elizabeth D. Inandiak, terbitan Babad Alas (Yayasan Lokaloka), berbahasa Indonesia (diterjemahkan dari Bahasa Perancis), setebal 438 hal, kiriman Yoga Amaliasari.





Sekali lagi, barangkali adalah betul bahwa tulisan ini semata apologiku atas buku-buku tersebut. Aku belum berani menulis ulasan atasnya. Namun paling tidak dengan tulisan ini aku hendak mengabarkan pada kawan-kawan yang telah memberi bahwa buku-buku itu telah kuterima dengan baik serta dengan rasa senang tiada tara. Akan kubaca secepatnya. Maka tak lupa kuucapkan ribuan terima kasih untuk kebaikannya…
Jadi, kapan waktu paling tepat untuk membaca?
Bandung, 29-09-2009 | 02.02 wib




Aku selalu menaruh buku di WC!
Sayangnya aku tidak bisa menaruh buku di kamar mandi, dan membaca sambil berendam meskipun pernah kulakukan. Taruh handuk di atas kursi bathroom, dan… baca sambil berendam air panas. Heaven! But musti hati-hati karena bisa masuk angin, karena tak terasa air panas itu menjadi ….air es hehehe.
Tapi membaca di kedua kesempatan itu memang tidak optimal. Jadi aku selalu membaca di dalam kereta dalam perjalanan mengajar yang cuma 2 kali seminggu itu, jika tidak sedang mengantuk!
Well, aku selalu iri pada mereka yang single atau mempunyai asisten RT. hiks.
Selamat membaca di setiap kesempatan.
EM
Dan kadang juga sempat terpikir kalau saja kita (aku, kamu?, dan siapa saja yang merasa) mengurangi waktu untuk ber-chatting-ria di YM atau berperang status di FB dan main game (hihihi sapa tuh ya? saya! saya!) , kemudian menggunakan waktu itu untuk membaca…. pasti habis kok koleksi buku yang antri untuk dibaca. Lalu kemudian kembali lagi ke “mood” untuk membaca, bukan?
EM
sekalian hetrik ahhh, udah lama kayaknya aku ngga hetrik…
Selamat Idul Fitri ya Danny
Selamat utk selesainya novel bagian satu, dan ditunggu kiriman buku dengan tanda tangan tinta emas di Tokyo… (kamu tahu alamatku kan? hihihi)
EM
Waktu tepat buat membaca? mmm….pulang kantor, sebelum praktek, sambil selonjor, disambi pijetan si Iyuk…….terus disambi minum teh.
Yang dibaca? tentulah bukan bacaan berat serupa buku yang mas Niel pajang,…
Waktu itu buat baca buku majalah ringan serupa intisari, gatra,….
Bacaan beratnya kapan? …..duh kapan ya….hehehe
Abis terbitnya Novel dah mulai teratur lagi kan….
oh ya sekalian minta maaf ya mas Niel, ada satu buku yg paling tebal yg pernah mas Niel beri yg sampe sekarang belum sempat diselesaikan sampai selesai. Bagian terakhirnya siy udah….hihihi.itu karena bacanya langsung meloncat. Hehehe Buat mbk Tan juga, hihihi buku Dewi Lestarinya pun belum tuntas terbaca….
abis…..membaca 1 buku menyenangkan jika bisa dibaca dalam kurun waktu tertentu yang berurutan. Kalo dah berenti tuh jadi males memulai lagi, susah dapet feelnya.
*halah alesan, kata mas Niel…hehehe*…
kapan waktu yang tepat buat membaca..?
saya juga kalo ditanya ya bingung, sudah lama saya tidak membaca buku.
klisenya sih ‘tergantung mood’.
kapan itu mood datang…? lah bingung lagi jawabnya.. hahahaha
btw selamat idul fitri mas, maaf lahir batin..
sukses buat bukunya..
kalo saya udah hobby sih jadi setiap saat dan dipaksakan untuk punya waktu sendiri yaitu diiiii kantor…hiii..korupsi waktu deh
Karena dalam kasus ini buku2 yang harus dibaca bisa disebut sebagai tanggungjawab kepada teman2 yang memberikan, maka alangkah baiknya dijadwalkan waktu khusus tuk melakukannya (3 jam sehari?), tidak sekedar menunggu ada waktu kosong.
BTW kecepatan baca standar mas DM brapa halaman per jam?
Oh ya, selamat Idul Fitri dan congratz tuk Epitaph part 1.
Lebih enak membaca saat libur dari aktifitas rutin. gak ada yang mengganggu dan HP dimatikan. Record membaca saya adalah NEGERI 5 MENARA, mulai baca jam 9 pagi dan selesai jam 5 Sore…LUDES
Btw, PEREMPUAN BERGAUN PUTIH mau dong, bisa dapatin dimana mas, di Padang belum ada…
dimengerti kok kalau kamu sedang sulit berbagi hati antara menggarap novel dan membaca, goniel. itu kan megaproyek, kudu fokus. wong aku aja, timbang nulis di blog
yang nggak penting itusempat bingung membagi waktunya dengan membaca buku. syukur aja sekarang udah lebih piawai memenej waktu, sehingga kegiatan menulis dan membaca bisa dapat porsi yang relatif adil. belakangan justru lebih banyak waktu buat membaca ketimbang menulis, sehingga kadang blog malah dianggurin sampai beberapa hari.abis membaca itu nggak ribet. dia bisa dilakukan kapan saja tanpa harus membuka laptop, bisa sambil duduk mengantri atau rebahan santai, sesuka hati kapan hendak memulai atau berhenti.
setelah ini kamu udah bisa membaca lagi dong? kan novelnya udah naik layout.
Memang mahal banget, Niel… rasanya buka yang belum ku baca masih bertumpuk, malah ada beberapa buku yang belum lagi ku keluarkan dari plastiknya :(, tapi buatku harus menyempatkan membaca meski hanya sesaat karena kemudian malah aku yang dibaca oleh si buku :p.
Buku, membaca buatku adalah ruang buat aku bersantai, menikmati duniaku sendiri dan saat ini aku hanya melakukannya di angkot (perjalanan leuwi panjang-peta) sekitar 20 menit, WC, dan saat harus menunggu.
Aku rindu punya waktu banyak untuk menikmati buku dengan leluasa
Saat pekerjaan mulai menyita waktu dan urusan keluarga meminta banyak perhatian, aktivitas membaca jadi suatu yang mewah. Meski demikian, seperti kata bossku, “Jangan diatur waktu. Tapi kita yang mengatur waktu.”
waktuku membaca? lebih sering pada pagi hari antara pukul 9-11, di perpustakaan kampus… kalau di rumah, aku nyaris tidak bisa membaca sebelum anak-anakku tidur. kalau sudah tidak ada lagi kehebohan, maka aku akan menjadi kalong sampai batas waktu yang tak ditentukan, hehehe…
selamat atas bukumu, semoga menjadi buku yang sakinah, mawaddah wa rahmah….
Yang tau pasti kapan waktu yang tepat untuk membaca adalah diri kita sendiri, kalau membaca dipaksakan jadinya malahan ngelamun gitu
aku suka membaca dimanapun aku berada, pernah sampe ketidur sambil peluk buku
Hiks :(( whooooooooooooooaaaaaaaaaaaaaaaaa tersindir komennya mbak EM..
ngaku bersalah deh mbak.. iya aku maen game mulu…
ini udah mau masuk rehab khusus game koq :p
btw.. kapan ya biasnaya membaca…
Oh i hate to say this but the last to months I haven’t read any books at all…
But I usually read those books at the weekends
hmm.. ada dua hal kalo menurutku.
pertama, adalah tiap waktu jeda. apapun jedanya (bukan interlude jeda loh :p). membaca adalah kegiatan yang paling pas untuk membunuh dilasi waktu.
kedua, pengalamanku, buku punya waktunya sendiri untuk dibaca. ada buku yang ringan saja tapi ketika suatu waktu dibaca justru terasa sangat berat. di lain waktu, buku ini kembali dibaca dan ternyata jauh lebih asyik ketimbang membukanya pertama kali. ada aura dalam buku itu yang memanggil-manggil jika memang pas waktunya untuk dibaca.
gimana mo baca, kalo tiap malam diajak misuh-misuhan kempol
selamat mas,…
masih kepikiran membaca buku
dulu pas belom ada Gisella Anggita itu… aku selalu menutup hari dengan membaca… di tempat tidur… dengan lampu baca di sisi tempat tidur… plus secangkir susu anget ato lemon tea… lebih bagus lagi kalo cuaca lagi ujan… bisa selimutan… wawwww… nikmattttttt benerrrrr…
sekarang…
begitu pulang, langsung ngurusin si kecil… main dan minum jus bareng… lalu ritual2 menjelang dia tidur… dan ketika dia tidur, maksud hati mau baca tapi slalu aja malah bablas ikutan molor
… jadi bahkan buku Angel and Demon aja belom kelar sampe skarang… padahal filmnya malah udah sukses
ahhhh… tapi baca dan nonton film kan 2 jenis kegiatan yg benar2 berbeda kan yah… jadi entah kapan bisa kuselesein itu buku
cuma dua kata buat kegiatan baca sekarang ini…
Enjoy aja!!
Aku tidak pernah menjadwalkan waktu membaca…
Buatku, membaca enak dilakukan untuk mengisi waktu pada saat menunggu, saat sedang di salon, sebelum tidur, waktu santai di akhir minggu. Aku sangat menikmati membaca dalam perjalanan keluar kota dengan kereta atau pesawat, waktunya relatif lama, santai, tidak ada gangguan, bisa konsentrasi menikmati isi bacaannya. Tapi kalau agenda bepergian mulai jarang ya jarang juga deh bacanya… Ada dua buku yang masih menunggu, belum sempat terbaca..
Lain halnya dengan membaca untuk materi kuliah, kalau yang ini wajib harus, suka tidak suka, enjoy tidak enjoy.. hehehe…
@Afdhal… nek macan gek turu.. ojo wani nggugah, dhus!.. iso moddiyaaar kowe!
@DM.. nggak ada baca buku.. tidur!
@ Puak :

makanya jangan tidur mulu….
udah tidur mulu yang gemuk cuma itu doank
@Afdhal.. yang penting bohaiiiiiii…
(lumayan juga nih ada tempat nyampah komen..
)
@ Puak:
Bohaaaiiiii dari Gombong
(lanjuttt puak, isih ombo)
@Afdhal:
Gitar spanyol.. tapi nguli di perahu layar.. halah!
(cari topik yang hot, brotha!.. lautnya luaaaasss)
@ Puak :
baca buku diatas kontainer
gak punya buku, googling pake wirelees(er)
*numpang nguyuh telung sasi isuh turah-turah*
@Afdhal.. DM bilang kau buas bro!.. ada yang lebih buas dari itu??
mengko tak silihi modemku nek wireless mu rusak!..
@ Puak:
gak perlu…aku punya BB yang membuatku onlen 24 Jam
tidak perlu pake alasan modem rusak dan nyari wifi gratis
@Afdhal… hari ini milik kita bro.. bentar lagi Ria gabung..
ngenteni bojone kuli..ki… ben DM seneng.. ha!
@ Puak: jejerin 10 Ria pun masih cukup nih
*upss…sorry chubby*
:p
@Afdhal.. *umm.. ngomong opo neh?.. ada saran?*
@ Puak :…*hmmmm” apalagi yah….kamu punya ide???
Hancik!!! Blog-ku dijadikan tempat nongkrong dua kuli pelabuhan begene?! Woi-woi-woi! Belum pernah kelilipan asbak po?
@DM.. afdhal aja udah tahu kelilipan kempol kok.. apa lagi asbaak…. kecillll!!
ADUHHHHHHHH kalian berdua!!!!….
*teriak teriak sama mbak puak dan mas afdhal**
Biasanya mbak puak baca bukunya di sela2 nyuapin Flo
kalau mas afdhal baca bukunya di sela2 nelp sang pacar
wakakakakakaka *kaburrrrr***
mas Dan…emang nih temen2mu kebangetan…sabar ya
*elus2 punggung mas Dan*
@DM & Ria …
Cieee.. DM punya pengacara lho sekarang..
Pengacaranya hadir pas peluncuran epithap nanti gak ya??..
Pengen liat pipinya ..
@ Mbak puak : wakakakakaka…pipiku??? apa maksudnya tuh
diliat boleh tapi gak boleh di pegang
@ Mas Dan : tenang Mas….kan sudah di sepakati apa yg kuminta dirimu lakukan *sssttttt rahasia kita aja lagi
* jadi mbak puak dan mas afdhal gak perlu tau!!! hehehehehe
@mas afdhal : hahahahaha kasian deh lu…speechless ya!
@ Ria : kok main nyerobot dua kali sihhhhh
@ DM: Segala macam asbak sudah pernah saya rasakan…kalo cuman kempol bagaikan dicokot kutu
@ Puak: jadi kesimpulannya, topik kita sore ini apa??? (yang bemutu yah, men ketok berpendidikan sitik, mesakke kowe)
@ Ria lagi : plisssssssss dehhhhhhhh JANGAN ADA KULI DIANTARA KITA
@ Mas Afdhal : sooo kesimpulannya yg kuli mamanya flo????
@Afdhal .. nggak ono topik!.. DM iso ‘menangis semalam’ dalam pelukan si Pipi loh..
)
(kita sambung besok malam, brotha?
@Pipi, eh,. Ria.. jadi pengacara pribadi jugak??
@Mbak Puak : maap ya mbak aku cuman menyimpulkan dari comment mas afdhal
hehhehehehehe……
dan…..mari kita lanjutkan besok malam kalau aku bisa online!
sampe pagi sampe pagi deh….wakakakakakakaka
@ All:
I’am Always Ready…
just Buzz and the war begun
Selesai? Fiuffhh… Lega.
*nebar garam*
*masang kemenyan*
@ DM :
eitsssssssssssssssss…jangan puas dulu
td pemanasannnn…
nih sekarang mau Closing Party…
mas..mas…tolong sampahnya dibersihin dulu yah
*nyuruh DM*
@DM.. berarti garam dan mennyanmu nggak mempan!.. hahahaha
wakakakakakaka….
*nyerahin tong sampah sama sapu ke mas Dan *
@ Ria :
eittsssss (juga) …kamu jangan nyuruh2 donk
itu gelas ama piring dicuci donk..
@ Puak:
tolong yah, Drum’nya dikeluarin…trus itu 50 Krat minuman bawa masuk ke dapur…
hmmm…ck…ck…tukang sapu nih kerja lambat bangettt
ayo ngeblog lagi..jangan terbius fesbuk..
let`s GO BLOG-ing (gak enak amat ya kedengernya)
*ngelinting lengan baju*…
Udah bersih lagi ni laut… kuli2 belum pada dateng..
*ndodok nang nduwur container, ngenteni alisss..*
*alis teko numpak mercedez*
hoaaaeemmmmmmm….udah sampe to??
wah baguss…bagusss…udah bersih…
ini Kuli pada kemana yah??
yang satunya lagi nyari wifi!.. setelah itu ngrusake webcam, ben ra iso dinggo!.. hahaha..
sik yo tak resik’i kontainer.. dari pagi berantakan!
Si Kuli lamaaaa banget sih kerjanya..
gimana nih mpol?? opo aku telpon si “Gembil nang Duri”, supaya kon nyiapke Wifi n Webcam di Kontainer, men kuline ra kakean alasan..
piye menurutmu mpol??
Akur banget aku lisss… ngenteni DM, setuju ora??
Biasa, rodo2 angel uwonge.. wis tuwo soale..
Nggak tahaaan.. tembange lawas tenan!!
iya juga yah mpoll….
rodo angel ki…
masalahe bocahe ngerti WIFI karo Webcam ora??
soall tembang lawas,
ya wajar’lah cuocok karo tipikal wajahnya yang mencermikan kelawasan
kamu berani ngomong gitu, nanti diamuk massa nya DM.. lho..
hahahah…
Semaunya bro..
terserah pembacanya dong, repot sudah beli. Kasihan kalau diatur waktu membaca, kecuali dia baru belajr menulis, membaca pun harus ada waktunya..
hahaha *gak jelas
Aku membaca dimana saja, kapan saja. Menunggu giliran di dokter, menunggu jam nonton film, pas naik taksi, dan terutama…mau tidur. Tanpa buku bacaan, tak bisa tidur, namun akibatnya kalau lelah sekali, satu buku bisa dibaca berhari-hari….hehehe….
Aku lagi suka baca buku “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi…indah sekali, tak terasa mengajari, namun membuatku memahami kehebatan pondok pesantren Gontor yang terkenal itu…padahal dekat kotaku lho….
Aku suka membaca ketika kerjaan sedang low…dan akan senang sekali ketika aku bisa membaca seharian terkadang begadang sampe pagi tak jabanin kalau memang bukunya seru
Mas…aku comment baik2 ya disini
*merasa berdosa nyampah disini*
waktu membaca paling tepat ?
pas kerja sore2 gini, dab. pas waktunya ngantuk, aku baca blog’e wong landha seka kembang paes… mayaaan, tamba ngantuk…
*ahahaha… komen gak nggenah pertama setelah sekian lama*
Hhmm… di angkot, nunggu kantor buka dimana dan kapan saja ada kesempatan selalu di usahakan untuk membaca.
Dah.. daftar buku yang belum di baca itu cepat di selesai kan. tar kalau dah selesai aku pinjem yak…. hehehehehe
kapan aja bos,wong kita jalan aja bisa sambil baca kok..
, mantabs bos, sukses selalu selalu sukses.
gogon. GOniel GONdrong.
ayo nulis lagi.
ceritakan pengalaman di ubud festival.
kalau udah enakan maksudnya.
cepat sembuh ya, gon.
hmmm… serat centhini??? *langsung merinding* kekekeke
jadi.. Taneman ma tuannya barengan mengering stlah ditinggal seminggu lebih? Makanya tuan, berenti ngerokok bukan buat merokok lagi… Ganti capucino aja kayak kmaren… Sambil baca buku baru… Met membaca…
inilah kesempurnaan seorang penulis yang tetep rajin membaca buku
cumiiii, gw kan dulu pernah request centini …. mana…mana…? curang baca sendirian ajah…