This Is It!
Yesterday is a memory. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That’s why they call it the present (Kung Fu Panda)
Pernahkan kalian membeli buku namun belum sempat membacanya? Aku sering kali mengalami hal seperti itu. Membeli setumpuk buku, dan dari yang setumpuk itu ada saja yang terselip belum terbaca. Entah masih enggan, belum tergerak untuk membacanya, atau memang belum butuh. Waktu membeli, yang terbersit dalam pikiran hanyalah: suatu saat aku pasti memerlukannya (Kebiasaan buruk memang. Jangan kalian tiru. Beli lah sesuatu yang kita butuhkan saja).
Beberapa hari lalu, tanpa sengaja aku melihat punggung sepucuk buku yang masih nongkrong di tumpukan yang masuk dalam daftar antrian baca. Terbaca olehku judulnya yang besar-besar: HARI INI PENTING. Judul aslinya Today Matters, karya John C. Maxwell, yang diterjemahkan oleh penerbitnya menjadi Hari Ini Penting.
Hari ini penting? tanyaku dalam hati. Tiba-tiba ada keinginan untuk menarik buku itu lantas membacanya. Tapi waktu sedang tak memungkinkan. Mesti buru-buru pergi. Jadinya sepanjang jalan aku terngiang-ngiang judul buku itu. Hari ini penting! Memang, konsep dari buku itu sudah lagi kupelajari. Tapi tetap belum membacanya toh. Betapa pun demikian, konsep dari HARI INI PENTING membuatku tertarik dan memikirkannya.
Hari ini penting! Seberapa pentingkah hari ini sehingga seakan tak ada waktu yang sebegitu pentingnya selain hari ini? Sebagai seorang yang tumbuh dengan karakter Melankolis yang Sempurna, yang kerap kali menunda-nunda banyak hal, konsep dari HARI INI PENTING selalu menarik perhatianku (namun tak pernah lulus untuk mempraktekannya!). Ya, aku kerap kali menunda pekerjaan, sampai sesuatu kurasa tepat untuk dikerjakan (alasan halus untuk tidak menyebutkan: baru tergerak kalau sudah didesak deadline!).


