<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Taksu</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: gghan</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-11842</link>
		<dc:creator>gghan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 16:45:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-11842</guid>
		<description>trimakasihh,,, karena foto saya sudah dipajang diatas ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trimakasihh,,, karena foto saya sudah dipajang diatas <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kadek lolot</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-11787</link>
		<dc:creator>kadek lolot</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 06:50:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-11787</guid>
		<description>Taksu berasal dari kata caksuh bkn?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Taksu berasal dari kata caksuh bkn?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Arya</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-11777</link>
		<dc:creator>Arya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 05:28:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-11777</guid>
		<description>semua makhluk di bumi ini memiliki taksu. namun tak semua dapat mengeluarkan taksu tersebut. hanya dengan berusaha dan berdoalah taksu yang ada di dalam diri tersebut akan keluar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua makhluk di bumi ini memiliki taksu. namun tak semua dapat mengeluarkan taksu tersebut. hanya dengan berusaha dan berdoalah taksu yang ada di dalam diri tersebut akan keluar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tips beli rumah</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-10618</link>
		<dc:creator>tips beli rumah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 06:13:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-10618</guid>
		<description>gak ngerti saya bahasanya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gak ngerti saya bahasanya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: I wayan Wiharta Nadi</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-10344</link>
		<dc:creator>I wayan Wiharta Nadi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 04:37:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-10344</guid>
		<description>Maaf ikut nimbrung, soalnya diskusinya menarik. Saya orang Bali, saya menggunakan kata taksu dalam percakapan-percakapan saya. Saya tahu kapan dan bagaimana kata itu digunakan, namun terus terang definisi yang pas tidak pernah diformulasikan. kami meggunakannya berdasarkan rasa bahasa yang kami miliki. Nah, di sini saya akan mencoba membuat definisinya.
Dalam setiap sanggah (pura keluarga) ada satu pelinggih (tempat pemujaan) yang di beri nama &quot;Taksu&quot;. Menurut pengetahuan saya, taksu ini berfungsi untuk &quot;menghidupkan&quot; pelinggih-pelinggih yang lain. Tanpa itu, yang lainnya tidak &quot;hidup&quot; dalam arti hanya bangunan fisik saja. Sama halnya juga dengan penari, penari yang bertaksu artinya penari yang dapat menarikan sebuah tarian yang membuat tarian itu tidak menjadi sekedar rangakaian gerakan-gerakan yang indah namun juga berjiwa. Jadi, kesimpulan saya, taksu adalah: daya hidup. pulau Bali disebut memiliki taksu, artinya ia tidak sekedar sebuah pulau dalam pengertian geografis saja, namun ia juga meiliki daya hidup. Bila ia senang terhadap perlakuan orang-orang yang hidup diatasnya, maka ia membalas dengan kebaikan seperti menumbuhkan tanaman dengan baik, tidak memberi bencana, dan mencegah kejahatan pada penduduknya. namun bila ia diperlakukan sebaliknya, ia akan berlaku sebaliknya pula. 
Taksu sebagai daya hidup mencakup arti yang luas yang mempersonifikasikan segala benda. Demikian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf ikut nimbrung, soalnya diskusinya menarik. Saya orang Bali, saya menggunakan kata taksu dalam percakapan-percakapan saya. Saya tahu kapan dan bagaimana kata itu digunakan, namun terus terang definisi yang pas tidak pernah diformulasikan. kami meggunakannya berdasarkan rasa bahasa yang kami miliki. Nah, di sini saya akan mencoba membuat definisinya.<br />
Dalam setiap sanggah (pura keluarga) ada satu pelinggih (tempat pemujaan) yang di beri nama &#8220;Taksu&#8221;. Menurut pengetahuan saya, taksu ini berfungsi untuk &#8220;menghidupkan&#8221; pelinggih-pelinggih yang lain. Tanpa itu, yang lainnya tidak &#8220;hidup&#8221; dalam arti hanya bangunan fisik saja. Sama halnya juga dengan penari, penari yang bertaksu artinya penari yang dapat menarikan sebuah tarian yang membuat tarian itu tidak menjadi sekedar rangakaian gerakan-gerakan yang indah namun juga berjiwa. Jadi, kesimpulan saya, taksu adalah: daya hidup. pulau Bali disebut memiliki taksu, artinya ia tidak sekedar sebuah pulau dalam pengertian geografis saja, namun ia juga meiliki daya hidup. Bila ia senang terhadap perlakuan orang-orang yang hidup diatasnya, maka ia membalas dengan kebaikan seperti menumbuhkan tanaman dengan baik, tidak memberi bencana, dan mencegah kejahatan pada penduduknya. namun bila ia diperlakukan sebaliknya, ia akan berlaku sebaliknya pula.<br />
Taksu sebagai daya hidup mencakup arti yang luas yang mempersonifikasikan segala benda. Demikian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-9746</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 10:23:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-9746</guid>
		<description>Sama nggak dengan ndaru? Ketiban Ndaru? Yang menggambarkan seseorang mendapatkan ndaru atau aura yang membuat orang lain melihatnya, menghormatinya....
Kenapa seseorang walau biasa2 sja, membuat terlihat berwibawa dibanding orang lainnya? Dan mengapa seseorang tulisannya menjadi menarik, dibanding lainnya? Mungkin setiap orang mendapatkan anugerah sesuai kemampuannya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama nggak dengan ndaru? Ketiban Ndaru? Yang menggambarkan seseorang mendapatkan ndaru atau aura yang membuat orang lain melihatnya, menghormatinya&#8230;.<br />
Kenapa seseorang walau biasa2 sja, membuat terlihat berwibawa dibanding orang lainnya? Dan mengapa seseorang tulisannya menjadi menarik, dibanding lainnya? Mungkin setiap orang mendapatkan anugerah sesuai kemampuannya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Triunt</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-9739</link>
		<dc:creator>Triunt</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 23:58:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-9739</guid>
		<description>Eh gw bertaksu nih...

betul gak nih penggunaannya kayak gini *ngaco*

salam kenal... :mrhreen;



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Hehe. Boleh jadi memang bertaksu, Mas. Salam kenal juga...&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh gw bertaksu nih&#8230;</p>
<p>betul gak nih penggunaannya kayak gini *ngaco*</p>
<p>salam kenal&#8230; :mrhreen;</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Hehe. Boleh jadi memang bertaksu, Mas. Salam kenal juga&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mantan kyai</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-9713</link>
		<dc:creator>mantan kyai</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 10:23:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-9713</guid>
		<description>tak kiro mau sampean alih profesi dadi sopir... taksu... jiakakakaka.
*eh tapi bener. banyak orang yang luarnya biasa saja, tapi dalemannya begitu menggiurkan.... eh kayaknya aku salah konteks ya mas.. kekeke*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tak kiro mau sampean alih profesi dadi sopir&#8230; taksu&#8230; jiakakakaka.<br />
*eh tapi bener. banyak orang yang luarnya biasa saja, tapi dalemannya begitu menggiurkan&#8230;. eh kayaknya aku salah konteks ya mas.. kekeke*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: damuhbening</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-9709</link>
		<dc:creator>damuhbening</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 17:53:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-9709</guid>
		<description>Dan, ralat, penari dalam foto ini namanya: Dayu Prihandari, bukan Jasmine



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Betul, Bli. Setelah aku menemukan akun fb-nya Dayu Prihandari (bagus sekali namanya!), dan melihat foto profile-nya, rasa-rasanya foto yang kupasang dari koleksi fotomu itu lebih mirip dengan Dayu ketimbang Jasmine. Apa boleh buat, koleksi fotomu isinya Jasmine semua. Jadi kupikir itu memang Jasmine Okube. Hehehe. Kenapa, Bli? Tertarik kecantikan Jepang dalam balutan Bali? :p
.
Suksma, Bli. Cerah harimu.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dan, ralat, penari dalam foto ini namanya: Dayu Prihandari, bukan Jasmine</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Betul, Bli. Setelah aku menemukan akun fb-nya Dayu Prihandari (bagus sekali namanya!), dan melihat foto profile-nya, rasa-rasanya foto yang kupasang dari koleksi fotomu itu lebih mirip dengan Dayu ketimbang Jasmine. Apa boleh buat, koleksi fotomu isinya Jasmine semua. Jadi kupikir itu memang Jasmine Okube. Hehehe. Kenapa, Bli? Tertarik kecantikan Jepang dalam balutan Bali? :p<br />
.<br />
Suksma, Bli. Cerah harimu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Randu Larasati</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/10/24/taksu/comment-page-1/#comment-9708</link>
		<dc:creator>Randu Larasati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 16:27:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1607#comment-9708</guid>
		<description>Sewaktu SMU dalam lomba baca sajak, aku menemukan seseorang yang menurutku sangat luar biasa membawakan sajak. Kala itu, ia menyampaikan Cintaku Jauh di Pulau, karya Chairil Anwar. Bukan sekedar alunan kata, artikulasi serta intonasi saja yang membuat semua penonton termaghtub, melainkan ruh yang lahir dari tiap kata yang ia lontarkan.

Mendengar ia, aku sontak membayangkan seakan berada dalam sebuah perahu yang terombang ambing angin, ombak. Jauh dari rumah, terdampar di tengah laut. Aku tidak bisa lupa, kalau saat itu, aku merasa suara angin seolah lebih kencang menderu. 

Padahal, ruang perlombaan yang digunakan, hanya ruang kelas yang sangat sederhana, lantai dan dinding kayu beratap seng tanpa dek.

Saat ia selesai tampil, seluruh ruangan senyap, sepi, lupa bertepuk tangan. Aku? bukan sekedar merinding, tapi setelah itu aku lari, menangis dan gemetar di lutut, kutinggalkan perlombaan itu. 

Apakah itu taksu?
entahlah...

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu SMU dalam lomba baca sajak, aku menemukan seseorang yang menurutku sangat luar biasa membawakan sajak. Kala itu, ia menyampaikan Cintaku Jauh di Pulau, karya Chairil Anwar. Bukan sekedar alunan kata, artikulasi serta intonasi saja yang membuat semua penonton termaghtub, melainkan ruh yang lahir dari tiap kata yang ia lontarkan.</p>
<p>Mendengar ia, aku sontak membayangkan seakan berada dalam sebuah perahu yang terombang ambing angin, ombak. Jauh dari rumah, terdampar di tengah laut. Aku tidak bisa lupa, kalau saat itu, aku merasa suara angin seolah lebih kencang menderu. </p>
<p>Padahal, ruang perlombaan yang digunakan, hanya ruang kelas yang sangat sederhana, lantai dan dinding kayu beratap seng tanpa dek.</p>
<p>Saat ia selesai tampil, seluruh ruangan senyap, sepi, lupa bertepuk tangan. Aku? bukan sekedar merinding, tapi setelah itu aku lari, menangis dan gemetar di lutut, kutinggalkan perlombaan itu. </p>
<p>Apakah itu taksu?<br />
entahlah&#8230;</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

