<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Epitaph dan Sebuah Persembahan</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Afdhal</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-10005</link>
		<dc:creator>Afdhal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 07:05:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-10005</guid>
		<description>ingin rasanya membuat resensi buku&#039;mu bro
TUNGGU TANGGAL MAINNYA !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ingin rasanya membuat resensi buku&#8217;mu bro<br />
TUNGGU TANGGAL MAINNYA !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Catra</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9994</link>
		<dc:creator>Catra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 13:04:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9994</guid>
		<description>Curang, paket untuk uni Mallow dikirim tiga.... 

haha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Curang, paket untuk uni Mallow dikirim tiga&#8230;. </p>
<p>haha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imoe</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9975</link>
		<dc:creator>imoe</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 06:18:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9975</guid>
		<description>Hey, uni mallow pintar ngulas juga ya....Saya masih menunggu kiriman niy hehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hey, uni mallow pintar ngulas juga ya&#8230;.Saya masih menunggu kiriman niy hehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Miss Anna</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9937</link>
		<dc:creator>Miss Anna</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 13:15:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9937</guid>
		<description>Epitaph ? buku barunya yah mas....jadi penasaran 
*salam kenal mas*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Epitaph ? buku barunya yah mas&#8230;.jadi penasaran<br />
*salam kenal mas*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hanif Ilham M</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9935</link>
		<dc:creator>Hanif Ilham M</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 05:22:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9935</guid>
		<description>susah sih kalo harus seobjektif mungkin, yah, pake kata2 yang halus bisa sepertinya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>susah sih kalo harus seobjektif mungkin, yah, pake kata2 yang halus bisa sepertinya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sawali tuhusetya</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9934</link>
		<dc:creator>sawali tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:59:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9934</guid>
		<description>walah, satu kata pun malah belum meluncur dari pikiran saya utk bisa melihat epitaph secara utuh, mas dan. saya masih butuh beberapa hari lagi utk bisa sedikit me-review-nya, hehe ... mudah2an sebelum tutup tahun, saya sudah tamat membaca dan sekaligus mengapresiasinya. sukses selalu buat mas dan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walah, satu kata pun malah belum meluncur dari pikiran saya utk bisa melihat epitaph secara utuh, mas dan. saya masih butuh beberapa hari lagi utk bisa sedikit me-review-nya, hehe &#8230; mudah2an sebelum tutup tahun, saya sudah tamat membaca dan sekaligus mengapresiasinya. sukses selalu buat mas dan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: edratna</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9930</link>
		<dc:creator>edratna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 01:16:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9930</guid>
		<description>Ulasan Marsmallow indah.....

Saya belum sempat menuliskannya...karena baru selesai membaca tadi malam, dan bukunya sekarang dibawa si bungsu, akan dibaca di sela-sela sesi ngebut menyelesaikan thesisnya sebelum deadline.

Jika Marsmallow memberi komentar secara utuh, saya yang tertarik adalah:
betapa DM memahami tentang pertanian, lengkap dengan KUD, PPL...yang tentu memerlukan suatu penelitian atau DM pernah berbuat seperti yang dilakukan Haikal. Salut Niel, saya yang berlatar belakang pertanian pun tak bisa menuliskannya seindah dan sebagus itu...

Dan saya suka perenunganmu, rasanya saya seperti bicara dengan penulisnya sendiri, terasa saya terkadang menjadi Haikal yang banyak bertanya tentang kehidupan ini. 
Niel, saya benar-benar suka sama novelmu...rasanya tak sabar menunggu terbitnya buku kedua.
Semoga pada edisi cetak kedua...semakin banyak pembetulan pada salah tik, yang memang ada, seperti telah diulas oleh Marsmallow.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ulasan Marsmallow indah&#8230;..</p>
<p>Saya belum sempat menuliskannya&#8230;karena baru selesai membaca tadi malam, dan bukunya sekarang dibawa si bungsu, akan dibaca di sela-sela sesi ngebut menyelesaikan thesisnya sebelum deadline.</p>
<p>Jika Marsmallow memberi komentar secara utuh, saya yang tertarik adalah:<br />
betapa DM memahami tentang pertanian, lengkap dengan KUD, PPL&#8230;yang tentu memerlukan suatu penelitian atau DM pernah berbuat seperti yang dilakukan Haikal. Salut Niel, saya yang berlatar belakang pertanian pun tak bisa menuliskannya seindah dan sebagus itu&#8230;</p>
<p>Dan saya suka perenunganmu, rasanya saya seperti bicara dengan penulisnya sendiri, terasa saya terkadang menjadi Haikal yang banyak bertanya tentang kehidupan ini.<br />
Niel, saya benar-benar suka sama novelmu&#8230;rasanya tak sabar menunggu terbitnya buku kedua.<br />
Semoga pada edisi cetak kedua&#8230;semakin banyak pembetulan pada salah tik, yang memang ada, seperti telah diulas oleh Marsmallow.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suryaden</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9928</link>
		<dc:creator>suryaden</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 00:18:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9928</guid>
		<description>memang jadi aneh resensi orang yang sudah kenal penulisnya... hahahah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang jadi aneh resensi orang yang sudah kenal penulisnya&#8230; hahahah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: De-eN</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9926</link>
		<dc:creator>De-eN</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 14:10:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9926</guid>
		<description>Makasiy Mas Niel, sebelas novelnya sudah sampai dengan selamat di Surabaya (fotonya dah De kirim lewat BB kan...), dengan kalimat persembahan  yang sangat manis juga.....makasiy mas Niel.......... dan sudah tamat De baca (gak semua buku De perlakukan seperti ini mas, mas tahu itu).......(mas ikutin kan perjalanan bacanya...)

Iya, benar, Membaca sebuah novel karya seseorang yang kita kenal dekat yang sudah sejak lama dan  secara personal  serta  mengerti kesehariannya sulit untuk mencari obyektivitas. Dari tokoh-tokoh Langi, Haikal, dan Laras tergambar karakter yang terjiwai dari sang Penulis. 
Romantis ehem(banyak hal), Menutup diri, suka menyendiri dan selalu merasa kesepian (5,103, 105), Perhitungan yang sangat matang jika akan memutuskan sesuatu , keberanian (113), kepandaiannya memilih kata (semua hal), Menghargai kebebasan (72), Mengatur ritme (77, 91), Pikirannya tak mudah ditebak(99), Mudah tersentuh dan peka lingkungan sekitar (278,29) suka mengolok pada sesuatu yang diperhatikannya (50), Sableng? (52), penyemangat (75), tak genit? (72) Suka dodol? hihihi (banyak hal)
sampai-sampai Laras yang mas lukiskan diawal sebagai cewek tomboy, jadi terjiwai romantis karakter penulisnya juga...gak papa buat kritik kan mas Niel

Dari data-data yang tercatat disana, seperti juga yang De tulis di FB, sulit dipercaya bahwa itu bukan cerita nyata. Data-data yang runtut, jelas, membuat orang bertanya-tanya: jika bukan real, bagaimana data-data pada novel itu selengkap itu?......

Setting beberapa tempat pada kota yang De kenal, membuat angan melayang ke beberapa tahun yang lalu....

Novel ini menguras emosi, sedih, geram, dan sebel jadi satu deh. Terbayang pada saat keluarga Laras terlambat mendapatkan berita tentang hilangnya helikopter baru pada hari keempat. Hari keempat? padahal jika saja tahu lebih awal, betapa banyak yang bisa dilakukan keluarga Laras dan Haikal......

Satu lagi yang amat menguras emosi pada saat jenazah Laras sampai di keluarganya dengan jalan yang berliku dan beberapa syarat yang musti dipatuhi. Kalo mas Niel memang mengexplore emosi pembaca disitu, amat sangat berhasil menguras emosi....

Peristiwa yang tercatat di novel itu sampai sekarangpun masih menjadi kontroversi dan perlu ada suatu media yang mengungkap. Peristiwa jatuhnya pesawat militer yang menyisakan tanda tanya bukan hanya itu saja... Salut pada keberanian mas Niel yang mengangkat issue ini dalam novelnya

Dari baca novel-novel mas terdahulu (termasuk cerita bersambung saat SMP majalah Mini....remember?) karakter menulis mas semakin terasah, semakin matang. Pemilihan kata, cara penggambaran, dan runtutan cerita semakin nampak hidup.

Buat sarannya, kita dah diskusikan setelah Ade tamat bacanya kan mas Niel ......
Moga-moga cetakan berikutnya sudah bisa terperbaiki beberapa hal yang masih belum benar itu......
Moga-moga proyek besarnya yang sekarang sedang digarap, untuk bisa membuat orang terfokus pada masalah besar Riilnya bisa tercapai. Ditunggu safari bedah bukunya. .....start 12 Januari. Jakarta. Cu....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasiy Mas Niel, sebelas novelnya sudah sampai dengan selamat di Surabaya (fotonya dah De kirim lewat BB kan&#8230;), dengan kalimat persembahan  yang sangat manis juga&#8230;..makasiy mas Niel&#8230;&#8230;&#8230;. dan sudah tamat De baca (gak semua buku De perlakukan seperti ini mas, mas tahu itu)&#8230;&#8230;.(mas ikutin kan perjalanan bacanya&#8230;)</p>
<p>Iya, benar, Membaca sebuah novel karya seseorang yang kita kenal dekat yang sudah sejak lama dan  secara personal  serta  mengerti kesehariannya sulit untuk mencari obyektivitas. Dari tokoh-tokoh Langi, Haikal, dan Laras tergambar karakter yang terjiwai dari sang Penulis.<br />
Romantis ehem(banyak hal), Menutup diri, suka menyendiri dan selalu merasa kesepian (5,103, 105), Perhitungan yang sangat matang jika akan memutuskan sesuatu , keberanian (113), kepandaiannya memilih kata (semua hal), Menghargai kebebasan (72), Mengatur ritme (77, 91), Pikirannya tak mudah ditebak(99), Mudah tersentuh dan peka lingkungan sekitar (278,29) suka mengolok pada sesuatu yang diperhatikannya (50), Sableng? (52), penyemangat (75), tak genit? (72) Suka dodol? hihihi (banyak hal)<br />
sampai-sampai Laras yang mas lukiskan diawal sebagai cewek tomboy, jadi terjiwai romantis karakter penulisnya juga&#8230;gak papa buat kritik kan mas Niel</p>
<p>Dari data-data yang tercatat disana, seperti juga yang De tulis di FB, sulit dipercaya bahwa itu bukan cerita nyata. Data-data yang runtut, jelas, membuat orang bertanya-tanya: jika bukan real, bagaimana data-data pada novel itu selengkap itu?&#8230;&#8230;</p>
<p>Setting beberapa tempat pada kota yang De kenal, membuat angan melayang ke beberapa tahun yang lalu&#8230;.</p>
<p>Novel ini menguras emosi, sedih, geram, dan sebel jadi satu deh. Terbayang pada saat keluarga Laras terlambat mendapatkan berita tentang hilangnya helikopter baru pada hari keempat. Hari keempat? padahal jika saja tahu lebih awal, betapa banyak yang bisa dilakukan keluarga Laras dan Haikal&#8230;&#8230;</p>
<p>Satu lagi yang amat menguras emosi pada saat jenazah Laras sampai di keluarganya dengan jalan yang berliku dan beberapa syarat yang musti dipatuhi. Kalo mas Niel memang mengexplore emosi pembaca disitu, amat sangat berhasil menguras emosi&#8230;.</p>
<p>Peristiwa yang tercatat di novel itu sampai sekarangpun masih menjadi kontroversi dan perlu ada suatu media yang mengungkap. Peristiwa jatuhnya pesawat militer yang menyisakan tanda tanya bukan hanya itu saja&#8230; Salut pada keberanian mas Niel yang mengangkat issue ini dalam novelnya</p>
<p>Dari baca novel-novel mas terdahulu (termasuk cerita bersambung saat SMP majalah Mini&#8230;.remember?) karakter menulis mas semakin terasah, semakin matang. Pemilihan kata, cara penggambaran, dan runtutan cerita semakin nampak hidup.</p>
<p>Buat sarannya, kita dah diskusikan setelah Ade tamat bacanya kan mas Niel &#8230;&#8230;<br />
Moga-moga cetakan berikutnya sudah bisa terperbaiki beberapa hal yang masih belum benar itu&#8230;&#8230;<br />
Moga-moga proyek besarnya yang sekarang sedang digarap, untuk bisa membuat orang terfokus pada masalah besar Riilnya bisa tercapai. Ditunggu safari bedah bukunya. &#8230;..start 12 Januari. Jakarta. Cu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haye</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2009/12/24/epitaph-dan-sebuah-persembahan/comment-page-1/#comment-9925</link>
		<dc:creator>haye</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 13:47:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1612#comment-9925</guid>
		<description>duh, nggak nyangka kalau resensi tak seberapa ini dimuat di blog keren ini, goniel.
berasa nggak pantes banget. (jangan balas mendingan daripada fotoku yang dipampangin sehingga bikin malu kamu! dasar! udah kebayang deh bakal kau jawab apa)

sukses buat epitaph, cibe. sukses buatmu. 
&lt;i&gt;always&lt;/i&gt; ;)

@uda vizon:

ayo, uda! masak nggak percaya diri? &lt;i&gt;i know you can, even better than this lousy review&lt;/i&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh, nggak nyangka kalau resensi tak seberapa ini dimuat di blog keren ini, goniel.<br />
berasa nggak pantes banget. (jangan balas mendingan daripada fotoku yang dipampangin sehingga bikin malu kamu! dasar! udah kebayang deh bakal kau jawab apa)</p>
<p>sukses buat epitaph, cibe. sukses buatmu.<br />
<i>always</i> <img src='http://www.penganyamkata.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@uda vizon:</p>
<p>ayo, uda! masak nggak percaya diri? <i>i know you can, even better than this lousy review</i>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

