<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Epitaph</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2010/01/14/epitaph/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/14/epitaph/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: suryaden</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/14/epitaph/comment-page-1/#comment-10023</link>
		<dc:creator>suryaden</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 08:17:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1623#comment-10023</guid>
		<description>mantap sekali jamunya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantap sekali jamunya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: De-eN</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/14/epitaph/comment-page-1/#comment-10022</link>
		<dc:creator>De-eN</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 11:17:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1623#comment-10022</guid>
		<description>Epitaph, menceitakan sebuah kisah yang berat, tapi ditulis dengan gaya bahasa yang amat ringan sehingga semua segmen bisa menikmati. Tidak terlalu njelimet dan bertele-tele juga jalan ceritanya, meski sang penulis menulis bumbu-bumbu sebagai cerita pemanisnya. Dan soal kepandaiannya melakukan riset atas tulisannya, sudah tidak diragukan lagi.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Epitaph, menceitakan sebuah kisah yang berat, tapi ditulis dengan gaya bahasa yang amat ringan sehingga semua segmen bisa menikmati. Tidak terlalu njelimet dan bertele-tele juga jalan ceritanya, meski sang penulis menulis bumbu-bumbu sebagai cerita pemanisnya. Dan soal kepandaiannya melakukan riset atas tulisannya, sudah tidak diragukan lagi&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

