<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membaca Epitaph, Terasa Burhan Piliang Hidup Kembali</title>
	<atom:link href="http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 17:33:41 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Nike Rifa</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10358</link>
		<dc:creator>Nike Rifa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 10:32:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10358</guid>
		<description>Membaca Epitaph, mengharu biru bercampur karena kenangan akan orang yg kita kasihi pergi untuk selamanya, dan aura dari cerita ini pun sungguh kental dengan arti EPITAPH itu sendiri...dan hal lain yang kutangkap dalam membaca novel ini, ada suasana yang ku rindu terahadap suatu daerah yang diceritakan dalam novel EPITAPH ini....Sukses untuk DANIEL MAHENDRA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca Epitaph, mengharu biru bercampur karena kenangan akan orang yg kita kasihi pergi untuk selamanya, dan aura dari cerita ini pun sungguh kental dengan arti EPITAPH itu sendiri&#8230;dan hal lain yang kutangkap dalam membaca novel ini, ada suasana yang ku rindu terahadap suatu daerah yang diceritakan dalam novel EPITAPH ini&#8230;.Sukses untuk DANIEL MAHENDRA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: genthokelir</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10116</link>
		<dc:creator>genthokelir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 05:31:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10116</guid>
		<description>tumbas epitaph</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tumbas epitaph</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: genthokelir</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10115</link>
		<dc:creator>genthokelir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 05:30:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10115</guid>
		<description>aku ra di kirimi yo sesuk tak tumbas dewe men ngerti isine hehehe



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;DM&lt;/strong&gt;: Hueee... Sudah dikirim, Mas. Moso&#039; belum sampe? Walaaahhh... Rumahnya di gunung ya? Hihihi.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku ra di kirimi yo sesuk tak tumbas dewe men ngerti isine hehehe</p>
<blockquote><p><strong>DM</strong>: Hueee&#8230; Sudah dikirim, Mas. Moso&#8217; belum sampe? Walaaahhh&#8230; Rumahnya di gunung ya? Hihihi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ciay</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10095</link>
		<dc:creator>ciay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 07:13:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10095</guid>
		<description>situs resmi epitaph juga udah dilongok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>situs resmi epitaph juga udah dilongok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ciay</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10094</link>
		<dc:creator>ciay</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 07:07:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10094</guid>
		<description>yak! 
satu kopi hariannya segera meluncur...
ditunggu saja ya, cibe.
aku tau kau perlu buat klipingmu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yak!<br />
satu kopi hariannya segera meluncur&#8230;<br />
ditunggu saja ya, cibe.<br />
aku tau kau perlu buat klipingmu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: De-eN</title>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/comment-page-1/#comment-10093</link>
		<dc:creator>De-eN</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:28:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.penganyamkata.net/?p=1632#comment-10093</guid>
		<description>Kenangan untuk seorang yang kita cintai memang tak pernah padam. Lebih mengenal lagi sosok Burhan Pilliang. Semakin kuat kesan emosi yang dimainkan pada novel ini mas De-eM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenangan untuk seorang yang kita cintai memang tak pernah padam. Lebih mengenal lagi sosok Burhan Pilliang. Semakin kuat kesan emosi yang dimainkan pada novel ini mas De-eM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

