The Epitaph Trilogy
Dear Teman-teman,
Untuk selanjutnya, setiap ulasan novel Epitaph akan disimpan di The Epitaph Trilogy secara khusus. Hal ini dimaksud agar usaha pendokumentasian dapat dilakukan lebih cermat serta rapi, dan tak tercampur dengan tulisan-tulisan lain.
Tak lupa kuucapkan ribuan terima kasih pada teman-teman, baik yang telah mengulas maupun yang mengikuti tulisan-tulisan tersebut. Dukungan teman-teman adalah energi yang tak terhingga bagiku secara pribadi.
Selepas ulasan dari Pak Idris Pasaribu kemarin ini, tiga pucuk ulasan sudah termuat di The Epitaph Trilogy sebagai kelanjutan:
1. Menyusuri Misteri “Eptaph” oleh Rara Ajeng Dewantari Radesya,
2. Novel, Berita, dan Sastra oleh Ipon Bae, dan
3. Epitaph oleh Amang Suramang.
Hingga saat ini sudah 14 ulasan yang berkenaan dengan novel Epitaph. Tentu saja aku berharap ini tak berhenti hingga di sini semata. Sehingga dari sana pula aku dapat belajar dan bercermin melalui sudut pandang pemikiran yang berbeda.
Sekali lagi terima kasih. Semoga aku tetap dapat produktif di blog PK ini, serta menyambangi rumah teman-teman pula. Tolong ingatkan aku jika aku lalai ya. Karena pasca Epitaph terbit, kesibukan tak lantas sirna.
Jabat erat serta salam hangat selalu,
Tabik!
D.M.


Karena pasca Epitaph terbit, kesibukan tak lantas sirna.
Ya, ya, ya… selamat datang di dunia selebs juga hehehe
Jangan lupa mengantongi spidol (tidak perlu emas) untuk tanda tangan
EM
Selamat ya mas Niel, akhirnya resmi dibuka (gunting pita? Hehehe) buat rumah barunya Trilogi. Semakin fokus untuk mengenalkan epitaph dan triloginya kepada khalayak, pengembangan dan juga untuk cerminan terhadap keinginan publik. Sukses terus mas De-eM. Cu in Bandung yah… Can’t wait
@EM…spidol tanda tangan harus beda lho…
Saya pernah malu, menyodorkan spidol atau bolpoint untuk tt bos…wahh baru tahu, untuk tanda tangan sertifikat balpoint nya beda. Kok aku dulu setiap hari tanda tangan sertifikat, minimal 75 lembar, bolpointnya biasa aja…
Apa karena bukan seleb…??? …:P
Siap2 Niel….kayaknya kita mesti foto2 nih, ntar kalau udah seleb makin susah..asal bukan foto pre wed (pinjam istilah pak Hendra)
Jabat erat serta salam hangat selalu, Salam Menulis
bentar lagi jadi seleb nih mas
jangan lupa kita2 ya hehehehehe…