penganyamkata.net
current   |   rss

Hati-hati dengan Apa yang Kau Tulis!

Published March 22, 2010

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it
[Paulo Coelho, The Alchemist]

Bagi sebagian pembaca blog ‘Penganyam Kata’, mungkin masih lagi ada yang mengingat tulisan dengan judul ‘Who Are You?’ dalam serial ‘The Waiting Is Almost Over’. Tulisan itu di-posting pada 3 Mei 2009 jam 20.00 malam.

Tulisan ‘Who Are You?‘ berkisah tentang seorang lelaki bernama Dan yang datang ke almamater SMA-nya dan memberikan pelatihan penulisan kreatif pada siswa-siswa di sana. Kisah itu tentu saja fiksi belaka. Semata hasil karanganku saja. Membayangkan pada suatu hari aku ingin kembali ke SMA dan menularkan pengalaman tentang dunia tulis menulis.

Siapa nyana, nyaris setahun kemudian hal itu betul-betul terjadi persis seperti apa yang kutulis. Memang tidak di SMA-ku, melainkan di SMA Terpadu Krida Nusantara – Boarding School, Bandung. Ceritanya, pada acara bincang novel di Pesta Buku Bandung 23 Februari 2010 lalu, seorang lelaki bernama Pak Wildan menawariku dan Lisa Febriyanti (penulis novel Iluminasi) untuk memberikan pelatihan menulis kreatif seputar pengalaman menulis novel di SMA-nya. Setelah beberapa kali kontak, gayung pun bersambut.

Awalnya Pak Wildan, guru Bahasa Indonesia di SMAT Krida Nusantara, menginformasikan peserta pelatihaan sebanyak 150 siswa. Sontak aku membayangkan, akan betapa sulitnya membagi pengalaman tentang penulisan kepada 150 siswa dengan waktu yang hanya beberapa jam. Mungkin, sekali lagi mungkin, akan menjadi tidak efektif nantinya. Akhirnya Pak Wildan kembali menginformasikan bahwa peserta dibatasi hanya 60 siswa saja. 60 siswa yang betul-betul berminat pada dunia penulisan. Bukan siswa yang tiba-tiba diwajibkan untuk ikut acara pelatihan. Tentu saja ini jauh lebih menarik!

Akhinya aku dan Lisa Febriyanti menuju Desa Cipadung, di seputaran Cibiru Bandung pada Rabu 17 Maret 2010. Desa? Ya. Rupanya untuk menuju ke SMAT Krida Nusantara mesti melewati jalan desa yang berkelok-kelok penuh perumahan dan olala, meski di desa, begitu mobil kami hendak memasuki gerbang sekolah, kami terbelalak demi melihat bangunan gedung nan megah serta mengagumkan. Maklum, boarding school!

Pelatihan diadakan di aula besar. Guru-guru berbatik coklat menyambut dengan senyum mengembang. Kepala Sekolah berseri-seri, dan puluhan siswa sudah duduk rapi. Ada dua screen LCD berdiri gagah di kanan kiri. Ini betul-betul membuat kami bersemangat serta bersenang hati, karena pelatihan ini dipersiapkan sangat serius sekali.

Okelah, aku tidak hendak menceritakan jalannya pelatihan penulisan kreatif yang ditimpa hujan sepanjang siang dan sore itu. Semua nyaris persis dengan apa yang sudah kuceritakan dalam kisah ‘Who Are You?‘ yang sempat kusinggung di atas. Yang hendak kusentil dalam tulisan ini adalah: hati-hati dengan apa yang kita tulis!

Pada seri yang sama (The Waiting Is Almost Over) ada tulisan dengan judul ‘Agar Naskah Dilirik Penerbit’. Jujur, lagi-lagi apa yang kurawi pada tulisan itu sepenuhnya fiksi belaka. Pada saat aku menuliskan kisah itu, naskah novel Epitaph sama sekali belum dilirik penerbit. Apalagi hendak diterbitkan. Tapi setahun kemudian naskah tersebut betul-betul sampai di tangan penerbit dan diterbitkan sebagai novel trilogi.

Begitu pun dengan cerita ‘Who Are You?‘. Semua menjadi kenyataan. Tak sedikit memang apa yang kutulis dalam serial ‘The Waiting Is Almost Over’, pada akhirnya menjadi kenyataan di dunia nyata. Aku jadi makin mengamini dengan kalimat sakti milik Paulo Coelho dalam novel The Alchemist: “When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it“. Ketika engkau menginginkan sesuatu, seluruh semesta raya akan bahu-membahu membantumu untuk meraihnya.

Apa yang kita tulis, bisa jadi sebetulnya adalah juga keinginan kita. Impian kita. Sesuatu yang kita angan-angankan namun belum mewujud menjadi kenyataan. Alam sadar kita bisa saja mengatakan bahwa itu sekadar tulisan. Namun siapa nyana, alam bawah sadar kita justru menuntun kita pada apa yang kita pikirkan. Di sanalah sebuah kekuatan pikiran berjalan. Tentu saja semua itu tidak lantas tanpa dibarengi kerja keras serta kerja cerdas untuk mewujudkannya.

So, masih adakah keinginanmu di dunia ini? Segera tuliskan. Visualkan. Dan biarkan kekuatan pikiran menuntun kita agar menjadi kenyataan.

22 Maret 2010 | 05.55 wib