Perjalanan ke Atap Dunia [04]

Posted by penganyamkata on May 21, 2012 under Ulasan | Be the First to Comment

Resensi Perjalanan ke Atap Dunia | #19

Oleh Evi Yuniati

Buku Perjalanan Ke Atap Dunia ini mengisahkan perjalanan Daniel menuju negeri impiannya sedari kecil yang diketahuinya dari buku bacaan kesukaannya serial Tin Tin yaitu, Tin Tin di Tibet. Mimpi masa kecil itu lah yang akhirnya menuntun Daniel mencapai negeri Tibet atau yang dikenal sebagai Negeri Atap Dunia.

Buku ini tidak seperti buku traveling lain yang menginformasi bagaimana caranya ber-bagpack ke negera tertentu, tapi buku ini benar-benar buku perjalanan yang mengisahkan perjalanan yang bermula dari mimpi itu dan bagaimana lika liku nya mencapai negeri atap dunia itu.

Daniel mengemasnya dengan begitu apik. Membaca lembar demi lembar nya seperti aku juga ikut bersama Daniel menyusuri jalan demi jalan mulai dari Jakarta, Thailand, Nepal, sampai ke Tibet. Di setiap cerita nya aku juga ikut merasakan bagaimana emosi dari Daniel selama di perjalanan. Bertemu dengan teman-teman baru yang begitu baik. Kecuali soal perasaannya saat bertemu dengan seorang dokter cantik yang berkebangasaan Perancis, aku ga berani ikut merasakannya hehehehe… (piss ya mas DM ^_^)

Perjalanan ini juga membawa perubahan pada seorang Daniel yang tidak bisa lepas dari batang berasap a.k.a rokok. Kisah bagpacker yang sangat enak dinikmati. Mimpi, Daniel mempersembahkan buku ini untuk orang-orang yang berani memperjuangkan mimpi masa kecilnya. Buatku buku ini buku perjalanan yang tidak membosankan untuk dibaca. Tiap perjalanan mempunyai kisahnya sendiri dan memang seorang backpacker itu bisa mendapatkan kemudahan di mana saja saat di perjalanan dan itu lah yang menjadikan kisah perjalanannya menarik dan bisa menginspirasi orang lain.

Mengutip sinopsis dibagian belakang buku ini:

Bacalah tentang Cina dengan segenap kedigdayaan ekonomi dan budayanya. Tetapi tak baik melupakan Tibet dan Nepal karena keduanya merupakan sumber pengetahuan terpenting dalam alam, manusia, spiritualitas, politik, seni dan budaya. Bagi yang merasa mustahil ke sana, nikmatilah buku liputan perjalanan ini karena memang menyediakan eksotisme kelas tinggi. Bagi yang ingin segera ke sana, baca dan bawalah buku ini sebagai karib perjalanan.

So, tertarik menyimak perjalanan Daniel Mahendra? Segera cari bukunya nikmati sensasi perjalanan di dalamnya dan pastikan mimpi anda yang selama ini terkubur rapat-rapat di bangkitkan kembali. Seperti tulisan sebait kata dari Daniel untukku di dalam buku ini yang disertai tanda tangan beliau:

Janganlah takut untuk terus bermimpi dan mewujudkannya!

_________________________

* Marketing, tinggal di  Bekasi.

Tulisan ini dimuat di sini tak lain sekadar usaha pendokumentasian. Versi asli dari tulisan ini ada di kompasiana [Mei 2012].

Comments are closed.