23 Tweets Perjalanan ke Atap Dunia

Posted by penganyamkata on March 20, 2013 under Ulasan | Be the First to Comment

Resensi Perjalanan ke Atap Dunia | #38

Pojok Alunalun
Selasa, 19 Maret 2013

oleh Nadia Aghnia Fadhillah

Keinginan saja tidak akan membawa ke mana-mana. Keinginan itu harus diejawantahkan kedalam aksi agar tercapai. Begitu cara Daniel Mahendra mewujudkan mimpi masa kecilnya untuk pergi ke Tibet. Maka pada akhir 2010 ia secara serampangan memutuskan akan ke Tibet pada tahun 2011. Mimpi yang digenggamnya selama dua puluh lima tahun itu ternyata membuatnya kecewa. Tibet tidak seperti yang dibayangkannya selama ini. Namun ia tidak pernah menyesal telah melakukan perjalanan.

Berikut #23Tweet-nya:

  1. Daniel Mahendra @penganyamkata, menulis sejak SMP. cerpennya dimuat di koran dan majalah. kuliah di jurnalistik. dan memutuskan untuk hidup di dunia kepenulisan. #PerjalananKeAtapDunia
  2. @penganyamkata pernah kerja sebagai wartawan, namun tidak nyaman kerja di lapangan. Lebih suka bekerja di depan komputer. #PerjalananKeAtapDunia
  3. Karena menyadari bukan seorang wartawan yang baik, @penganyamkata keluar dan hidup di dunia kepenulisan yang membebaskan. #PerjalananKeAtapDunia
  4. Ganezh Didiek, sehari-hari motret, nulis, dan bikin desain di Palembang. Di sini ia memberikan pendapat tentang buku #PerjalananKeAtapDunia
  5. #PerjalananKeAtapDunia merupakan buku catatan perjalanan ke Tibet. Kenapa Tibet? Karena Tibet adalah mimpi Daniel Mahendra @penganyamkata. Gara-gara baca buku Tintin di Tibet.
  6. Selama dua puluh lima tahun, sejak kecil, Daniel Mahendra selalu mencari informasi mengenai Tibet. Tapi tak pernah benar-benar merencanakan perjalanan ke sana. #PerjalananKeAtapDunia
  7. Selama itu ia hanya ingin saja ke Tibet. Belum ‘memutuskan’ akan ke sana. Keputusan ini lah yang membawa Daniel Mahendra mewujudkan mimpinya. #PerjalananKeAtapDunia
  8. Kalau punya keinginan tapi tidak diejawantahkan, keinginan itu tidak akan tercapai. #PerjalananKeAtapDunia
  9. Maka akhir 2010, secara serampangan Daniel Mahendra memutuskan harus ke Tibet tahun depan. Meski gaktau teknis dan biaya, keputusan itu membuatnya berangkat. #PerjalananKeAtapDunia
  10. Sejak itu Daniel Mahendra menulis di twitter, fb, blog “Aku akan ke Tibet” itu mempengaruhi alam bawah sadarnya. Kemudian membuat itinerary. Dan kemudian berangkat. #PerjalananKeAtapDunia
  11. #PerjalananKeAtapDunia berlangsung selama sebulan. Yang didapatkan di sana: kekecewaan. Karena imajinasi Daniel Mahendra akan Tibet seperti buku ‘Tintin di Tibet’ atau film “7 Years in Tibet.”
  12. Ternyata ibukota Tibet itu modern: mobil-mobil mewah, taksi berseliweran, hotel mewah. Tempat-tempat ibadah menjadi tempat pariwisata. Dan malu datang ke Tibet sebagai turis. #PerjalananKeAtapDunia
  13. Sektor pariwisata diekspoitasi berlebihan oleh suku Hun – China. Orang Tibet asli terpinggirkan. #PerjalananKeAtapDunia
  14. Daniel Mahendra menulis catatan harian selama di perjalanan. Menulis di bandara, stasiun, losmen murah, kafe, dll. Ternyata ada lumayan banyak, lantas dishare dalam bentuk buku. #PerjalananKeAtapDunia
  15. Yang paling berkesan adalah mimpi masa kecil Daniel Mahendra yang tercapai. Ada sebuah keberanian baru menghadapi hidup. Kedua, tentang kekecewaan tadi. #PerjalananKeAtapDunia
  16. Menurut Ganezh Didiek, dalam buku #PerjalananKeAtapDunia terlihat nasionalisme Daniel Mahendra. Kekesalannya pada orang yang lebih kenal negara tetangga daripada Indonesia. #PerjalananKeAtapDunia
  17. Daniel Mahendra menemukan, bahwa sampai 2011, masih banyak orang Tibet, Nepal, China yang tidak tahu di mana letak Indonesia. #PerjalananKeAtapDunia
  18. Daniel Mahendra menulis karena terbiasa menulis catatan harian. Ia juga bukan melakukan perjalanan untuk bersenang-senang, tapi untuk mempelajari kebudayaan. Selain itu menulis untuk berbagi. #PerjalananKeAtapDunia
  19. Daniel Mahendra terinspirasi Gol A Gong, seorang traveler sejati. Meluberkan diri dalam perjalanannya. Baca bukunya sejak SMP. #PerjalananKeAtapDunia
  20. Menulis bagi seorang traveler sangat penting. Karena kalau tidak menulis, perjalanan itu dinikmatinya sendiri. Tidak dishare. Gak akan membekas. Orang cepat lupa. #PerjalananKeAtapDunia
  21. Traveler itu bukan seberapa jauh dan seberapa lama ia berpetualang, bukan seberapa tinggu puncak yang ia daki, tapi apa yang bisa dibagi pada oranglain dari perjalanannya. #PerjalananKeAtapDunia
  22. Setelah Gol A Gong, Daniel Mahendra dipengaruhi Pram. GolAGong mengajarkan mengambil makna dari perjalanan. Pram mengajarkan keberpihakan pada kaum yang tertindas.
  23. @GanezhDidiek pun dipengaruhi @Gol_A_Gong dan Norman Edwin dengan petualangannya.

_________________________________

Materi di atas dimuat di sini tak lain sekadar usaha pendokumentasian. Versi asli ada di radiobuku.com [Maret 2013].

Comments are closed.