Niskala

Posted by penganyamkata on July 29, 2013 under Rawian | Be the First to Comment

Niskala

© Daniel Mahendra, 2013
Penyunting: Indradya SP
Proofreader: Endang S. Nugraha
Desain sampul: Dodi Rosadi

Cetakan I, Juli 2013
Penerbit Qanita
PT Mizan Pustaka.
388 h.; 13 cm
ISBN: 978-602-9225-86-0

—————————————————————————————–

Ada kisah cinta
Ada kisah perjalanan
Ada pertaruhan keyakinan
Apa jadinya ketika ketiganya diseduh bersama dalam sebuah novel yang hangat?

NISKALA menjawabnya dengan “Simplicity is the ultimate sophistication.”
Bahwa ketika cinta menjelma bimbang dan kehilangan arah, maka perjalanan demi memenuhi janji ternyata justru membawa pencarinya pada titik awal keberangkatan…

Sanie B Kuncoro, novelis.

* * *

Puncak beku Himalaya dan kehidupan manusianya adalah kisah epik keabadian. Daniel Mahendra membaca setiap jengkal dan mentafsir potret yang direkamnya. Dan Niskala adalah bayangan dari keabadian itu.

Ahmad Yunus, penulis “Meraba Indonesia”.

——————————————————————————————-

Pulang adalah kata paling indah yang dimiliki seorang petualang ketika ia telah lagi tahu jalan menuju pulang…

* * *

Galang, seorang petualang, sedang melakukan perjalanan ke beberapa negara Asia. Di tengah perjalanan, ketika ia terdampar di Everest Base Camp, Tibet, ia terserang Acute Mountain Sickness di ketinggian 5.200 mdpl. Teman-teman perjalanannya jadi ikut tertahan di Everest Base Camp dan terjadilah keributan kecil yang nyaris menyulut perkelahian. Mereka mesti mengambil keputusan: menunggu Galang sembuh atau tetap turun dari Everest Base Camp.

Rupanya kepergian Galang ke Tibet adalah janji yang coba ia tepati kepada kekasihnya, Sanggita. Galang sempat jatuh cinta pada Sanggita dan berniat menikahinya. Namun, ternyata Sanggita lahir dan besar dari kalangan penganut aliran keagamaan yang ketat dan banyak diperdebatkan di Indonesia. Yang tak memperbolehkan anggotanya menikah dengan orang di luar aliran tersebut.

Ketika akhirnya Galang berani memutuskan akan tetap menikahi Sanggita, tiba-tiba Sanggita mengalami amnesia parsial akibat penyakit abses otak yang kecil sekali kemungkinannya untuk disembuhkan. Sanggita tetap hidup, tetapi sudah tidak lagi bisa mengenal siapa pun. Lantas bagaimana kondisi Galang di Everest Base Camp? Bisakah janji itu ia tepati?

——————————————————————————————-

ULASAN

  1. Niskala; Ketika Seorang Travel-Writer Jatuh Cinta
    Anas Al Lubab – Relawan Rumah Dunia, Serang, Banten.
  2. Niskala: Sebuah Resensi
    Icha Planifolia – Apoteker, tinggal di Cimahi, Jawa Barat.
  3. Travel, Faith, and Love
    Johan Rio Pamungkas – Pembaca, tinggal di Depok, Jawa Barat.
  4. Perjalanan yang Pulang
    Fatih Zam – Novelis, tinggal di Jatinangor, Kab. Sumedang, Jawa Barat.
  5. Niskala [01]
    Ardyansah – Animator, Dosen di beberapa universitas di Jakarta, tinggal di Tangerang Selatan, Banten.
  6. Cerminan Sosial Pengarang pada Novel Niskala Karya Daniel Mahendra
    Enung Nurjanah – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia. Tinggal di Bandung.
  7. Niskala [02]
    Aprilia Indah Setiati – Mahasisiwi, tinggal di Gresik, Jawa Timur.
  8. Diskusi “Niskala” bersama Daniel Mahendra @ Togamas Buahbatu
    Abdyka Wirmon – Koordinator Wilayah GRI Bandung.
  9. Niskala; Teman Perjalanan yang Seru
    Hardi Vizon – Dosen, tinggal di Jogjakarta.
  10. Niskala [03]
    Tezar Ari Yulianto – Pembaca, tinggal di Semarang.
  11. Niskala [04]
    Ismi Islamia Fathurrahmi – Pembaca, tinggal di Pelembang.
  12. Niskala [05]
    Petronela Putri – Penulis, tinggal di Jakarta.
  13. Niskala: Tentang Janji
    Eka Perwitasari Fauzi – Alumni Laurea Magistrale, Jurusan Media Education, Università della Calabria, Cosenza, Italia. Kini tinggal di Jakarta.
  14. Niskala - Daniel Mahendra
    Ika Aprillyanti – Pembaca, tinggal di Bandung.
  15. Niskala: Kisah Tentang Cinta, Keyakinan dan Perjalanan Keliling Dunia – Pelarian Bukan Jawaban, Perjalanan Membutuhkan Pulang
    Rizki Wulandari – Pembaca, tinggal di Jambi.
  16. [Quote] Niskala
    Rizki Wulandari – Pembaca, tinggal di Jambi.
  17. Niskala [06]
    Yanet Fawzia Akbar – Wartawan Harian Suara NTB, tinggal di Mataram.
  18. Niskala [07]
    Ano Ariqin – Pelajar, tinggal di Tengarang, Banten.
  19. Niskala [08]
    Andini Agustin – Pembaca, tinggal di Payakumbuh.

Pulang adalah kata paling indah yang dimiliki seorang petualang ketika ia telah lagi tahu jalan menuju pulang…

* * *

Galang, seorang penulis perjalanan, sedang melakukan perjalanan ke beberapa negara Asia. Di tengah perjalanan, ketika ia terdampar di Everest Base Camp, Tibet, ia terserang Acute Mountain Sickness di ketinggian 5.200 mdpl. Teman-teman perjalanan Galang jadi ikut tertahan di Everest Base Camp dan terjadilah keributan kecil yang nyaris menyulut perkelahian. Mereka mesti mengambil keputusan: menunggu Galang sembuh atau tetap turun dari Everest Base Camp.

Kepergian Galang ke Tibet ternyata adalah janji yang coba ia tepati kepada kekasihnya, Sanggita, seorang dosen/peneliti lulusan Jerman yang sering melakukan perjalanan ke berbagai negara. Dengannya ia akan melakukan perjalanan keliling Eropa dan Amerika Selatan, tapi niat itu nyaris urung karena ia jauh cinta kepada Sanggita dan berniat menikahi gadis itu, yang ternyata lahir dan besar dari kelaurga penganut sebuah aliran keagamaan yang ketat yang tak memperbolehkan anggotanya menikah dengan orang di luar aliran tersebut.

Ketika Galang bisa dan berani memutuskan akan tetap menikahi Sanggita, tiba-tiba Sanggita mengalami amnesia parsial akibat penyakit abses otak yang kecil sekali kemungkinannya untuk disembuhkan. Karena Sanggita tetap hidup tetapi sudah tidak lagi bisa mengenal siapa pun, setelah Galang menunggu setahun lamanya tanpa kejelasan, Galang melakukan perjalanan seperti yang pernah ia rencanakan bersama Sanggita, sebagai janji yang harus ia tepati. Bisakah janji itu ia tepati?

* * *

Comments are closed.