Archive for the 'Catatan Perjalanan' Category

Taksu

Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.
(Rumah Kaca, Pramoedya Ananta Toer)

Ketika mengikuti acara Ubud Writers and Readers Festival 2009 di Bali, mobil yang kami tumpangi beberapa kali melewati sebuah art galeri bernama Taksu. Saking seringnya melewati tempat itu membuat kami bertanya pada Pak Putu, sopir kami: apa arti taksu.

Taksu menurut Pak Putu yang asli desa Pajeng, Ubud, bisa diartikan semacam aura atau karisma yang dimiliki seseorang. Hal itu bisa mengejawantah pada diri seseorang ketika ia melakukan sesuatu. Seperti penari Bali misalnya.

Ada penari yang latihan begitu disiplin. Memeragakan gerakan tari tanpa cacat. Namun ketika tampil di atas pentas malah terasa biasa saja. Ada pula penari yang saat latihan justru biasa-biasa saja. Kedisiplinannya tak semahir penari pertama. Namun begitu tampil, penonton seperti terbius oleh gemulainya. Mata penonton seperti tersihir oleh penampilannya. Si penari kedua memancarkan aura atau karisma yang membuat penonton berdecak kagum. Menurut Pak Putu, si penari kedua bisa jadi telah memiliki taksu. Orang Bali menyebutnya telah mengalami mataksu-taksu.

Continue Reading »

Bagaimana Kalian Mendeskripsikan Liburan?

Rawian ini berangkat dari comment Goenoeng pada postingan-ku yang lalu di mana ia menulis sesuatu yang membuatku ngakak. Katanya: ternyata Penganyam Kata juga manusia… buktinya, dia butuh berlibur juga, hahaha……

Setelah ngakak aku jadi bertanya pada diri sendiri: berliburkah aku? Aku malah berpikir keras: apa definisi dari berlibur? Setiap individu pasti punya pengertian tersendiri soal liburan.

Jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri bisa diartikan berlibur bagi sebagian orang. Tapi ada juga orang yang berdiam santai di rumah, off dari pekerjaan kantor, sudah merupakan liburan tersendiri baginya. Setiap orang memang berhak mendefinisikan pengertian liburan.

Kembali ke comment Goenoeng tadi. Beberapa hari menjelang tutup tahun 2008 banyak dari temanku yang mengambil liburan. Sementara aku sendiri sebelum tutup tahun justru sedang menjemput deadline pekerjaan. Memang bukan pekerjaan kantor. Tapi meski pekerjaan pribadi tetap saja berkejaran dengan deadline toh? (DM = Deadline Man. Hehe).

Mau tidak mau, aku mesti off dari aktivitas nge-blog untuk beberapa saat. Jangankan berkunjung ke blog handai taulan, comment di blog sendiri pun tak sempat kubalas. Apa boleh buat, segalanya mesti ada skala prioritas bukan?

Continue Reading »

Seandainya Jakarta Bukan Ibukota Negara

Seperi pelancong yang pernah pergi jauh dari rumah, lebih bijak daripada yang tak pernah. Pengetahuan akan budaya lain mampu mengasah kemampuan untuk mencermati secara mendalam budaya kita, sehingga menghargainya dengan penuh cinta (Margaret Mead)

Di zaman Hindia Belanda, kota Bandung pernah disiapkan sebagai pengganti ibukota negara. Berbagai institusi vital pun mulai dihijrahkan dan dibangun di kota Bandung. Kenapa Bandung dipilih, karena relatif dekat dengan Jakarta, suasananya tenang (saat itu), berada di dataran tinggi, serta termasuk kota baru. Namun karena perang terus berkecamuk, pemindahan itu gagal.

Di zaman Orde Lama, Presiden Soekarno pernah merencanakan memindahkan ibukota nagara dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Soekarno ingin memisahkan antara kota pusat pemerintahan dengan kota besar semacam Jakarta. Namun Soekarno keburu turun. Rencana pemindahan pun gagal.

Saat ini kita tahu sendiri seperti apa Jakarta. Kota dengan penduduk nyaris 9 juta jiwa itu menyangga beban pusat segala hiburan, bisnis, hingga pusat pemerintahan. Dan 23 juta jiwa penduduk Jabotabek nyaris beradu periuk nasi di kota yang rentan banjir itu.

Continue Reading »

Betulkah Bahasa adalah Hasil Kesepakatan?

Ada suatu perbedaan besar antara alasan-alasan yang baik dan masuk akal dengan alasan-alasan yang kedengaranya saja baik (Burton Hills)

Setelah sekian lama tak lagi menggunakan kereta api, kali ini merasakan lagi kereta api Turangga jurusan Bandung-Solo. Sebetulnya apakah masih tepat penggunaan istilah kereta api? Karena nyatanya alat trasnportasi yang berjalan di atas rel tersebut sudah tak lagi menggunakan batu bara untuk pengapian. Kereta api di Indonesia sudah menggunakan mesin diesel atau listrik. Jadinya apa istilah yang lebih tepat untuk bahasa Indonesia?

Entah siapa orang yang kali pertama menggunakan istilah kereta api. Entah sastrawan entah orang iseng. Yang jelas bukan ahli bahasa pasti. Kalau pun dia seorang ahli bahasa, pastilah ahli bahasa yang doyan iseng.

Kuperhatikan kondisi gerbong Turangga sudah tak sebagus dulu. Meski gerbong eksekutif, tapi rasanya sudah tak nyaman-nyaman amat. Baru kuingat, gerbong Turangga usianya mungkin sudah memasuki 12 atau 13 tahun sejak kali pertama kucoba (ya pantas saja!).

Continue Reading »

Sudah Adakah Perpustakaan di Rumah Kalian?

Aku akan ceritakan kelak pada anakanak, tentang matahari, bulan, laut, gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah, aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara (Tias Tatanka)

Secuil Catatan Perjalanan dari Ode Kampung 3

Ketika kaki menginjak tanah di depan gerbang Rumah Dunia, hari masih merangkak di angka 9 pagi. Tapi hawa rasanya sudah seperti siang hari saja. Gerah. Namun perasaan itu tiba-tiba lenyap ketika mulai memasuki halaman Rumah Dunia. Teduh dan bersahabat.

Ini bukanlah tulisan serius. Ini sekadar catatan kecil untuk merekam perjalanan ke Serang, tempat di mana Gola Gong dan kawan-kawan Rumah Dunia membangun semesta kebudayaan di sana. Perjalanan kali ini dalam rangka menghadiri Ode Kampung 3 (5,6,7 Desember 2008).

Rumah Dunia merupakan madrasah kebudayaan yang didirikan oleh Gola Gong dan istrinya, Tias Tatanka. Berada di komplek Hegar Alam nomor 40, di Kampung Ciloang, Serang, Banten. Sementara Ode Kampung sendiri merupakan acara tahunan Rumah Dunia, di mana Ode Kampung yang ke-3 kali ini mencoba mengusung tema Temu Komunitas Literasi se-Indonesia (Mari Kita Dukung Literasi Lokal Menuju Indonesia Membaca).

Continue Reading »

Next Page »