-
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.
― Pramoedya Ananta Toer
Anak Semua Bangsa ― -
Buku (31)
Catatan Harian (168)
Catatan Perjalanan (74)
Ceritera (176)
Cerpen (28)
Editologi (28)
Epitaph Review (11)
Epitaph Serba Serbi (9)
Esai (19)
Film (45)
Kliping (22)
Kunjungan (17)
Lirik Penggugah (65)
Nukilan (45)
Penerbitan (11)
Penulisan (22)
Perbukuan (12)
Pramoedya (28)
Ranah Kerja (12)
Renungan (95)
Sajak (91)
The Waiting Is Almost Over (27)
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
Anyam Anyaman Disimpan
penganyamkata.com-
Anyam Anyaman Nyaman
by Sujiwo Tejo
Category Archives: Nukilan
Epitaph (45-Tamat)
Bab 10 Sebelum Epilog Senja masih memantulkan sinarnya yang misterius. Tanpa matahari, tanpa garis langit, tanpa awan yang menggelumbang. Hanya angin sore yang berkesiur mengirimkan sekabar kegetiran pada suasana pekuburan yang mulai senyap. Aku masih berdiri di bawah … Continue reading
Epitaph (44)
9 Epitaph[47] Sirine ambulan meraung-raung memasuki komplek perumahan Laras di Bandung bagian tenggara. Beberapa orang di rumah Laras yang mendengar raungan itu sontak berdiri dan mengabari atas kedatangan rombongan. Di depan rumah Laras sendiri sudah dipasang tenda meneduhi … Continue reading


