Archive for the 'Epitaph Serba Serbi' Category

Epitaph: Cahaya Indah dari Serpihan Luka

[Sebuah Oleh-oleh dari Malam Akikah di Newseum Indonesia]
oleh Sugiarto
*

Bagaimana cara manusia memperlakukan mimpi? Tentu, tak akan ada satu jawab yang pasti. Ada orang yang langsung membuang impian itu, bahkan beberapa saat saja setelah mimpi itu melintas. Ada yang mengangankan mimpi itu untuk beberapa waktu, tetapi, dengan alasan pemenuhan hasrat atau kebutuhan lain, mimpi satu segera tergusur oleh mimpi berikutnya. Dan, ada juga, kumpulan orang ini biasanya berjumlah sedikit, yang tetap menggendong mimpi yang datang, memberinya asupan gizi ‘materi’ tiap hari, dan tetap menjaga stamina, hasrat, gelora jiwa untuk berikhtiar melahirkan mimpi tersebut ke dunia nyata. Kemarin malam, di antara berderet bingkai kaca tergantung penuh di sepanjang dinding Newseum Indonesia, aku berkesempatan menjadi saksi transformasi indah ‘akikah’ kelahiran sebuah mimpi ke dalam dunia fana ini.

Daniel Mahendra. Dua tahun lalu aku mengenalnya. Bukan jenis perkenalan biasa dimana saling berbentur di jalan lalu berjabat tangan. Bukan juga perkenalan dengan penuh protokoler yang segera melahap pribadi baru dengan berondongan pertanyaan seputar ‘sensus kependudukan’. Atas nama urusan profesional pekerjaan kami bertemu. Beberapa jam negosiasi, hingga diakhiri dengan makan siang di warung sebelah kantornya, cukup bagiku untuk menangkap kilatan mata ‘sastrawan berbakat’ menggelegak dalam teduh sorot maskulinnya.

Continue Reading »

Epitaph: Sebuah Kenyataan

oleh Hardi Vizon

Sebetulnya sudah lama aku tuliskan sebuah ulasan untuk novel terbaru sahabatku Daniel Mahendra (DM) yang berjudul “Epitaph”. Tapi entah mengapa, tulisan itu tak kunjung ku publikasikan. Ada saja yang membuatku mengulur waktu. Sampai akhirnya, akupun berkesempatan untuk menghadiri soft-launch novel tersebut di Newseum Indonesia-Jakarta, 12 Januari 2010 kemarin, menghadirkan sebuah kenyataan yang membuatku sangat terkejut.

Epitaph bercerita tentang catatan perjalanan cinta dua anak manusia bernama Laras dan Haikal. Perjalanan cinta yang penuh romantika tidak biasa. Tidak biasa, karena mereka menjalankannya dengan penuh kualitas. Kualitas yang benar-benar kualitas. Tapi terpaksa terpisah untuk selamanya karena sebuah kecelakaan helikopter.

Laras, mahasiswa IKJ, yang terlibat dalam pengambilan gambar sebuah film dokumenter di Pegunungan Sibayak, Medan pada Agustus 1994 dinyatakan hilang bersama kedua sahabatnya, Birhi dan Tedi, serta dua awak helikopter tersebut. Jatuhnya sebuah helikopter sesungguhnya hal yang biasa saja. Namun, di sini menjadi sangat luar biasa, karena jatuhnya helikopter milik Angkatan Darat itu harus ditutup-tutupi dari pemberitaan. Media tidak mendapatkan berita yang sesungguhnya mengenai jumlah korban. Demi menjaga nama baik militer, mereka sama sekali tidak mengakui adanya warga sipil yang menjadi korban. Karena dikhawatirkan akan adanya citra buruk terhadap angkatan darat yang telah dengan semena-mena menyewakan peralatan milik negara kepada warga sipil.

Continue Reading »

Dari Hati ke Hati

Diskusi dalam Akikah Novel “Epitaph” di Newseum Café
oleh Enny Dyah Ratnawati

Saya mendapat undangan dari FB-nya Daniel Mahendra (atau lebih dikenal dengan nama singkatan DM), penulis Epitaph sebagai berikut:

Bincang Publik:
“Fakta di balik Novel Trilogi Epitaph”
bersama Taufik Rahzen, Sihar Ramses Simatupang, dan Daniel Mahendra.
Selasa, 12 Januari 2010
19.30 wib
Newseum Indonesia
Jalan Veteran I No.31
Jakarta Pusat

Continue Reading »

Penerbit Kaki Langit Kencana Gelar Diskusi Buku “Akikah Novel Trilogi Epitaph”

Diposting: Kamis, 14 Januari 2010 / 09:46:34 | Oleh: annida | Kategori: Berita Penerbit

Annida-Online—Alunan denting biola dimainkan apik oleh Da’an Danang Setiawan untuk mengiringi monolog yang dibawakan oleh Lisa Febriyanti. Aksi dua orang tersebut mengawali acara bedah buku bertajuk “Akikah Novel Trilogi Epitaph” yang digelar oleh penerbit Kaki Langit Kencana di Newseum Café, Jakarta, Selasa (12/11) lalu. Diskusi yang mendatangkan sang penulisnya; Daniel Mahendra dan dua orang pembicara; Taufik Razen dan Sihar Ramzes Simatupang, berlangsung mengalir juga mengharukan. Hal ini karena peserta yang datang tidak saja disuguhkan obrolan mengenai proses kreatif penulisnya dalam meramu Epitaph.

“Kami juga memutar film yang bercerita tentang tiga orang awak helikopter yang tengah membuat film dari udara, sebelum helikopter tersebut hilang dan ketiga awaknya tak ditemukan hingga saat ini. Salah satu awaknya adalah Diaz, kakak kandung Daniel. Dan, kisah inilah yang menginspirasi Daniel dalam menulis novel Epitaph,” jelas Syarifuddin Azhar, dari penerbit Kaki Langit Kencana.

Continue Reading »

Next Page »