Archive for the 'Sajak' Category

13 Tahun Lalu

kutanya kawan-kawanku
: pada tanggal yang sama, sedang apa engkau 13 tahun lalu?

jawabnya,
: entahlah, aku tak ingat!

nyatanya, 13 tahun lalu
ada yang teriak
ada yang berambut cepak
ada yang bergerak
ada yang menggebrak
ada yang merah
ada yang berdarah
ada yang marah
ada yang gerah
ada yang menguasai
ada yang dikuasai
ada yang mengungkap
ada yang membekap
27 Juli 1996
27 Juli 2009
apa yang sudah kita lakukan
selama 13 tahun terakhir ini…
Continue Reading »

Doa untuk Anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim di Timur Tengah

(peringatan: jangan sekali-kali membaca sajak ini sambil memutar video ini)

tak seorang pun dari kalian yang pernah meminta dilahirkan ke dunia ini
dunia orang dewasa yang menganggap anak-anak sebagai pelangkap hidup semata
kalian adalah anak rohani dari Tuhan yang meniupkan alam semesta
hingga bercabang-cabang, berbangsa-bangsa, dan beragama-agama

kalian tak pernah tahu mengapa dilahirkan sebagai Yahudi, Nasrani, atau Muslim
kalian lahir atas nama cinta, kebahagiaan, dan persembahan terindah manusia
tapi orangtua menjadikan kalian berbeda-beda
hanya karena masing-masing dari mereka merasa lebih baik dari yang lainnya

kalian bermain bola di tanah lapang yang penuh longsong peluru
serta menimang boneka yang hangus terbakar bekas hantaman rudal
padahal kalian tak pernah ingin tahu mengapa kalian ada di dunia ini
sementara keceriaan adalah barang mahal tak terbeli

kerap aku berpikir,
alangkah ricuhnya hidup di negara yang kudiami sekarang ini
tahun baru disambut naiknya ongkos fiskal dan krisis global
legislatif menahan kucuran dana bagi pembangunan prasarana
lembaga pengendus korupsi

sulit membedakan mana pejabat mana penjahat
calon presiden muncul di majalah dengan wawancara menggelikan
orang memainkan fatwa untuk pembenaran
hari ini bilang cinta, besok sudah mencerca

namun kuinsafi,
itu semua tak ada artinya dibanding dengan apa yang kalian rasakan
di mana tempat sembunyi sudah tak ada lagi
bapak-bapak kalian saling berebut tempat
dan berpendapat: pihak lawanlah yang membuat keonaran

lembaga internasional impoten
yang ada sekadar saling kecam di halaman pertama surat kabar
perempuan terkaya di dunia tertipu saham Madoff
dan direktur perusahaan mobil minta suntikan dana ke pemerintah
tapi masih terbang naik jet pribadi ke ibukota

tak bisa kubayangkan,
apa kalimat pertama yang bakal dilontarkan Bapak Ibrahim
jika bisa menyaksikan wajah dunia saat ini
namun demikian, tak perlu kalian tahu itu

karena kalian adalah anak kehidupan
yang lahir dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta
tapi bapak-bapak kalian membuatnya menjadi berbeda
berbangsa-bangsa, dan beragama-agama

terkadang aku menimbang-nimbang ucapan Lennon
yang dengan gagah berkhayal
: dunia tanpa surga, tanpa negara, dan tanpa agama
dan diajaknya kita semua bermimpi

namun secara teori,
negara memang tak membutuhkan agama
manusialah yang membutuhkan agama
meski kenyataan berbicara beda

agama menjelma longsong peluru
di mana badannya ditembakkan pada sesuatu yang tak disukai
dan bajunya jatuh terkulai di tanah
suaranya memekakkan gendang telingamu yang rawan

duhai anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim
yang hidup dan mati di Timur Tengah
yang cacat dan kehilangan orangtua
yang tak pernah naik komidi putar

aku berdoa atas nama Tuhan
yang menurunkan Bapak Ibrahim ke atas bumi ini
memohon agar Ia sudi memasukkan kalian semua
ke dalam surga di mana tak pernah ada air mata di sana

tak perlu lagi kalian rasakan perihnya kehilangan tangan
tak usah lagi kalian menjerit karena dihujani rentetan senjata
takkan kalian rasakan lagi nyeri menahan hantaman batu bata
yang runtuh karena bom bunuh diri

aku percaya,
adalah sangat mudah bagi Tuhan memasukkan kalian semua
melumut jadi satu di surga
tanpa embel-embel Yahudi, Nasrani, atau Muslim

dan malaikat kan menyambutmu
sebagai bunga-bunga cinta dengan tangan lembutnya
menjadikan kalian penghuni surga abadi
tanpa perlu punya dendam siapa yang membunuh kalian

wahai anak-anak Yahudi, Nasrani, dan Muslim
ini memang dunia, bukan surga
kalau pun kalian sempat mampir ke dunia yang penuh nestapa ini,
adalah merupakan cara bagi orang dewasa untuk belajar
: bagaimana menjadi manusia

namun adakah mereka pernah betul-betul menginsafi akan semua itu?
aku tak tahu.

amin.

Bandung, 4 Januari 2009, 00.19 wib

Kotak P3K

seseorang berlari dengan gagah berani
di antara hujan desingan peluru
orang-orang terpana
kagum memandangnya
gerangan siapa ksatria itu
yang rela menembus front pertempuran

tapi ia tetap terus berlari
tidak berhenti di mana-mana
tak ada orang yang ia tolong
karena yang ada dalam pikirannya
hanya satu,
kalau ia tertembak:

toh kotak P3K ada pada diriya!

Continue Reading »

Rahasia Cintamani

maka dinamakan apa semua ini
apakah masih punya sisa ruang untuk cinta?
sementara ratusan ensiklopedi dan kamus
tak pernah mampu mengurai serta mendefinisikan tentang siapa kita

sudah puluhan purnama dan musim kita kunyah berdua
sembunyi dan saling tipu dari dunia sesungguhnya
toh tak pernah cukup kuat membuat kita pintar untuk
menentukan arah tujuan bersama

sementara kau tau, aku selalu terlunta mengais kata-kata
mengabu dan diterpa angin utara
sementara melupakan adalah satu seni tersendiri
yang tak setiap manusia mampu melakukannya

dan malam ini hujan tumpah tanpa permisi
menggalak membanjiri palung semesta
padahal kita bisa sepayung berdua
merencanakan berteduh di mana

mengapa kau melulu sibuk memberi judul dari semua kertas perjalanan ini
padahal Yang Maha Membolak-balikan Hati
bisa sangat berkuasa atas manusia
mestikah kita menghabiskan waktu untuk bertema?

hujan masih membadai di luar
lebih baik kemasi pakaian, angkat sauh, dan tentukan koordinat

Continue Reading »

30 September 2008

berserobok dengan masa lalu yang tak pernah berkesudahan
tiba-tiba sontak terhenyak:
apa yang sudah kita lakukan selama ini?

memoleskan bedak dan gincu
pada wajah yang memang tak cantik
padahal kita tak pernah bisa melupakan yang sudah-sudah

siapa yang mampu membasuh luka yang menganga?
kalau melupakan adalah satu seni tersendiri dalam hidup
yang tak semua orang dapat melakukannya

mestikah kita kubur dalam-dalam
pura-pura tidak tahu,
serta berjalan menelikung dan hilang di tikungan jalan?

Continue Reading »

Next Page »