Epitaph adalah novel bagian pertama dari The Epitaph Trilogy (Epitaph, Epigraf, dan Epilog). Pernah dimuat secara bersambung di danielmahendra.com mulai 16 Mei 2008 s/d 8 Agustus 2008 sebanyak 45 postingan.

Awalnya berupa cerita pendek berjudul Peristirahatan Abadi yang dimuat di majalah Suara Mahasiswa pada sekira September 1996. Lalu dimasukkan ke dalam buku kumpulan cerpen Selamat Datang di Pengadilan dengan judul Epitaph pada September 2001. Pada Desember 2006 dikembangkan lagi dan rampung sebagai naskah novel. Memerlukan waktu hingga sepuluh tahun sejak 1996 hingga 2006 untuk bisa menjadi novel seperti yang pernah dimuat di blog danielmahendra.com. Namun pada proses penulisannya hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 30 hari.

Lalu pada Juli 2009 naskah Epitaph ditulis ulang serta diperluas kembali agar lengkap sebagai naskah novel yang siap terbit: Desember 2009.

Salam,
D.M.

Tragis! Memainkan emosi pembaca. Membuat kita mereka-reka: mana fiksi dan mana fakta.
Gerson Poyk, Sastrawan dan Wartawan Senior.

#

Hidup terdiri dari banyak kisah. Anggapan hidup adalah realitas jadi bias, karena setiap hari terhampar di hadapan kita kisah-kisah manusia luar biasa yang seolah fiksi, mampu menerobos batas akal manusia. Seperti halnya “Epitaph”; menyodorkan antara realitas dan fiksi. Membaca “Epitaph” kita bertanya-tanya, apakah ini berdasarkan realitas ataukah fiksi. Bahkan di akhir cerita, justru kita memiliki fantasi sendiri, jangan-jangan tulisan di batu nisan itu adalah diri kita!
Gola Gong, Pemimpin Redaksi www.rumahdunia.net, pengarang.

#

Epitaph adalah novel yang mengemas dunia jurnalistik dan film, ditulis dengan semangat menggabungkan antara suspens dan romantik. Sedap.
Kurnia Effendi, Penulis memoar Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist.

#

Mengalir dengan kisah dan data yang cukup kuat. Novel Epitaph menyajikan kisah berbingkai dan pecahan alur yang indah di tiap babnya untuk membangun utuh fenomena yang lebih pelik; hegemoni negara.

Semata-mata bukan buruknya sistem penerbangan kita, bukan juga lembaga pemerintahan yang mendistorsi kenyataan demi tujuan bersifat material, novel bagian awal dari trilogi ini secara “cair” mengisahkan problem yang lebih rumit bila dijelaskan dengan fakta oleh para ilmuwan, jurnalis atau pun politisi.
Sihar Ramses Simatupang, Redaktur Budaya Harian Sinar Harapan dan finalis 10 besar Khatulistiwa Literary Award tahun 2009 untuk kategori prosa.

#

Epitaph mengolah tema cinta dengan gaya ungkap yang menarik untuk direnungkan. Ada banyak pertanyaan filosofis yang diselipkan dalam benak para tokohnya, yang membuat kita bertanya-tanya dengan sesungguh hati, misal apa itu cinta dan dicintai, atau apa itu cinta dan mencintai? Epitaph tidak hanya bercerita atau berkisah lewat tokoh-tokoh yang dihidupkannya, akan tetapi juga ia tengah menggugat kesadaran kita agar kembali memahami dengan sesungguh hati tentang apa itu cinta dan dicintai dalam pengertian seluas-luasnya.
Soni Farid Maulana, Redaktur Senior Harian Pikiran Rakyat dan finalis 5 besar Khatulistiwa Literary Award tahun 2006, tahun 2007, dan finalis 10 besar tahun 2009 untuk kategori puisi.