<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Penganyam Kata</title>
	<link>http://www.penganyamkata.net</link>
	<description>The Untoldstories of Daniel Mahendra</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Feb 2010 00:07:45 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Menunggu Purnama di Pagi Hari</title>
		<description>Jiwa yang tersiksa, itulah neraka. Jiwa yang bahagia, itulah surga
[Cok Sawitri, Sutasoma]
Sudah lama tak berkunjung ke Bandung. Sekali ada kesempatan ke Bandung yang pertama-tama dituju malah sebuah warung kopi di Jalan Alketeri dekat Kantor Pos Besar Asia Afrika. Turun dari kereta langsung melesat ke sana. Jaraknya tak begitu jauh dari ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/02/03/menunggu-purnama-di-pagi-hari/</link>
			</item>
	<item>
		<title>The Epitaph Trilogy</title>
		<description>Dear Teman-teman,

Untuk selanjutnya, setiap ulasan novel Epitaph akan disimpan di The Epitaph Trilogy secara khusus. Hal ini dimaksud agar usaha pendokumentasian dapat dilakukan lebih cermat serta rapi, dan tak tercampur dengan tulisan-tulisan lain.

Tak lupa kuucapkan ribuan terima kasih pada teman-teman, baik yang telah mengulas maupun yang mengikuti tulisan-tulisan tersebut. Dukungan ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/27/the-epitaph-trilogy-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Membaca Epitaph, Terasa Burhan Piliang Hidup Kembali</title>
		<description>[Harian Analisa, Rubrik Rebana, Medan, Sumatera Utara]

oleh Idris Pasaribu

Judul : Epitaph
Penulis : Daniel Mahendra
Cetakan : Pertama-I, Jakarta, Nopember 2009
Tebal : viii + 358 halaman
Penerbit : Kakilangit Kencana, Jakarta
Ukuran Buku : 12,5 x 20 Cm
Jenis Buku : Novel/Sastra

Dengan kening yang lebar, janggut yang tipis di dagunya yang tirus, berhidung mancung dan ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/25/membaca-epitaph-terasa-burhan-piliang-hidup-kembali/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menulis: Dari Blog ke Buku</title>
		<description>Kepada Ersis Warmansyah Abbas

Aku yakin sebelum ada media bernama blog, Pak Ersis Warmansyah Abbas sudah menjadi penulis dengan banyak buku. Tetapi dosen di FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin yang sedang mengambil program doktor di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung ini memang kukenal melalui blog.

Sejak kali pertama (kira-kira tahun 2008) berkunjung ke ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/23/menulis-dari-blog-ke-buku/</link>
			</item>
	<item>
		<title>EPITAPH; Kejujuran yang Tanggung</title>
		<description>oleh Cok Sawitri*

Membaca novel Epitaph, karya Daniel Mahendra, terbitan Kaki Langit Kencana, November 2009, adalah pembacaan fragmen-fragmen yang diutuhkan menjadi kesatuan kisah. Fragmen terbesar adalah kisah Laras Sarasvati, mahasiswi IKJ yang hilang saat melakukan shouting film dokumenter di Gunung Sibayak, Medan. Fragmen kedua adalah Kisah Haikal, kekasih Laras, yang menjadi ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/21/epitaph-kejujuran-yang-tanggung/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Epitaph: Cahaya Indah dari Serpihan Luka</title>
		<description>[Sebuah Oleh-oleh dari Malam Akikah di Newseum Indonesia]
oleh Sugiarto*

Bagaimana cara manusia memperlakukan mimpi? Tentu, tak akan ada satu jawab yang pasti. Ada orang yang langsung membuang impian itu, bahkan beberapa saat saja setelah mimpi itu melintas. Ada yang mengangankan mimpi itu untuk beberapa waktu, tetapi, dengan alasan pemenuhan hasrat atau ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/19/epitaph-cahaya-indah-dari-serpihan-luka/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Epitaph: Sebuah Kenyataan</title>
		<description>oleh Hardi Vizon

Sebetulnya sudah lama aku tuliskan sebuah ulasan untuk novel terbaru sahabatku Daniel Mahendra (DM) yang berjudul “Epitaph”. Tapi entah mengapa, tulisan itu tak kunjung ku publikasikan. Ada saja yang membuatku mengulur waktu. Sampai akhirnya, akupun berkesempatan untuk menghadiri soft-launch novel tersebut di Newseum Indonesia-Jakarta, 12 Januari 2010 kemarin, ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/19/epitaph-sebuah-kenyataan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dari Hati ke Hati</title>
		<description>Diskusi dalam Akikah Novel “Epitaph” di Newseum Café
oleh Enny Dyah Ratnawati

Saya mendapat undangan dari FB-nya Daniel Mahendra (atau lebih dikenal dengan nama singkatan DM), penulis Epitaph sebagai berikut:

Bincang Publik:
“Fakta di balik Novel Trilogi Epitaph”
bersama Taufik Rahzen, Sihar Ramses Simatupang, dan Daniel Mahendra.
Selasa, 12 Januari 2010
19.30 wib
Newseum Indonesia
Jalan Veteran I No.31
Jakarta ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/19/dari-hati-ke-hati/</link>
			</item>
	<item>
		<title>DM: Epitaph, Rindu Adik Pada Kakaknya</title>
		<description>Diposting: Sabtu, 16 Januari 2010 / 05:09:51 &#124; Oleh: annida &#124; Kategori: Berita Penulis

Annida-Online—Ada banyak cara seseorang memaknai sebuah kematian. Daniel Mahendra, penulis novel trilogy Epitaph, memilih menorehkan perspektifnya mengenai kematian lewat sebuah karya. Bermula dari rasa rindunya pula, DM, begitu ia biasa disapa, selalu mengingat proses kematian.

“Epitaph berbicara mengenai ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/18/dm-epitaph-rindu-adik-pada-kakaknya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Penerbit Kaki Langit Kencana Gelar Diskusi Buku “Akikah Novel Trilogi Epitaph”</title>
		<description>Diposting: Kamis, 14 Januari 2010 / 09:46:34 &#124; Oleh: annida &#124; Kategori: Berita Penerbit

Annida-Online—Alunan denting biola dimainkan apik oleh Da’an Danang Setiawan untuk mengiringi monolog yang dibawakan oleh Lisa Febriyanti. Aksi dua orang tersebut mengawali acara bedah buku bertajuk “Akikah Novel Trilogi Epitaph” yang digelar oleh penerbit Kaki Langit Kencana ...</description>
		<link>http://www.penganyamkata.net/2010/01/17/penerbit-kaki-langit-kencana-gelar-diskusi-buku-%e2%80%9cakikah-novel-trilogi-epitaph%e2%80%9d/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
